Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

SMPN 2 Glagah Luncurkan VR Immersive Learning, Disorot Menteri hingga Bupati di Hardiknas Banyuwangi

Sigit Hariyadi • Senin, 4 Mei 2026 | 11:00 WIB
TINJAU STAN: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof Dr Abdul Mu
TINJAU STAN: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof Dr Abdul Mu'ti, Bupati Ipuk Fiestiandani, dan Kepala SMPN 2 Glagah Karyono saat tinjau stan SMPN 2 Glagah dalam event Kuntulan Ewon, di Taman Blambangan pada Sabtu (2/5). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Transformasi pendidikan berbasis teknologi terus digaungkan di daerah. SMPN 2 Glagah menjadi salah satu pelopornya dengan memperkenalkan inovasi Virtual Reality (VR) Immersive Learning dalam rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang digelar di Taman Blambangan, Sabtu (2/5).

Inovasi tersebut langsung menyita perhatian, bahkan mendapat apresiasi dari Abdul Mu'ti dan Ipuk Fiestiandani yang hadir dalam kegiatan tersebut.


Belajar Masuk Dunia Virtual

Kepala SMPN 2 Glagah, Karyono, menjelaskan bahwa VR Immersive Learning menjadi salah satu program unggulan sekolah dalam menjawab tantangan pendidikan era digital.

Melalui teknologi ini, siswa tidak hanya belajar secara teoritis, tetapi juga dapat merasakan pengalaman langsung melalui simulasi digital yang imersif.

“Jika biasanya siswa hanya membaca teks atau melihat gambar, dengan VR mereka bisa berinteraksi langsung dengan objek dan suasana yang dipelajari. Ini membuat pembelajaran lebih nyata dan mudah dipahami,” ujarnya.

Metode ini dinilai mampu meningkatkan daya serap siswa karena menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual dan interaktif.


Terintegrasi dengan Sistem IoT

Tak berhenti pada VR, SMPN 2 Glagah juga mengembangkan inovasi lain berupa SPENDUGA IoT, yakni sistem layanan pendidikan berbasis digital yang mengintegrasikan siswa, guru, dan orang tua dalam satu platform.

Melalui sistem ini, berbagai kebutuhan pendidikan—mulai dari informasi akademik hingga komunikasi—dapat diakses secara lebih mudah, cepat, dan transparan.

Langkah ini menunjukkan bahwa digitalisasi pendidikan tidak hanya menyasar proses belajar, tetapi juga manajemen sekolah secara menyeluruh.


Apresiasi dari Menteri

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menilai inovasi yang dilakukan SMPN 2 Glagah sebagai contoh nyata transformasi pendidikan di era teknologi.

Menurutnya, pemanfaatan VR dalam pembelajaran mampu mendorong kreativitas sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis siswa.

“Inovasi seperti ini penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Teknologi harus dimanfaatkan untuk menciptakan pembelajaran yang lebih efektif dan menarik,” ujarnya.


Dukungan Pemkab Banyuwangi

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, juga menyampaikan apresiasi atas terobosan yang dilakukan SMPN 2 Glagah. Ia menilai inovasi ini menjadi bukti bahwa sekolah di daerah mampu bersaing di tingkat global.

“Ini menunjukkan bahwa sekolah di Banyuwangi tidak kalah inovatif. Kami akan terus mendukung pengembangan pendidikan berbasis digital agar semakin merata dan berkualitas,” tegasnya.


Menuju Pendidikan Masa Depan

Kehadiran VR Immersive Learning di SMPN 2 Glagah menjadi salah satu indikator bahwa pendidikan di Banyuwangi terus bergerak maju mengikuti perkembangan zaman.

Integrasi teknologi seperti VR dan IoT diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga membentuk generasi muda yang adaptif, kreatif, dan siap menghadapi tantangan global.

Dengan berbagai inovasi tersebut, SMPN 2 Glagah memperkuat posisinya sebagai sekolah yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga progresif dalam menghadirkan solusi pendidikan masa depan. (sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#Hardiknas 2026 #SMPN 2 Glagah VR #VR Immersive Learning #teknologi pendidikan Indonesia #Inovasi pendidikan Banyuwangi