Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bupati Ipuk Luncurkan Wis Esa Sik Adi di Sumber Gedor Banyuwangi, Edukasi Anak Lepas dari Gadget dan Cinta Lingkungan

Ali Sodiqin • Rabu, 13 Mei 2026 | 11:25 WIB
Bupati Ipuk meluncurkan Wis Esa Sik Adi di Sumber Gedor Banyuwangi untuk edukasi lingkungan dan konservasi air bagi siswa usia dini. (Ali Sodiqin/Radar Banyuwangi)
Bupati Ipuk meluncurkan Wis Esa Sik Adi di Sumber Gedor Banyuwangi untuk edukasi lingkungan dan konservasi air bagi siswa usia dini. (Ali Sodiqin/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Upaya membangun karakter generasi muda Banyuwangi lewat pendidikan berbasis alam mulai digencarkan. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani resmi meluncurkan inovasi Wisata Edukasi Sejak Usia Dini (Wis Esa Sik Adi) di kawasan Sumber Air Gedor, Dusun Sumberbaru, Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, Rabu (13/5).

Program yang diinisiasi PUDAM Banyuwangi tersebut langsung melibatkan puluhan siswa sekolah dasar untuk belajar di alam terbuka, mengenal sumber mata air, menjaga lingkungan, hingga memahami pentingnya konservasi air sejak dini.

Sebanyak 75 siswa SDIT Al Uswah Banyuwangi tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Menariknya, para siswa diangkut menggunakan angkutan umum (lin) menuju lokasi sumber mata air yang berjarak sekitar 10 kilometer dari pusat Kota Banyuwangi.

Bukan sekadar wisata biasa, anak-anak juga dilarang membawa makanan berbungkus plastik sebagai bentuk edukasi pengurangan sampah sejak usia dini.

Peluncuran program tersebut dihadiri sejumlah pejabat lintas organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Sekretaris Kabupaten Banyuwangi Guntur Priambodo, Kepala Dinas Kesehatan Amir Hidayat, perwakilan Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Bappeda, Bagian Perekonomian Pemkab Banyuwangi, hingga Direktur Radar Banyuwangi Samsudin Adlawi.

Program Wis Esa Sik Adi disebut menjadi implementasi nyata pendidikan berdampak yang mengacu pada arahan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Belajar di Alam, Anak-anak Diajak Tinggalkan Gadget

Sejak tiba di kawasan Sumber Gedor, para siswa langsung mendapatkan materi edukasi dari berbagai instansi. PUDAM Banyuwangi menjelaskan sejarah dan fungsi sumber mata air. Dinas Kesehatan memberikan pemahaman mengenai kualitas air bersih dan kesehatan lingkungan. Sementara DLH mengedukasi pentingnya menjaga vegetasi serta ekosistem di sekitar sumber air.

Direktur Radar Banyuwangi Samsudin Adlawi menyebut kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah konkret untuk menjauhkan anak-anak dari dampak negatif media sosial dan ketergantungan gadget.

Menurutnya, anak-anak usia dini perlu diarahkan pada kegiatan pembelajaran yang berdampak dan menyenangkan.

“Inovasi Wis Esa Sik Adi ini sangat membantu anak-anak untuk sejenak melupakan gadget. Mereka datang langsung ke alam sesuai dengan materi pembelajaran. Nantinya anak-anak akan bercerita kepada orang tuanya bahwa menjaga kelestarian air itu sangat penting,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendekatan belajar di luar ruang menjadi metode efektif membangun kesadaran lingkungan sekaligus memperkuat pengalaman belajar siswa.

Sumber Gedor Banyuwangi Ternyata Warisan Belanda Tahun 1926

Direktur PUDAM Banyuwangi Abdurrahman mengungkapkan, Sumber Gedor bukan sekadar sumber mata air biasa. Kawasan tersebut merupakan cagar budaya peninggalan Belanda yang dibangun sejak tahun 1926.

Karena itu, selain edukasi lingkungan, para siswa juga diperkenalkan dengan nilai sejarah dan pentingnya menjaga kawasan sumber air sebagai aset masa depan Banyuwangi.

“Sumber Gedor ini merupakan cagar budaya peninggalan Belanda sejak 1926. Anak-anak dikenalkan tentang sejarah, air, dan vegetasi di sekitar sumber mata air,” katanya.

Abdurrahman juga memastikan kualitas air PUDAM Banyuwangi sangat terjaga karena bersumber langsung dari alam dan rutin diuji laboratorium setiap bulan oleh Dinas Kesehatan.

“Air dari PUDAM Banyuwangi ini merupakan air terbaik dan bisa langsung diminum dari kran rumah. Unsur kesehatannya selalu dijaga karena rutin dilakukan pengecekan laboratorium,” tegasnya.

Bupati Ipuk: Belajar Tidak Harus Selalu di Dalam Kelas

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut positif inovasi Wis Esa Sik Adi tersebut. Menurutnya, pendidikan tidak harus selalu berlangsung di ruang kelas, melainkan bisa dilakukan langsung di alam terbuka agar anak-anak lebih memahami kondisi nyata di lapangan.

“Belajar tidak harus melulu di kelas. Datang langsung ke alam bisa menjadi salah satu cara mengenalkan anak-anak akan pentingnya menjaga lingkungan dan sumber air,” ujar Ipuk.

Ipuk berharap program wisata edukasi tersebut bisa berjalan berkelanjutan dan nantinya diikuti seluruh siswa usia dini di Banyuwangi.

Dengan konsep pembelajaran berbasis pengalaman langsung, Pemkab Banyuwangi optimistis kesadaran generasi muda terhadap lingkungan hidup dan konservasi air dapat tumbuh lebih kuat sejak dini.

Program Wis Esa Sik Adi juga dinilai menjadi inovasi pendidikan berbasis lingkungan yang mampu mendukung pembentukan karakter anak sekaligus memperkuat budaya hidup ramah lingkungan di Banyuwangi. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Sumber Gedor Banyuwangi #Wis Esa Sik Adi #Wisata Edukasi Anak #PUDAM Banyuwangi #Bupati Ipuk Fiestiandani