Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Share Edu Indonesia Gelar Training Social Capital di Banyuwangi: Peserta dari Tiga Provinsi, Gandeng Al Uswah

Fredy Rizki Manunggal • Jumat, 1 Mei 2026 | 20:45 WIB
Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Dr H Alfian bersama Ketua ShareEdu Jatim Karyono SPd MT, Ketua DhareEdu Regional Jawa Bagian Timur KH Syaiful Anwar SS MPd saat pembukaan Training Social Capital for Educational Leadership pada Jumat (1/5) di BPPP Bangsring Wongsorejo. (Fredy Rizki/Radar Banyuwangi)
Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Dr H Alfian bersama Ketua ShareEdu Jatim Karyono SPd MT, Ketua DhareEdu Regional Jawa Bagian Timur KH Syaiful Arifin SS MPd saat pembukaan Training Social Capital for Educational Leadership pada Jumat (1/5) di BPPP Bangsring Wongsorejo. (Fredy Rizki/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID — Penguatan jejaring antar sekolah kembali ditegaskan sebagai salah satu strategi peningkatan mutu pendidikan. Hal itu mengemuka dalam Training Social Capital for Educational Leadership bertema “Kolaborasi, Transformasi, Inspirasi” yang digelar ShareEdu Indonesia di BPPP Bangsring, Wongsorejo, tanggal 1–3 Mei 2026.

Kegiatan yang diikuti sekitar 180 orang ini memberikan sertifikasi nasional dengan bobot 32 jam pelajaran sebagai bagian dari penguatan kapasitas kepemimpinan pendidikan. Para pemimpin sekolah yang ada dalam kegiatn ini menempatkan konsep modal sosial sebagai pendekatan utama dalam kepemimpinan pendidikan. Modal sosial dipahami sebagai kemampuan membangun relasi, kepercayaan, dan kerja sama lintas sekolah maupun institusi untuk mendorong peningkatan mutu pendidikan.

Ketua ShareEdu Jawa Timur Karyono, SPd MT mengatakan, tantangan sekolah saat ini tidak lagi semata pada keterbatasan sarana, tetapi pada kemampuan membangun jejaring yang produktif.“Sekolah yang mampu berkolaborasi dan terhubung dengan ekosistem pendidikan akan lebih cepat berkembang. Modal sosial menjadi kunci penting dalam konteks itu,” ujar salah satu penerima Sunrise of Java Awards ini. 

Ketua ShareEdu Jatim Karyono SPd MT saat menjadi narasumber Training Social Capital for Educational Leadership pada Jumat (1/5) di BPPP Bangsring Wongsorejo. (Fredy Rizki/Radar Banyuwangi)
Ketua ShareEdu Jatim Karyono SPd MT saat menjadi narasumber Training Social Capital for Educational Leadership pada Jumat (1/5) di BPPP Bangsring Wongsorejo. (Fredy Rizki/Radar Banyuwangi)

Ketua Yayasan Pendidikan Al Uswah ini menambakan, modal sosial dipahami sebagai kemampuan membangun relasi, kepercayaan, dan kerja sama antar sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Contoh modal sosial di sekolah meliputi: Guru lintas sekolah berbagi modul dan melakukan lesson study bersama; Program mentoring sekolah unggulan kepada sekolah yang berkembang atau pemanfaatan fasilitas bersama, seperti laboratorium atau sarana belajar.

Intinya, kata Karyono, modal sosial menekankan kolaborasi dan jejaring untuk mempercepat peningkatan kualitas pendidikan, meski masih ada tantangan ketimpangan akses antar sekolah.

Sementara itu, Ketua ShareEdu Regional Jawa Bagian Timur KH Syaiful Arifin, SS MPd, menilai masih banyak sekolah yang berjalan secara terpisah sehingga pertukaran praktik baik belum optimal.“Masih ada sekolah yang bekerja sendiri. Padahal kolaborasi lintas sekolah sangat dibutuhkan untuk mempercepat peningkatan kualitas,” katanya.

Meski demikian, penguatan jejaring pendidikan berbasis modal sosial juga menghadapi tantangan. Salah satunya adalah risiko ketimpangan akses, di mana sekolah yang sudah memiliki koneksi lebih kuat cenderung lebih mudah memanfaatkan jejaring tersebut dibanding sekolah yang belum terhubung.

"Pendekatan kolaboratif ini tetap dinilai relevan dalam menghadapi kompleksitas pendidikan saat ini, terutama dalam mendorong pertukaran praktik baik dan inovasi pembelajaran lintas daerah," tegasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Alfian yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan apa yang dilakukan ShareEdu dalam kegiatan tersebut adalah visi ke depan dalam dunia pendidikan. Bagaimana modal sosial adalah konsep kuat untuk menciptakan sebuah lembaga pendidikan yang kuat. "finansial kuat, sdm bagus tidak akan maksimal tanpa modal sosial yang kuat. Apa yang disampaikan ShareEdu di sini adalah kolaborasi yang tepat untuk memajukan dunia pendidikan," kata Alfian.

Dia juga mengatakan, sesuai pesan dari Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani fungsi kepemimpinan dan modal sosial akan menjadi modal besar untuk menata dunia pendidikan ke depan. Karena itu dia berharap, seluruh peserta bisa memanfaatkan pelatihan yang digelar selama tiga hari tersebut dengan maksimal. "kami optimis memperkuat kepemimpinan dengan nilai sosial, kebersamaan, kepercayaan dan kolaborasi akan menciptakan lembaga pendidikan yang maju dan terus bersaing ke depan,"tandasnya.(fre)

Editor : Ali Sodiqin
#bppp bangsring #Al Uswah Banyuwangi