Upaya menekan kecanduan gawai pada anak terus digencarkan di Banyuwangi. Lintas elemen kini menyiapkan program Wisata Edukasi Sejak Usia Dini (Wis Esa Sek Adi) dengan menghadirkan pengalaman belajar langsung di alam, salah satunya di kawasan Sumber Gedor.
RADARBANYUWANGI.ID - Pemerintah dan berbagai elemen di Banyuwangi bergerak bersama menciptakan solusi konkret untuk mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai. Melalui program Wisata Edukasi Sejak Usia Dini (Wis Esa Sek Adi), siswa mulai jenjang PAUD hingga SMP akan diajak belajar langsung di lingkungan terbuka.
Program ini tidak sekadar wisata biasa, tetapi dirancang sebagai sarana edukasi berbasis pengalaman. Anak-anak akan dikenalkan pada berbagai aspek kehidupan nyata, mulai dari lingkungan, air bersih, hingga pelestarian alam.
Salah satu lokasi utama yang disiapkan adalah Sumber Gedor, sebuah sumber air bersejarah di Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro. Sumber ini telah digunakan sejak era kolonial dan hingga kini masih menjadi salah satu pemasok air bersih bagi masyarakat Banyuwangi.
Direktur Utama PUDAM Banyuwangi, Abd Rahman, mengatakan pihaknya bersama instansi terkait akan melakukan pengecekan lokasi sekaligus mematangkan persiapan program.
“Kami akan melakukan kunjungan untuk memastikan kesiapan lokasi dan konsep edukasi yang akan diberikan kepada anak-anak,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, siswa akan diajak mengenal langsung proses pengelolaan air bersih, mulai dari sumber hingga distribusi ke masyarakat. Mereka juga akan belajar pentingnya menjaga lingkungan, khususnya vegetasi di sekitar sumber air.
“Anak-anak akan dikenalkan bagaimana menjaga pepohonan di sekitar sumber air agar kualitas air tetap terjaga,” jelas Abd Rahman.
Diketahui, Sumber Gedor dibangun pada 1925 dan hingga kini masih berfungsi optimal. Air dari sumber tersebut dialirkan ke bak pelepas tekan di Desa Boyolangu, kemudian ditampung di Tandon Penataban sebelum didistribusikan ke wilayah perkotaan Banyuwangi.
Selain nilai fungsional, kawasan ini juga memiliki nilai historis tinggi. Infrastruktur yang telah berusia hampir satu abad itu masih terawat dengan baik berkat perawatan rutin dari PUDAM Banyuwangi.
Rahman menambahkan, program Wis Esa Sek Adi akan melibatkan berbagai instansi lintas sektor. Masing-masing pihak akan memberikan materi edukasi sesuai bidangnya, mulai dari kebersihan air, kesehatan lingkungan, hingga manfaat sumber daya alam bagi kehidupan.
“Edukasi ini penting agar anak-anak memahami sejak dini pentingnya air bersih dan lingkungan,” tegasnya.
Melalui pendekatan wisata edukatif ini, diharapkan anak-anak tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga terdorong untuk lebih aktif berinteraksi dengan lingkungan sekitar, sehingga ketergantungan terhadap gawai dapat diminimalkan.
Program Wis Esa Sek Adi menjadi salah satu inovasi Banyuwangi dalam membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peduli lingkungan dan memiliki keseimbangan dalam penggunaan teknologi. (sgt)
Editor : Ali Sodiqin