Sebanyak 677 siswa kelas XII SMKN 1 Banyuwangi resmi mengikuti prosesi purnawiyata, Selasa (5/5). Lulusan tahun ajaran 2025/2026 ini mencatatkan kelulusan 100 persen, dengan ratusan siswa telah bekerja bahkan sebelum dinyatakan lulus.
RADARBANYUWANGI.ID - Prosesi purnawiyata siswa kelas XII SMKN 1 Banyuwangi berlangsung khidmat di Gedung Aula Griya Wiyata Mulya. Mengusung tema “Melepas Generasi Menuju Masa Depan Gemilang”, acara ini menjadi penanda berakhirnya masa studi sekaligus awal perjalanan baru bagi para lulusan.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran guru, komite sekolah, serta Kepala Cabang Dinas Pendidikan Banyuwangi, Eko Budi Santosa.
Kepala sekolah, Mulyadi, mengungkapkan bahwa seluruh siswa kelas XII dinyatakan lulus. Tidak hanya itu, capaian lulusan tahun ini juga cukup membanggakan.
“Sebanyak 72 siswa telah diterima di perguruan tinggi melalui jalur SNBT. Selain itu, sekitar 182 siswa sudah bekerja sebelum lulus. Sisanya masih dalam proses seleksi atau wawancara di berbagai perusahaan,” ujarnya.
Menurut Mulyadi, capaian tersebut menunjukkan bahwa lulusan SMK memiliki daya saing yang kuat, baik untuk melanjutkan pendidikan maupun langsung terjun ke dunia kerja.
Ia juga menegaskan bahwa purnawiyata bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan hidup yang sesungguhnya. Dalam pesannya, Mulyadi menekankan pentingnya peran orang tua dalam kesuksesan anak.
“Kesuksesan sangat bergantung pada ridha orang tua. Sekitar 50 persen keberhasilan berasal dari restu mereka,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Komite Sekolah, Karimullah, menyoroti pentingnya sinergi antara sekolah dan keluarga dalam membentuk karakter siswa.
“Hidup anak terbagi antara sekolah dan rumah. Guru dan orang tua bukanlah pihak yang berlawanan, tetapi mitra dalam mendidik anak menjadi pribadi yang baik,” ungkapnya.
Karimullah juga menyampaikan dua kunci utama kesuksesan, yakni menghormati orang tua dan menghargai guru.
Apresiasi juga datang dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan Banyuwangi, Eko Budi Santosa. Ia menilai SMKN 1 Banyuwangi sebagai institusi yang mampu mengembangkan kreativitas sekaligus membekali siswa dengan kompetensi yang relevan.
“Ini adalah langkah awal menuju kehidupan nyata. Tantangan ke depan akan semakin besar,” ujarnya.
Ia pun berpesan kepada para lulusan agar terus berjuang dan tidak cepat puas.
“Jadilah pribadi yang ingin lebih dari sekadar cukup. Jangan berhenti pada apa adanya,” pesannya.
Prosesi purnawiyata ini tidak hanya menjadi seremoni perpisahan, tetapi juga momentum refleksi atas perjalanan pendidikan sekaligus penguatan mental bagi para lulusan untuk menghadapi masa depan yang penuh tantangan.
Dengan bekal kompetensi dan pengalaman yang dimiliki, ratusan lulusan SMKN 1 Banyuwangi diharapkan mampu bersaing di dunia kerja maupun pendidikan tinggi, serta menjadi generasi yang adaptif dan berdaya saing. (ray/sgt)
Editor : Ali Sodiqin