Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ancaman Narkoba Incar Pelajar, Polresta Banyuwangi Turun ke SMPN 1: Edukasi Dini Jadi Benteng Utama

Bagus Rio Rohman • Sabtu, 2 Mei 2026 | 09:00 WIB
TANAMKAN KESADARAN: Personel Satnarkoba Polresta Banyuwangi menyampaikan pemaparan dampak buruk dan konsekuensi hukum penyalahgunaan narkoba kepada siswa di SMPN 1 Banyuwangi pada Kamis (30/4). (Satnarkoba Polresta Banyuwangi)
TANAMKAN KESADARAN: Personel Satnarkoba Polresta Banyuwangi menyampaikan pemaparan dampak buruk dan konsekuensi hukum penyalahgunaan narkoba kepada siswa di SMPN 1 Banyuwangi pada Kamis (30/4). (Satnarkoba Polresta Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Ancaman narkoba kini tak lagi menyasar kalangan dewasa. Pelajar usia SMP pun mulai masuk radar peredaran gelap narkotika. Kondisi ini memicu aparat kepolisian bergerak cepat, turun langsung ke sekolah untuk membentengi generasi muda sejak dini.

Satuan Reserse Narkoba Polresta Banyuwangi menggelar sosialisasi bahaya narkoba di SMPN 1 Banyuwangi, Kamis (30/4). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya serius menekan potensi penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar yang kian mengkhawatirkan.

Mengusung tema “Generasi Muda Anti Narkoba Suka Kamtibmas”, kegiatan tersebut tak sekadar penyuluhan formal. Polisi mengemasnya dengan pendekatan interaktif agar pesan yang disampaikan benar-benar membekas di benak siswa.

Kepala Satnarkoba Polresta Banyuwangi, Kompol Nanang Sugiono, menegaskan bahwa pelajar saat ini berada pada fase paling rentan terhadap pengaruh lingkungan negatif, termasuk narkoba.

“Ini ancaman nyata. Narkoba bisa merusak masa depan dalam sekejap. Karena itu, kami hadir untuk memberikan pemahaman sejak dini agar mereka tidak terjerumus,” tegasnya.

Dalam sesi edukasi, petugas memaparkan berbagai jenis narkoba beserta dampak seriusnya terhadap kesehatan fisik dan mental. Tak hanya itu, siswa juga diberi gambaran konsekuensi hukum yang mengintai para pelaku penyalahgunaan.

Suasana berubah dinamis saat sesi diskusi dibuka. Para siswa aktif bertanya, mulai dari cara mengenali modus peredaran narkoba hingga langkah konkret untuk menolak ajakan dari lingkungan sekitar.

Tak berhenti di teori, kegiatan juga dilengkapi simulasi dan pendekatan praktis. Metode ini dinilai efektif untuk membantu siswa memahami situasi nyata yang mungkin mereka hadapi di luar lingkungan sekolah.

Antusiasme peserta menjadi indikator bahwa pendekatan yang dilakukan tepat sasaran. Banyak siswa mengaku baru memahami secara utuh dampak narkoba setelah mengikuti kegiatan tersebut.

Nanang menambahkan, generasi muda bukan hanya objek yang harus dilindungi, tetapi juga subjek yang bisa menjadi agen perubahan.

“Pelajar harus berani berkata tidak pada narkoba. Mereka bisa menjadi pelopor di lingkungannya, mengingatkan teman sebaya, bahkan keluarga,” ujarnya.

Langkah preventif ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Edukasi di tingkat sekolah dinilai krusial untuk memutus rantai penyalahgunaan narkoba sejak akar.

Polresta Banyuwangi pun berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan sosialisasi ke sekolah-sekolah lain. Targetnya jelas: menciptakan lingkungan pendidikan yang bersih dari narkoba dan memperkuat benteng moral generasi muda.

“Kalau pelajar sudah punya kesadaran kuat, mereka tidak akan mudah terpengaruh. Ini investasi masa depan,” pungkas Nanang.

Di tengah gempuran peredaran narkoba yang semakin masif, upaya seperti ini menjadi garis pertahanan pertama—sebuah langkah kecil di ruang kelas, namun berdampak besar bagi masa depan bangsa. (rio/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#bahaya narkoba pelajar #edukasi narkoba sekolah #siswa anti narkoba #Satnarkoba Banyuwangi #polresta banyuwangi