Edukasi Wisata Sejak Dini Jadi Benteng Anak dari Pengaruh Buruk Gadget dan Media Sosial
RADARBANYUWANGI.ID – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus memperkuat pendidikan karakter anak melalui inovasi berbasis lingkungan dan edukasi. Pagi ini, Rabu (13/5), program Wisata Edukasi sejak Usia Dini (Wisesa Sikadi) resmi diluncurkan di kawasan Sumber Air Gedor, Dusun Sumberbaru, Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi.
Program hasil kolaborasi lintas instansi tersebut menjadi langkah konkret Pemkab Banyuwangi dalam mengarahkan anak-anak pada aktivitas pembelajaran yang berdampak positif, sekaligus menjauhkan mereka dari sisi negatif media sosial dan penggunaan gawai berlebihan.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dijadwalkan hadir langsung untuk meresmikan inovasi pendidikan berbasis wisata dan lingkungan tersebut.
Peluncuran Wisesa Sikadi mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 atau PP Tunas yang menekankan pentingnya pembinaan anak melalui kegiatan edukatif, kreatif, dan produktif sejak usia dini.
Direktur Utama PUDAM Banyuwangi Abd Rahman mengatakan, pada pelaksanaan perdana ini sebanyak 75 siswa SDIT Al Uswah 2 Banyuwangi menjadi peserta utama.
“Selanjutnya, sesuai arahan Ibu Bupati, kegiatan serupa akan dilaksanakan secara rutin dengan melibatkan peserta dari berbagai sekolah di Banyuwangi,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa tidak hanya diajak berwisata, tetapi juga memperoleh pembelajaran langsung terkait pentingnya menjaga sumber daya air dan lingkungan hidup.
Selama berada di kawasan Sumber Gedor, peserta mendapat edukasi mengenai sumber mata air dari PUDAM Banyuwangi. Anak-anak juga menerima materi tentang pentingnya air bersih dari Dinas Kesehatan Banyuwangi.
Selain itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi turut memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, terutama area sekitar sumber mata air agar tetap bersih dan lestari.
Program Wisesa Sikadi diharapkan menjadi model pembelajaran luar ruang yang mampu membangun kesadaran lingkungan sejak dini. Konsep belajar langsung di lapangan dinilai lebih efektif membentuk karakter peduli alam dibanding pembelajaran teoritis semata.
Sumber Gedor sendiri merupakan salah satu sumber air alami penting milik PUDAM Banyuwangi yang hingga kini masih terjaga kebersihan dan vegetasi alaminya. Kawasan tersebut menjadi salah satu penopang distribusi air bersih bagi masyarakat perkotaan di Banyuwangi.
Air dari Sumber Gedor ditransmisikan menuju bak pelepas tekan di Desa Boyolangu sebelum ditampung di Tandon Penataban untuk kemudian didistribusikan ke pelanggan di wilayah perkotaan Bumi Blambangan.
Menariknya, bangunan dan infrastruktur sumber air tersebut masih berdiri kokoh meski usianya hampir mencapai satu abad. Hingga kini, operasional fasilitas tersebut tetap berjalan optimal berkat perawatan intensif yang dilakukan PUDAM Banyuwangi.
Selain memiliki fungsi vital sebagai penyedia air bersih, kawasan Sumber Gedor juga menyimpan nilai sejarah tinggi karena dibangun sejak era kolonial dan masih dipertahankan hingga sekarang.
Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi Samsudin Adlawi menyebut kegiatan ini penting untuk mengenalkan sejarah sumber air kepada generasi muda sekaligus menanamkan kesadaran menjaga kelestarian lingkungan.
“Kegiatan ini sangat membantu anak-anak mengenal sumber air Gedor yang dibangun pada era kolonial. Edukasi sejarahnya juga masuk, termasuk pengenalan air bersih. Anak-anak nantinya akan bercerita kepada orang tuanya bahwa menjaga kelestarian air sangat penting,” ujarnya.
Melalui Wisesa Sikadi, Banyuwangi tidak hanya menghadirkan wisata edukasi, tetapi juga membangun fondasi kesadaran lingkungan dan literasi sosial bagi anak-anak di tengah derasnya arus digitalisasi. Program ini sekaligus menjadi upaya nyata menciptakan generasi muda yang peduli lingkungan, sehat, dan berkarakter. (sgt)
Editor : Ali Sodiqin