RADARBANYUWANGI.ID - Berikut ini adalah contoh naskah Khutbah Jumat memperingati Hari Buruh 1 Mei 2026, dengan tema Memuliakan Pekerja dan Keadilan Upah. Semoga bermanfaat.
Khutbah Pertama
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketakwaan bukan hanya dalam ibadah ritual, tetapi juga dalam kehidupan sosial, termasuk dalam memperlakukan sesama manusia secara adil.
Pada hari ini, kita berada di awal bulan Mei yang dikenal sebagai momentum Hari Buruh. Islam sejak awal telah memberikan perhatian besar terhadap hak-hak pekerja dan keadilan dalam hubungan kerja.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
وَلَا تَبْخَسُوا النَّاسَ أَشْيَاءَهُمْ
“Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya.”
(QS. Hud: 85)
Ayat ini menegaskan bahwa mengambil atau mengurangi hak orang lain, termasuk hak pekerja, adalah bentuk kezaliman yang dilarang oleh Allah SWT.
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Dalam Islam, pekerja memiliki kedudukan yang mulia. Mereka yang bekerja dengan tangan dan tenaga sendiri termasuk orang-orang yang dicintai Allah. Bahkan Nabi Muhammad SAW memberikan perhatian khusus terhadap keadilan upah.
Rasulullah SAW bersabda:
أَعْطُوا الْأَجِيرَ أَجْرَهُ قَبْلَ أَنْ يَجِفَّ عَرَقُهُ
“Berikanlah upah kepada pekerja sebelum kering keringatnya.”
(HR. Ibnu Majah)
Hadis ini bukan sekadar anjuran, tetapi perintah moral yang kuat. Artinya, jangan menunda-nunda pembayaran upah, apalagi sampai mengabaikannya.
Menunda hak pekerja adalah bentuk kezaliman. Rasulullah SAW bahkan bersabda:
مَطْلُ الْغَنِيِّ ظُلْمٌ
“Penundaan pembayaran oleh orang yang mampu adalah kezaliman.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Di zaman sekarang, bentuk kezaliman terhadap pekerja bisa bermacam-macam: upah yang tidak layak, keterlambatan pembayaran, beban kerja berlebihan, hingga perlakuan yang tidak manusiawi.
Padahal, Islam mengajarkan bahwa hubungan antara pemberi kerja dan pekerja harus dilandasi keadilan, kejujuran, dan tanggung jawab.
Allah SWT berfirman:
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ
“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat ihsan.”
(QS. An-Nahl: 90)
Keadilan dalam pengupahan bukan hanya soal angka, tetapi juga soal kelayakan, ketepatan waktu, dan penghormatan terhadap martabat manusia.
Hari Buruh seharusnya menjadi momentum muhasabah bagi kita semua:
-
Bagi pemberi kerja, apakah sudah adil terhadap pekerja?
-
Bagi pekerja, apakah sudah bekerja dengan amanah dan profesional?
Karena Islam tidak hanya menuntut hak, tetapi juga menekankan kewajiban.
Marilah kita renungkan bahwa setiap harta yang kita miliki akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda:
لا تزول قدما عبد يوم القيامة حتى يُسأل عن ماله من أين اكتسبه وفيما أنفقه
“Tidak akan bergeser kaki seorang hamba pada hari kiamat hingga ditanya tentang hartanya, dari mana ia peroleh dan untuk apa ia gunakan.”
(HR. Tirmidzi)
Termasuk di dalamnya adalah bagaimana kita memperlakukan pekerja dan bagaimana kita memberikan upah kepada mereka.
Jangan sampai harta yang kita miliki menjadi sumber dosa karena mengabaikan hak orang lain.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Mari kita jadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman dalam dunia kerja:
-
Menjunjung keadilan
-
Menepati hak dan kewajiban
-
Menghormati sesama manusia
-
Menjaga amanah
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang adil dan bertakwa.
أَقُولُ قَوْلِي هٰذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ، وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
Khutbah Kedua
الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ، كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى، وَنَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَنَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ، اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى حَقَّ تُقَاتِهِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ أَفْضَلَ الزَّادِ التَّقْوَى.
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ أَمَرَنَا بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ، وَنَهَانَا عَنِ الظُّلْمِ وَالْبَغْيِ، فَقَالَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى:
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.
فَاتَّقُوا اللَّهَ عِبَادَ اللَّهِ، وَأَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا، وَأَعْطُوا الْعُمَّالَ أُجُورَهُمْ قَبْلَ أَنْ يَجِفَّ عَرَقُهُمْ، وَلَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُورِنَا، وَوَفِّقْهُمْ لِمَا فِيهِ خَيْرُ الْبِلَادِ وَالْعِبَادِ.
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي أَرْزَاقِنَا، وَأَصْلِحْ أَحْوَالَنَا، وَاجْعَلْ بَلَدَنَا هَذَا بَلَدًا آمِنًا مُطْمَئِنًّا سَخَاءً رَخَاءً.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ.
وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.
Editor : Ali Sodiqin