RADARBANYUWANGI.ID – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA dan SMK di Banyuwangi, Jawa Timur, siap bergulir dalam waktu dekat. Skema penerimaan tahun 2026 menghadirkan komposisi kuota yang berbeda antara SMA dan SMK, dengan penekanan utama pada pemerataan akses pendidikan dan penguatan kualitas berbasis prestasi.
Untuk jenjang SMK, jalur prestasi akademik menjadi yang paling dominan. Kuotanya mencapai 65 persen dari total daya tampung. Sementara itu, pada jenjang SMA, jalur domisili tetap menjadi prioritas utama dengan porsi terbesar, yakni 35 persen.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Banyuwangi melalui Kassubag TU Setyo Agung Wahyudi menjelaskan bahwa perbedaan komposisi ini disesuaikan dengan karakteristik masing-masing jenjang pendidikan.
“Untuk SMA, jalur domisili sebesar 35 persen memang difokuskan untuk pemerataan akses pendidikan,” ujarnya.
Rincian Kuota SMA: Dominasi Domisili dan Prestasi
Pada jenjang SMA, jalur domisili dibagi menjadi beberapa kategori. Domisili reguler untuk lulusan sebelum 2026 mendapat kuota 1 persen, lulusan tahun 2026 sebesar 19 persen, serta jalur domisili sebaran sebanyak 15 persen.
Selain itu, jalur prestasi juga memiliki porsi signifikan, yakni 30 persen. Rinciannya meliputi prestasi akademik sebesar 25 persen dan non-akademik 5 persen.
“Prestasi tetap kita akomodasi, baik dari nilai akademik maupun capaian di bidang lain seperti olahraga dan seni,” jelasnya.
Tak hanya itu, jalur afirmasi memperoleh kuota 30 persen yang diperuntukkan bagi siswa dari keluarga kurang mampu, penyandang disabilitas, dan kelompok khusus lainnya. Sedangkan jalur mutasi orang tua mendapat porsi 5 persen, khusus bagi anak dari orang tua yang berpindah tugas seperti ASN, TNI, maupun Polri.
SMK Fokus Prestasi Akademik
Berbeda dengan SMA, komposisi kuota SMK lebih fleksibel dan berorientasi pada kompetensi keahlian. Jalur prestasi akademik menjadi yang terbesar dengan porsi 65 persen.
“Kalau SMK memang lebih fleksibel. Jalur prestasi paling besar karena disesuaikan dengan minat dan kompetensi keahlian,” terangnya.
Sementara itu, jalur afirmasi di SMK mendapat kuota 15 persen. Jalur mutasi serta prestasi lomba masing-masing memperoleh 5 persen. Adapun jalur domisili hanya mendapatkan porsi 10 persen.
Jadwal Lengkap SPMB 2026
Tahapan SPMB Banyuwangi 2026 dimulai dengan pra pendaftaran berupa pengambilan PIN, yang menjadi syarat utama mengikuti seleksi. Tahap ini berlangsung mulai 28 Mei hingga 9 Juni 2026.
Selanjutnya, proses seleksi dibagi dalam beberapa tahap:
-
Tahap I (11–15 Juni 2026): Jalur domisili untuk SMA dan SMK
-
Tahap II (17–23 Juni 2026): Jalur afirmasi, mutasi, dan prestasi lomba
-
Tahap III (24–29 Juni 2026): Jalur prestasi akademik khusus SMA
-
Tahap IV (30 Juni–4 Juli 2026): Jalur prestasi akademik khusus SMK
Tahap IV sekaligus menjadi penutup rangkaian proses SPMB tahun ini.
Pihak dinas berharap seluruh skema ini mampu mengakomodasi berbagai kebutuhan calon siswa, baik dari sisi pemerataan akses maupun peningkatan kualitas pendidikan.
“Harapannya semua bisa terakomodasi, baik dari sisi pemerataan maupun kualitas,” tandasnya. (fre/sgt)
Editor : Ali Sodiqin