Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Rahasia Spengaba Jadi Sekolah Terinovatif 2026: Ekosistem Sirkular hingga Gerakan ASRI Jadi Kunci

Sigit Hariyadi • Senin, 4 Mei 2026 | 09:00 WIB
INOVASI TIADA HENTI: Bupati Ipuk Fiestiandani menyerahkan piagam penghargaan Apresiasi Sekolah Inovatif  kepada Kepala SMPN 3 Banyuwangi Holilik pada rangkaian Upacara Hardiknas 2026 di Taman Blambangan, Sabtu (2/5). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
INOVASI TIADA HENTI: Bupati Ipuk Fiestiandani menyerahkan piagam penghargaan Apresiasi Sekolah Inovatif kepada Kepala SMPN 3 Banyuwangi Holilik pada rangkaian Upacara Hardiknas 2026 di Taman Blambangan, Sabtu (2/5). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Panggung peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Banyuwangi, Sabtu (2/5), menjadi momen bersejarah bagi SMP Negeri 3 Banyuwangi. Sekolah yang dikenal dengan julukan Spengaba itu resmi dinobatkan sebagai Sekolah Terinovatif 2026, penghargaan tertinggi yang diserahkan langsung oleh Ipuk Fiestiandani.

Namun, bagi mereka yang mengenal lebih dekat Spengaba, capaian ini bukanlah kejutan. Penghargaan tersebut justru menjadi puncak dari rangkaian panjang inovasi yang telah dibangun secara konsisten dan terintegrasi.

Di balik prestasi itu, Spengaba berhasil mengawinkan tiga pilar utama yang jarang bisa disatukan dalam dunia pendidikan: lingkungan nyaman, kemandirian ekonomi, dan pengaruh digital yang masif.


Gerakan ASRI Jadi Fondasi Utama

Langkah awal yang menjadi pembeda Spengaba adalah implementasi gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang tidak berhenti pada slogan semata. Di sekolah ini, ASRI menjelma menjadi sistem hidup yang terintegrasi dalam berbagai inovasi.

Pada aspek Aman, Spengaba menghadirkan sejumlah program perlindungan anak seperti Kolam Abah, Lebur Seketi, Lakon Ramati, hingga Tanda Benahilah. Program ini memastikan lingkungan sekolah menjadi ruang aman, nyaman, dan ramah bagi perkembangan mental maupun fisik siswa.

Pilar Sehat juga dikembangkan secara komprehensif melalui inovasi seperti Gravitasi Matahari, Gerak Si-Pikatan, dan Bakso Kesat. Tak hanya kesehatan fisik, aspek spiritual siswa diperkuat melalui program Kami Pasrah dan Tasbihqu Indah.

Seluruhnya terintegrasi dalam program Turi Sehat Spengaba yang selaras dengan kebijakan nasional pembentukan karakter anak.


Ekosistem Sirkular: Ubah Limbah Jadi Cuan

Keunggulan paling mencolok Spengaba terletak pada pilar Resik, yang berhasil dikembangkan menjadi sebuah ekosistem sirkular berbasis sekolah.

Melalui inovasi Laku Riko, sampah organik diolah menjadi pupuk berkualitas yang dimanfaatkan untuk kebun agro sekolah (Asri Pari) sekaligus dipasarkan. Sementara itu, sisa makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak terbuang sia-sia.

Lewat inovasi Semulur Mungkur, limbah makanan diolah menjadi pakan maggot Black Soldier Fly (BSF). Maggot ini kemudian dimanfaatkan sebagai pakan bernutrisi tinggi dalam budidaya ikan nila dan lele melalui program Asi Bundaku.

Siklus ini berlanjut hingga menghasilkan produk pangan dan olahan bernilai ekonomi. Hasil kebun dan perikanan kemudian dikembangkan menjadi produk kewirausahaan sekolah yang mampu menghasilkan pendapatan mandiri.

Inilah model pendidikan masa depan: siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik ekonomi berkelanjutan secara langsung.


Kekuatan Digital, Jadi “Koran” Sekolah

Tak berhenti di lingkungan fisik, Spengaba juga unggul dalam ranah digital. Dengan tagline “Ramah Anak, Ramah Lingkungan, Berprestasi, dan Menginspirasi”, aktivitas sekolah dipublikasikan secara konsisten melalui media sosial.

Kemasifan konten yang dihasilkan membuat platform digital Spengaba berkembang menjadi rujukan praktik baik pendidikan. Banyak sekolah lain menjadikannya sebagai sumber inspirasi.

Konten yang dibagikan bukan sekadar pencitraan, melainkan refleksi nyata dari aktivitas inovatif yang berlangsung setiap hari di lingkungan sekolah.


Budaya Inovasi yang Terus Tumbuh

Setiap tahun, Spengaba mampu melahirkan 3 hingga 4 inovasi baru. Hal ini menunjukkan bahwa kreativitas telah menjadi budaya yang mengakar kuat di lingkungan sekolah.

Bagi Spengaba, predikat Sekolah Terinovatif 2026 bukanlah garis akhir. Justru, penghargaan ini menjadi tanggung jawab untuk terus menjaga konsistensi dan meningkatkan kualitas inovasi.


Model Sekolah Masa Depan

Pencapaian ini menegaskan bahwa integrasi antara gerakan ASRI, ekosistem sirkular, dan literasi digital bukanlah hal yang mustahil. Spengaba membuktikan bahwa sekolah dapat menjadi pusat pembelajaran yang mandiri, berkarakter, sekaligus relevan dengan tantangan zaman.

Lebih dari sekadar institusi pendidikan, Spengaba telah bertransformasi menjadi ruang hidup yang menumbuhkan kreativitas, kepedulian lingkungan, serta kemandirian ekonomi siswa.

Di tengah dinamika pendidikan modern, SMP Negeri 3 Banyuwangi menunjukkan satu hal penting: masa depan pendidikan dimulai dari inovasi yang konsisten hari ini. (sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#Sekolah Terinovatif 2026 #gerakan ASRI #ekosistem sirkular sekolah #Inovasi pendidikan Banyuwangi #SMPN 3 Banyuwangi