Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Wisesa Sikadi Diluncurkan 13 Mei, 75 Siswa SD Banyuwangi Belajar Langsung di Sumber Air Gedor

Syaifuddin Mahmud • Jumat, 8 Mei 2026 | 05:55 WIB
TURUN KE LOKASI: Tim inovasi Wisesa Sikadi melakukan survei di Sumber Air Gedor, Kelurahan Gombengsari yang akan menjadi pusat edukasi wisata sumber air, Kamis (7/5). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
TURUN KE LOKASI: Tim inovasi Wisesa Sikadi melakukan survei di Sumber Air Gedor, Kelurahan Gombengsari yang akan menjadi pusat edukasi wisata sumber air, Kamis (7/5). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Program inovasi pendidikan berbasis lingkungan bertajuk Wisata Edukasi sejak Usia Dini (Wisesa Sikadi) resmi mulai dijalankan pada Selasa, 13 Mei mendatang. Sebanyak 75 siswa sekolah dasar (SD) di Banyuwangi bakal menjadi peserta kloter pertama dalam program edukasi lintas instansi yang digagas PUDAM Banyuwangi tersebut.

Program ini menjadi terobosan baru dalam pendidikan karakter dan kepedulian lingkungan bagi anak-anak sejak usia dini. Para siswa akan diajak belajar langsung di kawasan Sumber Air Gedor, Dusun Sumberbaru, Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, sekitar 10 kilometer dari pusat Kota Banyuwangi.

Persiapan pelaksanaan program dilakukan melalui survei lapangan yang digelar Kamis (7/5). Kegiatan tersebut melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), mulai dari Dinas Pendidikan, Bappeda, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Kesehatan, Bagian Perekonomian Pemkab Banyuwangi, perwakilan guru SD, hingga tim Radar Banyuwangi.

Program Wisesa Sikadi dirancang sebagai inovasi pendidikan berdampak yang mengacu pada arahan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), terutama dalam penguatan pembelajaran kontekstual dan pendidikan karakter berbasis lingkungan.

Koordinator Wilayah Kerja Satuan Pendidikan (Korwilsatdik) Banyuwangi, Janoto, mengatakan pihaknya mulai menyusun sekolah-sekolah yang akan mengikuti kunjungan perdana tersebut.

“Kloter pertama akan diikuti 75 siswa SD. Kami susun dulu sekolah mana saja yang akan hadir pada 13 Mei nanti. Yang pasti, inovasi ini sangat bagus bagi anak-anak,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, siswa akan diberangkatkan menggunakan angkutan umum atau lin menuju lokasi sumber air. Menariknya, seluruh peserta juga diwajibkan tidak membawa makanan berbungkus plastik sebagai bagian dari edukasi pengurangan sampah sejak dini.

Setibanya di lokasi, para siswa akan mendapatkan materi edukasi langsung dari sejumlah instansi. Pihak PUDAM Banyuwangi akan memberikan pemahaman mengenai sumber air bersih dan pengelolaannya. Sementara itu, Dinas Kesehatan menjelaskan tentang kualitas air dan pentingnya menjaga kesehatan lingkungan.

Sedangkan Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi akan memberikan edukasi terkait pelestarian lingkungan di sekitar sumber mata air.

Sekretaris Dinas Kesehatan Banyuwangi, Firman Sanyoto, menegaskan materi edukasi telah disiapkan sesuai jenjang usia peserta.

“Kami sudah menyiapkan materinya. Menyesuaikan dengan peserta inovasi Wisesa Sikadi. Materi anak TK tentu berbeda dengan level SMP,” katanya.

Program tersebut juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan anak terhadap media sosial dan gawai. Direktur Radar Banyuwangi, Samsudin Adlawi, menyebut kegiatan edukasi lapangan seperti ini penting untuk membangun pengalaman belajar nyata bagi anak-anak.

Menurut dia, program Wisesa Sikadi sejalan dengan semangat PP Tunas yang mendorong anak-anak mendapatkan aktivitas pembelajaran berdampak dan positif di luar ruang digital.

“Nah, kegiatan ini sangat membantu anak-anak mengenal Sumber Air Gedor yang dibangun Belanda sejak tahun 1926. Edukasi sejarahnya juga masuk, termasuk pengenalan air bersih. Anak-anak nanti akan bercerita kepada orang tuanya bahwa menjaga kelestarian air itu sangat penting,” tegasnya.

Selain mengenalkan pentingnya konservasi air, program ini juga menjadi media pembelajaran sejarah lokal Banyuwangi. Sumber Air Gedor sendiri dikenal sebagai salah satu sumber air bersejarah yang hingga kini masih dimanfaatkan masyarakat.

Melalui inovasi Wisesa Sikadi, pemerintah daerah bersama berbagai pihak berharap lahir generasi muda yang lebih peduli terhadap lingkungan, memahami pentingnya air bersih, sekaligus memiliki kesadaran menjaga alam sejak dini. (aif)

Editor : Ali Sodiqin
#siswa SD Banyuwangi #Wisesa Sikadi #Sumber Air Gedor #edukasi lingkungan Banyuwangi #PUDAM Banyuwangi