Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tabrakan Asteroid Purba di Bulan Tinggalkan “Harta Karun” Ilmiah untuk Misi Artemis NASA di Kutub Selatan

Lugas Rumpakaadi • Senin, 11 Mei 2026 | 05:15 WIB
Penelitian terbaru mengungkap hantaman asteroid purba pembentuk kawah terbesar di Bulan menyebarkan material mantel ke kutub selatan. (Pexels/Break Media)
Penelitian terbaru mengungkap hantaman asteroid purba pembentuk kawah terbesar di Bulan menyebarkan material mantel ke kutub selatan. (Pexels/Break Media)

RADARBANYUWANGI.ID - Sebuah penelitian terbaru membuka peluang besar bagi eksplorasi Bulan di masa depan. Hantaman asteroid purba yang membentuk kawah terbesar di Bulan ternyata diduga menyebarkan material dari lapisan mantel ke wilayah kutub selatan, lokasi yang kini menjadi target pendaratan program Artemis milik NASA.

Temuan itu dipublikasikan dalam jurnal Science Advances pada 7 Mei. Penelitian tersebut membahas asal-usul Cekungan Kutub Selatan-Aitken (SPA), kawah raksasa di sisi jauh Bulan dengan diameter lebih dari 2.000 kilometer.

Selama bertahun-tahun, para ilmuwan berupaya memahami bagaimana cekungan raksasa itu terbentuk. Tim peneliti yang dipimpin Shigeru Wakita dari Universitas Purdue kemudian menggunakan simulasi tiga dimensi beresolusi tinggi untuk merekonstruksi proses tumbukan tersebut.

Baca Juga: Muskercab PCNU Hasilkan Sejumlah Rekomendasi Penting, Semua Lembaga dan Banom Hadir Tunjukkan Kekompakan

Hasil simulasi menunjukkan bentuk elips khas SPA kemungkinan besar terbentuk akibat hantaman asteroid “terdeferensiasi”, yakni asteroid yang memiliki inti besi padat dan lapisan luar berbatu seperti planet kecil.

Dalam simulasi itu, asteroid diperkirakan berdiameter sekitar 260 kilometer dan menghantam Bulan dengan sudut dangkal sekitar 30 derajat dari arah utara ke selatan. Kecepatannya diperkirakan mencapai 13 kilometer per detik.

Sudut tumbukan yang landai menjadi faktor penting dalam pembentukan cekungan tersebut. Saat menghantam permukaan Bulan, bagian luar asteroid disebut terkelupas lebih dahulu, sementara inti besinya terus melaju dan menghunjam lebih dalam.

Baca Juga: Musyker I PCNU Banyuwangi Digelar, PWNU Jatim Tekankan Tata Kelola Jam’iyah dan Transformasi Digital

“Inti penumbuk bertanggung jawab atas bentuk SPA yang meruncing,” tulis para peneliti dalam studi tersebut, dikutip MediaIndonesia.com.

Dampak tumbukan purba itu tidak hanya membentuk kawah raksasa, tetapi juga melemparkan material dari kedalaman mantel Bulan menuju wilayah kutub selatan. Berdasarkan simulasi, material tersebut berasal dari kedalaman lebih dari 90 kilometer di bawah permukaan Bulan.

Temuan ini dinilai penting bagi program Artemis NASA. Wilayah kutub selatan saat ini tetap menjadi target utama pendaratan astronot, meskipun jadwal misi berawak mengalami revisi menjadi Artemis 4 pada 2028.

Para peneliti menyebut peluang astronot menemukan sampel material mantel Bulan di kawasan tersebut cukup besar. “Pekerjaan kami menunjukkan misi Artemis III NASA, sebelum revisi jadwal, kemungkinan besar akan mengambil sampel ejecta SPA jika mendarat sesuai rencana di wilayah kutub selatan Bulan,” tulis tim peneliti.

Jika simulasi tersebut terbukti akurat, sampel yang dibawa ke Bumi dapat membantu ilmuwan menentukan usia pasti Cekungan SPA sekaligus mengungkap komposisi bagian dalam Bulan.

Data itu dinilai krusial untuk memahami proses evolusi Bulan pada masa awal pembentukannya lebih dari 4 miliar tahun lalu.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Eksplorasi Antariksa #NASA Artemis #Cekungan South Pole-Aitken #bulan #asteroid