Blue Moon Kembali Muncul pada Mei 2026, Fenomena Langka Bulan Purnama Ganda Bisa Diamati dari Seluruh Indonesia

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Minggu, 10 Mei 2026 | 16:15 WIB
Fenomena langka Blue Moon diprediksi muncul pada 31 Mei 2026 dan dapat diamati dari Indonesia. (Pexels/Nikola Tomašić)
Fenomena langka Blue Moon diprediksi muncul pada 31 Mei 2026 dan dapat diamati dari Indonesia. (Pexels/Nikola Tomašić)

RADARBANYUWANGI.ID - Fenomena astronomi langka bertajuk Blue Moon diprediksi kembali menghiasi langit Bumi pada akhir Mei 2026. Momen ini menjadi perhatian para pecinta astronomi karena menghadirkan fase bulan purnama kedua dalam satu bulan kalender yang sama.

Fenomena tersebut diperkirakan dapat diamati dari berbagai wilayah di Indonesia pada Minggu, 31 Mei 2026. Warga bahkan bisa menyaksikannya secara langsung tanpa memerlukan alat bantu khusus, selama kondisi cuaca mendukung.

Menurut penjelasan resmi NASA, istilah Blue Moon tidak berarti Bulan berubah warna menjadi biru. Blue Moon merupakan sebutan bagi fase bulan purnama kedua yang terjadi dalam satu bulan kalender.

Baca Juga: Indomobil Tirano Gegerkan Pasar Motor Listrik 2025, Jarak Tempuh 200 Km dan Teknologi Swap Battery Jadi Andalan

“Blue Moon merupakan fase bulan purnama kedua yang muncul dalam satu bulan kalender yang sama,” demikian penjelasan NASA mengenai fenomena astronomi tersebut.

Fenomena ini terjadi karena siklus fase Bulan berlangsung sekitar 29,5 hari. Dalam kondisi tertentu, rentang waktu tersebut memungkinkan munculnya dua kali fase purnama dalam satu bulan.

Pada Mei 2026, bulan purnama pertama atau Flower Moon diperkirakan muncul pada awal bulan. Sementara purnama kedua yang hadir di penghujung Mei akan dinobatkan sebagai Blue Moon.

Baca Juga: Maka Cavalry Jadi Motor Listrik Lokal Paling Diburu 2025, Desain Elegan dan Fitur Pintar Siap Tantang Produk Impor

Kelangkaan fenomena ini membuat kemunculannya selalu dinantikan. Rata-rata Blue Moon hanya terjadi setiap dua hingga tiga tahun sekali sehingga menjadi peristiwa spesial bagi pengamat langit di seluruh dunia.

Berdasarkan data situs astronomi In The Sky, puncak Blue Moon 2026 dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 31 Mei 2026 pukul 08.45 UTC. Jika dikonversi ke waktu Indonesia, fenomena itu terjadi pukul 15.45 WIB, 16.45 WITA, dan 17.45 WIT.

Masyarakat Indonesia disarankan mulai memantau langit sejak sore hingga malam hari untuk mendapatkan peluang pengamatan terbaik. Cuaca cerah menjadi faktor utama agar detail permukaan Bulan terlihat jelas.

NASA menyebut Bulan merupakan salah satu objek paling terang di langit malam sehingga mudah diamati dari berbagai lokasi di Bumi. Karena itu, fenomena Blue Moon dapat dinikmati menggunakan mata telanjang.

Untuk pengalaman pengamatan yang lebih maksimal, masyarakat dianjurkan memilih lokasi dengan langit terbuka dan minim polusi cahaya seperti pantai, perbukitan, atau lapangan terbuka.

“Area dengan polusi cahaya rendah akan membantu pengamatan Bulan terlihat lebih jelas dan kontras,” tulis panduan pengamatan Bulan dari NASA.

Bagi pengamat yang ingin melihat detail kawah dan tekstur permukaan Bulan, penggunaan teropong maupun teleskop sederhana dapat menjadi pilihan. Pembesaran optik memungkinkan visualisasi permukaan Bulan tampak lebih dramatis.

Baca Juga: ALVA Servo X Jadi Motor Listrik Premium Paling Diburu 2025, Kecepatan Tembus 103 Km/Jam dan Fitur Makin Canggih

Selain itu, momen langka tersebut juga bisa diabadikan menggunakan kamera digital maupun ponsel. NASA melalui Moon Observation Guide menjelaskan fotografi Bulan tetap dapat dilakukan dengan perangkat sederhana selama posisi Bulan terlihat jelas di langit.

Editor : Lugas Rumpakaadi
fenomena astronomi Blue Moon 2026 Langit Indonesia bulan purnama nasa