Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

18.053 Siswa SMA/SMK Banyuwangi Lulus, Pengumuman Online untuk Cegah Konvoi dan Coret Seragam

Fredy Rizki Manunggal • Selasa, 5 Mei 2026 | 09:30 WIB
Sebanyak 18.053 siswa SMA/SMK Banyuwangi lulus. Pengumuman dilakukan online untuk cegah konvoi dan aksi corat-coret saat kelulusan. (Ilustrasi ChatGPT Image)
Sebanyak 18.053 siswa SMA/SMK Banyuwangi lulus. Pengumuman dilakukan online untuk cegah konvoi dan aksi corat-coret saat kelulusan. (Ilustrasi ChatGPT Image)

Sebanyak 18.053 siswa SMA dan SMK di Banyuwangi dinyatakan lulus. Pengumuman dilakukan secara online guna mencegah konvoi, corat-coret, dan potensi gangguan ketertiban saat euforia kelulusan.


RADARBANYUWANGI.ID – Momentum kelulusan pelajar di Banyuwangi tahun ini berlangsung berbeda. Sebanyak 18.053 siswa SMA dan SMK negeri maupun swasta menerima pengumuman kelulusan secara daring, Senin (4/5).

Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi aksi berlebihan seperti konvoi kendaraan dan corat-coret seragam yang kerap terjadi setiap tahun.

Salah satu sekolah yang menerapkan sistem tersebut adalah SMAN 1 Glagah. Pihak sekolah secara tegas meminta siswa kelas XII untuk tidak datang ke sekolah dan cukup mengakses pengumuman melalui website resmi.

“Pengumuman dilakukan pukul 10.00 WIB secara online. Kami imbau siswa tetap di rumah, sekaligus melarang konvoi dan corat-coret seragam,” ujar Kepala SMAN 1 Glagah, Abdullah.

Sebagai alternatif perayaan, siswa justru diarahkan melakukan kegiatan positif. Salah satunya dengan mengumpulkan seragam layak pakai untuk disumbangkan kepada yang membutuhkan.

“Alhamdulillah, seluruh siswa lulus 100 persen,” imbuhnya.

Kebijakan serupa juga ditegaskan oleh Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Banyuwangi. Melalui Kasi SMA, Arief Ainur Rozie, seluruh sekolah diimbau melaksanakan pengumuman secara daring dengan mekanisme yang dapat disesuaikan masing-masing satuan pendidikan.

“Pengumuman hanya menyampaikan status lulus atau tidak lulus. Nilai TKA sudah diumumkan sebelumnya,” jelasnya.

Menurut Arief, sistem online dipilih untuk meminimalkan potensi kerumunan serta pelanggaran hukum akibat euforia berlebihan. Ia menegaskan, siswa yang melanggar aturan tetap dapat dikenai konsekuensi hukum.

“Mayoritas siswa sudah berusia 17–18 tahun, artinya sudah masuk kategori dewasa secara hukum. Jadi harus bijak dalam mengekspresikan kegembiraan,” tegasnya.

Selain larangan konvoi dan corat-coret, sekolah juga diminta mengarahkan siswa pada kegiatan yang mencerminkan profil Pelajar Pancasila, seperti aksi sosial dan kepedulian lingkungan.

Data kelulusan tahun ini menunjukkan capaian signifikan. Tercatat 5.258 siswa SMA negeri, 3.975 SMK negeri, 1.414 SMA swasta, dan 7.406 SMK swasta dinyatakan lulus.

“Total ada 18.053 siswa. Saat ini sudah masuk tahap verifikasi dan pengajuan e-ijazah,” pungkas Arief.

Dengan sistem pengumuman daring dan pendekatan edukatif, diharapkan momen kelulusan tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga sarana pembelajaran bagi siswa untuk bertindak lebih dewasa dan bertanggung jawab. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#kelulusan SMA Banyuwangi 2026 #pengumuman online siswa #larangan konvoi pelajar #jumlah siswa lulus Banyuwangi #e-ijazah SMA SMK