RADARBANYUWANGI.ID - Pemandangan langit malam di Observatorium Paranal, Cile, kembali menyita perhatian dunia astronomi. Hamparan Bima Sakti yang membentang megah di atas gurun Atacama tampak semakin dramatis berkat semburat beberapa sinar laser terang yang menembus langit malam.
Momen tersebut berhasil diabadikan fotografer asal Cile, Alexis Trigo. Dalam foto itu, cahaya laser tampak seolah menusuk angkasa dan menyatu dengan panorama galaksi yang memenuhi cakrawala.
Namun, laser tersebut bukan bagian dari pertunjukan cahaya biasa. Sinar itu berasal dari Very Large Telescope (VLT) milik European Southern Observatory (ESO) yang digunakan untuk menciptakan “bintang buatan” di atmosfer Bumi.
Baca Juga: James Webb Ungkap Wajah Eksoplanet “Kua’kua”, Dunia Tandus Mirip Merkurius tanpa Atmosfer
Laser ditembakkan hingga mencapai ketinggian sekitar 90 kilometer di atas permukaan Bumi. Pada lapisan atmosfer tersebut terdapat atom natrium yang kemudian “dibangunkan” oleh cahaya laser hingga memancarkan cahaya kecil menyerupai bintang.
“Bintang buatan ini berfungsi sebagai bintang panduan atau guide star untuk membantu sistem adaptive optics bekerja lebih akurat,” demikian penjelasan teknologi yang digunakan ESO dalam pengamatan astronomi modern.
Teknologi adaptive optics memungkinkan teleskop mengoreksi gangguan atmosfer Bumi yang selama ini membuat citra bintang dan galaksi tampak kabur atau berkelap-kelip. Dengan bantuan bintang buatan, hasil pengamatan menjadi jauh lebih tajam, mendekati kualitas teleskop luar angkasa.
Baca Juga: Koper Haji Mulai Dikumpulkan, CJH Banyuwangi Kini Terima Tiga Kartu Identitas Sejak dari Daerah
Atmosfer memang menjadi pelindung alami manusia dari radiasi berbahaya. Namun bagi astronom, lapisan udara tersebut justru menjadi tantangan besar karena turbulensi udara dapat mengganggu kejernihan pengamatan.
Karena itu, kombinasi teknologi laser dan adaptive optics menjadi solusi penting dalam penelitian antariksa modern. Sistem tersebut membantu ilmuwan mengamati planet di luar tata surya, galaksi jauh, hingga berbagai fenomena kosmik dengan detail lebih tinggi.
Teknologi laser di VLT mulai diterapkan pada salah satu teleskop sejak 2016. Perkembangannya terus berlanjut hingga pada Desember 2025 seluruh empat teleskop utama VLT telah dilengkapi laser masing-masing.
Keberadaan empat sistem laser itu memperkuat kemampuan observatorium dalam menangkap objek-objek langit dengan presisi tinggi.
Observatorium Paranal sendiri dikenal sebagai salah satu lokasi pengamatan langit terbaik di dunia. Berada di kawasan gurun Atacama yang kering dan minim polusi cahaya, wilayah tersebut memiliki langit sangat gelap dan bersih untuk observasi astronomi.
VLT di Paranal terdiri atas empat teleskop utama dengan diameter cermin mencapai 8,2 meter. Fasilitas itu juga didukung teleskop tambahan yang dapat bergerak untuk membantu pengamatan lebih detail.
Foto karya Alexis Trigo menjadi simbol perpaduan antara keindahan alam semesta dan kemajuan teknologi manusia. Hamparan Bima Sakti yang berpadu dengan pancaran laser modern memperlihatkan bagaimana sains terus membuka jalan baru untuk memahami misteri jagat raya.
Editor : Lugas Rumpakaadi