RADARBANYUWANGI.ID - Badan antariksa Amerika Serikat, NASA, melakukan pembaruan besar terhadap infrastruktur backend Science Discovery Engine (SDE), platform pencarian terpusat untuk seluruh data dan informasi sains terbuka milik lembaga tersebut.
Melalui pembaruan ini, NASA memindahkan sistem SDE ke OpenSearch berbasis Amazon Web Services (AWS). Langkah tersebut memberikan kendali desain yang lebih luas bagi tim pengembang sekaligus menyesuaikan platform dengan peta jalan teknologi jangka panjang NASA dan komitmen terhadap open science.
Pembaruan teknis itu diklaim meningkatkan presisi pencarian dan kecepatan akses informasi bagi pengguna. Sistem pencarian default kini menggabungkan metode keyword search atau pencarian kata kunci dengan vector search yang mampu membaca kueri berbasis konsep.
Baca Juga: Tes CAT Manajer Kopdes Merah Putih Bermasalah, Kemenkop dan BKN Buka Suara soal Gangguan Sistem
Selain itu, integrasi API memungkinkan pengguna memilih mode pencarian keyword, vector, maupun hybrid sesuai kebutuhan riset.
“Perombakan ini merupakan langkah strategis untuk mempercepat alur kerja penemuan ilmiah sekaligus menciptakan fondasi platform yang lebih berkelanjutan dan siap mendukung inovasi berbasis AI di masa depan,” tulis NASA dalam keterangannya, dikutip Astrobiology.
Tampilan antarmuka SDE juga diperbarui dengan metadata yang lebih lengkap, opsi penyaringan lanjutan, serta fitur penyorotan hasil pencarian agar proses temu informasi berlangsung lebih cepat.
Baca Juga: Tottenham Hotspur Dekati Zona Aman, Leeds United Bidik Kepastian Bertahan
NASA menyebut peningkatan infrastruktur tersebut membuat akses terhadap data sains, perangkat lunak, dan dokumentasi menjadi semakin mudah dan responsif.
Tidak hanya meningkatkan performa, transformasi sistem juga berdampak pada efisiensi anggaran operasional. NASA mengungkapkan biaya operasional tahunan platform kini turun hingga sekitar enam kali lipat dibandingkan sistem sebelumnya.
Science Discovery Engine sendiri dikelola oleh Office of Data Science and Informatics (ODSI) di NASA Marshall Space Flight Center dan didanai oleh Office of the Chief Science Data Officer (OCSDO) NASA.
Pengembangan tersebut menjadi bagian dari strategi NASA dalam memperluas akses publik terhadap data sains sekaligus mempercepat kolaborasi riset global berbasis teknologi digital dan kecerdasan buatan.
Editor : Lugas Rumpakaadi