Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

SPMB Banyuwangi 2026 Resmi Bergulir, Kuota Prestasi Akademik SMK Tembus 65 Persen

Fredy Rizki Manunggal • Senin, 4 Mei 2026 | 04:00 WIB
MEMBELUDAK: Para calon siswa baru mengambil PIN di SMKN 1 Glagah untuk keperluan SPMN tahun 2025 lalu. (DOK Radar Banyuwangi)
MEMBELUDAK: Para calon siswa baru mengambil PIN di SMKN 1 Glagah untuk keperluan SPMN tahun 2025 lalu. (DOK Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA dan SMK di Banyuwangi, Jawa Timur, siap bergulir dalam waktu dekat. Skema penerimaan tahun 2026 menghadirkan komposisi kuota yang berbeda antara SMA dan SMK, dengan penekanan utama pada pemerataan akses pendidikan dan penguatan kualitas berbasis prestasi.

Untuk jenjang SMK, jalur prestasi akademik menjadi yang paling dominan. Kuotanya mencapai 65 persen dari total daya tampung. Sementara itu, pada jenjang SMA, jalur domisili tetap menjadi prioritas utama dengan porsi terbesar, yakni 35 persen.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Banyuwangi melalui Kassubag TU Setyo Agung Wahyudi menjelaskan bahwa perbedaan komposisi ini disesuaikan dengan karakteristik masing-masing jenjang pendidikan.

“Untuk SMA, jalur domisili sebesar 35 persen memang difokuskan untuk pemerataan akses pendidikan,” ujarnya.

Rincian Kuota SMA: Dominasi Domisili dan Prestasi

Pada jenjang SMA, jalur domisili dibagi menjadi beberapa kategori. Domisili reguler untuk lulusan sebelum 2026 mendapat kuota 1 persen, lulusan tahun 2026 sebesar 19 persen, serta jalur domisili sebaran sebanyak 15 persen.

Selain itu, jalur prestasi juga memiliki porsi signifikan, yakni 30 persen. Rinciannya meliputi prestasi akademik sebesar 25 persen dan non-akademik 5 persen.

“Prestasi tetap kita akomodasi, baik dari nilai akademik maupun capaian di bidang lain seperti olahraga dan seni,” jelasnya.

Tak hanya itu, jalur afirmasi memperoleh kuota 30 persen yang diperuntukkan bagi siswa dari keluarga kurang mampu, penyandang disabilitas, dan kelompok khusus lainnya. Sedangkan jalur mutasi orang tua mendapat porsi 5 persen, khusus bagi anak dari orang tua yang berpindah tugas seperti ASN, TNI, maupun Polri.

SMK Fokus Prestasi Akademik

Berbeda dengan SMA, komposisi kuota SMK lebih fleksibel dan berorientasi pada kompetensi keahlian. Jalur prestasi akademik menjadi yang terbesar dengan porsi 65 persen.

“Kalau SMK memang lebih fleksibel. Jalur prestasi paling besar karena disesuaikan dengan minat dan kompetensi keahlian,” terangnya.

Sementara itu, jalur afirmasi di SMK mendapat kuota 15 persen. Jalur mutasi serta prestasi lomba masing-masing memperoleh 5 persen. Adapun jalur domisili hanya mendapatkan porsi 10 persen.

Jadwal Lengkap SPMB 2026

Tahapan SPMB Banyuwangi 2026 dimulai dengan pra pendaftaran berupa pengambilan PIN, yang menjadi syarat utama mengikuti seleksi. Tahap ini berlangsung mulai 28 Mei hingga 9 Juni 2026.

Selanjutnya, proses seleksi dibagi dalam beberapa tahap:

Tahap IV sekaligus menjadi penutup rangkaian proses SPMB tahun ini.

Pihak dinas berharap seluruh skema ini mampu mengakomodasi berbagai kebutuhan calon siswa, baik dari sisi pemerataan akses maupun peningkatan kualitas pendidikan.

“Harapannya semua bisa terakomodasi, baik dari sisi pemerataan maupun kualitas,” tandasnya. (fre/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#Jalur Prestasi Akademik #SPMB Banyuwangi 2026 #kuota SMK 65 persen #PPDB Jawa Timur #penerimaan siswa baru