Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Smadatara Banyuwangi Raih Penghargaan Sekolah Berintegritas dari KPK, Bukti Disiplin Taruna Berbuah Prestasi

Salis Ali Muhyidin • Kamis, 7 Mei 2026 | 06:30 WIB
PRESTASI: Plt Kepala Smadatara I Ketut Renen bersama seluruh karyawan merayakan predikat Sekolah Berintegritas, Berkarakter, dan Berprestasi yang diberikan KPK, Rabu (6/4). (Salis Ali/Radar Banyuwangi)
PRESTASI: Plt Kepala Smadatara I Ketut Renen bersama seluruh karyawan merayakan predikat Sekolah Berintegritas, Berkarakter, dan Berprestasi yang diberikan KPK, Rabu (6/4). (Salis Ali/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Reputasi SMAN 2 Taruna Bhayangkara (Smadatara) Genteng, Banyuwangi, kian kokoh. Tak hanya dikenal sebagai sekolah berprestasi, lembaga pendidikan berbasis ketarunaan ini kini diganjar penghargaan bergengsi sebagai Sekolah Berintegritas, Berkarakter, dan Berprestasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Penghargaan tersebut diserahkan dalam momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Gedung Grahadi, Surabaya, Senin (4/5) lalu. Pengakuan ini menjadi bukti konkret keberhasilan Smadatara dalam menanamkan nilai integritas dan karakter kuat di lingkungan sekolah.

Plt Kepala Smadatara, I Ketut Renen, menyebut capaian ini bukan sekadar simbol, melainkan hasil dari proses panjang pembinaan siswa yang dilakukan secara konsisten.

“Penghargaan ini selaras dengan upaya kami dalam membentuk karakter dan integritas taruna-taruni. Ini kerja bersama seluruh elemen sekolah,” ujarnya.

Sistem Asrama, Disiplin Ketat Setiap Hari

Smadatara menerapkan sistem pendidikan berbasis asrama. Para taruna dan taruni tidak hanya mendapatkan pembelajaran akademik, tetapi juga pembinaan karakter secara intensif setiap hari.

Di bawah pengawasan pengasuh, siswa digembleng untuk memiliki kedisiplinan tinggi, tanggung jawab, serta mental kuat. Pola pendidikan ini dinilai menjadi faktor utama keberhasilan sekolah dalam mencetak lulusan berintegritas.

“Setiap hari mereka dilatih disiplin dan tanggung jawab. Ini bukan instan, tetapi proses berkelanjutan,” terang Ketut.

Tak berhenti di situ, berbagai program sekolah juga dirancang untuk memperkuat nilai kejujuran, kepemimpinan, dan etika. Program-program tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun budaya antikorupsi sejak dini.

Komitmen Jaga Predikat KPK

Ketut menegaskan, penghargaan dari KPK ini menjadi tanggung jawab besar bagi seluruh keluarga besar sekolah. Ia meminta seluruh elemen, mulai dari guru, tenaga administrasi, hingga siswa, untuk menjaga integritas dalam setiap aktivitas.

“Predikat ini harus dijaga. Semua pihak harus berkomitmen menjalankan tugas dengan integritas,” tegasnya.

Terus Berbenah, Perkuat Sarana dan Prestasi

Di tengah capaian tersebut, Smadatara tidak berpuas diri. Sekolah yang berlokasi di Dusun Pandan, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng itu terus melakukan pembenahan, terutama pada aspek sarana dan prasarana (sarpras).

Peningkatan fasilitas belajar diharapkan mampu mendorong prestasi siswa, baik di bidang akademik maupun non-akademik.

“Kami terus meningkatkan sarpras agar mendukung perkembangan siswa secara maksimal,” pungkasnya.

Jadi Role Model Sekolah Berintegritas

Penghargaan dari KPK ini menempatkan Smadatara sebagai salah satu role model sekolah berintegritas di Jawa Timur. Dengan kombinasi disiplin ala ketarunaan, sistem asrama, dan penguatan karakter, sekolah ini membuktikan bahwa pendidikan bukan hanya soal nilai, tetapi juga membentuk pribadi yang jujur dan bertanggung jawab.

Di tengah tantangan dunia pendidikan saat ini, Smadatara menunjukkan bahwa integritas bukan sekadar slogan, melainkan budaya yang bisa dibangun—dan berbuah prestasi nyata. (sas/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#pendidikan karakter siswa #Hardiknas Grahadi #sekolah berintegritas KPK #sman 2 taruna bhayangkara #Smadatara Banyuwangi