RADARBANYUWANGI.ID – SMPN 1 Cluring, Banyuwangi, kembali menegaskan diri sebagai salah satu sekolah pencetak prestasi terbanyak di Banyuwangi. Dalam satu tahun ajaran, sekolah ini sukses mengoleksi ratusan penghargaan dari berbagai ajang akademik maupun nonakademik tingkat kabupaten hingga nasional.
Hingga Sabtu (9/5), total 109 prestasi berhasil diraih siswa-siswi SMPN 1 Cluring sepanjang tahun pembelajaran 2025-2026. Capaian itu menjadi bukti kuat konsistensi sekolah dalam membangun budaya kompetitif sekaligus menghadirkan sistem pembelajaran inovatif berbasis digital.
Prestasi yang diraih tidak hanya berasal dari bidang akademik, tetapi juga olahraga, seni, literasi, keagamaan, hingga kompetisi berbasis teknologi. Deretan capaian tersebut semakin mengukuhkan SMPN 1 Cluring sebagai salah satu sekolah unggulan di wilayah selatan Banyuwangi.
Kepala SMPN 1 Cluring Sri Wahju Prihatin mengatakan, tingginya jumlah prestasi siswa tidak lepas dari penerapan dua inovasi sekolah yang dikembangkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan.
“Ada dua inovasi yang dijalankan, yaitu SI-Remote dan Si Bijak,” ujarnya.
Menurut Sri Wahju, dua inovasi tersebut menjadi bagian dari transformasi pendidikan yang diterapkan sekolah untuk menjawab tantangan pembelajaran di era digital sekaligus memperkuat pengawasan proses belajar siswa secara menyeluruh.
Inovasi pertama adalah SI-Remote atau Sistem Informasi Program dan Manajemen Terpadu. Sistem ini dirancang untuk menghubungkan seluruh unsur pendidikan dalam satu layanan digital, mulai dari peserta didik, guru, orang tua, hingga kepala sekolah.
Melalui SI-Remote, berbagai aktivitas pembelajaran dan pengawasan siswa dapat dipantau secara langsung dan terintegrasi. Sejumlah layanan yang tersedia di antaranya kendali ibadah dan belajar, e-perpustakaan, e-Mading, e-Lab PAI, hingga lembar informasi perkembangan belajar murid.
Sri Wahju menjelaskan, keberadaan platform digital tersebut membuat proses pembelajaran berjalan lebih efektif, efisien, dan variatif. Orang tua juga dapat memantau perkembangan anak secara langsung sehingga keterlibatan keluarga dalam pendidikan semakin meningkat.
“Dengan adanya inovasi ini, perkembangan anak bisa dipantau secara langsung dan proses pembelajaran menjadi lebih efektif,” katanya.
Ia menambahkan, SI-Remote mulai diterapkan sejak tahun 2023 dan terus dikembangkan sesuai kebutuhan pembelajaran modern. Sekolah menilai sistem digital menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kedisiplinan serta budaya belajar siswa.
Selain SI-Remote, SMPN 1 Cluring juga menerapkan inovasi Si Bijak atau Sistem Berkelanjutan Pengendalian Jam Kosong. Program tersebut dirancang untuk memastikan siswa tetap mendapatkan hak belajar meski terdapat jam kosong akibat guru berhalangan hadir.
Dalam sistem itu, siswa diarahkan mengikuti kegiatan pembelajaran alternatif yang tetap edukatif dan terstruktur sehingga waktu belajar tidak terbuang sia-sia. Di sisi lain, inovasi tersebut juga mendorong tenaga pendidik lebih disiplin dalam menjalankan tanggung jawab pembelajaran.
“Melalui inovasi itu, pendidik menjadi lebih disiplin dan siswa bisa mendapatkan kegiatan alternatif yang bermanfaat. Sehingga waktu belajar tidak terbuang sia-sia,” terangnya.
Menurut Sri Wahju, keberhasilan sekolah bukan hanya diukur dari banyaknya trofi yang diperoleh siswa, tetapi juga dari kemampuan sekolah membangun sistem pendidikan yang adaptif, berkelanjutan, dan berdampak nyata terhadap kualitas pembelajaran.
Karena itu, SMPN 1 Cluring terus berupaya memperkuat budaya inovasi di lingkungan sekolah agar prestasi siswa dapat terus meningkat setiap tahun.
Ia berharap, praktik pembelajaran yang telah diterapkan di SMPN 1 Cluring dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang aktif, modern, dan berpihak pada kebutuhan siswa.
“Praktik yang sudah dilaksanakan semoga bisa menginspirasi, bermakna, dan bermanfaat untuk semua,” harapnya.
Dengan capaian lebih dari seratus prestasi hanya dalam satu tahun ajaran, SMPN 1 Cluring tidak sekadar menjadi sekolah berprestasi. Lebih dari itu, sekolah tersebut mulai menunjukkan transformasi pendidikan berbasis inovasi digital yang mampu melahirkan siswa kompetitif di tengah perkembangan dunia pendidikan modern. (why/sgt)
Editor : Ali Sodiqin