Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Beban Ganda Perempuan Korban Kecelakaan Kereta, Pemulihan Trauma Tak Bisa Sendiri

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 29 April 2026 | 14:17 WIB
Perempuan korban kecelakaan kereta menghadapi beban ganda yang memperlambat pemulihan trauma. (JawaPos.com)
Perempuan korban kecelakaan kereta menghadapi beban ganda yang memperlambat pemulihan trauma. (JawaPos.com)

RADARBANYUWANGI.ID - Perempuan korban kecelakaan kereta api menghadapi tantangan berlapis dalam proses pemulihan. Tidak hanya dampak fisik dan psikologis, mereka juga kerap menanggung beban peran ganda sebagai pencari nafkah sekaligus pengurus rumah tangga.

Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Rose Mini Agoes Salim, menilai kondisi tersebut berpotensi memperberat tekanan mental pascakejadian traumatis.

“Ketika hal ini terjadi pada perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga, maka seluruh anggota keluarga perlu ikut membantu. Tidak bisa dibiarkan dia menghadapi sendiri dalam kondisi yang tidak nyaman,” ujarnya, Selasa (28/4/2026), dikutip Antara.

Psikolog yang akrab disapa Bunda Romy itu menjelaskan, tuntutan ekonomi dan tanggung jawab domestik sering membuat korban merasa harus segera pulih. Padahal, kondisi psikologis belum tentu stabil sepenuhnya. Situasi ini memicu konflik batin, terutama saat korban dihadapkan pada pilihan antara fokus pada pemulihan atau tetap memenuhi kebutuhan keluarga.

Dalam jangka panjang, tekanan tersebut dinilai dapat memperlambat pemulihan trauma. Oleh karena itu, dukungan keluarga menjadi faktor krusial.

“Suami atau anggota keluarga lain perlu mengambil alih sebagian tugas agar perempuan yang menjadi korban bisa fokus pada pemulihan. Itu penting untuk membantu mereka bertahan dan pulih,” tegasnya.

Selain keluarga, lingkungan kerja juga memiliki peran strategis. Fleksibilitas kebijakan dan pemahaman dari tempat kerja dinilai mampu mengurangi tekanan tambahan bagi korban.

Peristiwa kecelakaan kereta api di Bekasi Timur yang melibatkan sejumlah korban perempuan menjadi sorotan. Kejadian ini memperlihatkan kerentanan kelompok tertentu dalam menghadapi dampak berlapis, fisik, psikologis, hingga sosial.

Romy menambahkan, pemulihan trauma tidak bisa dilepaskan dari konteks sosial yang melingkupi korban. Pendekatan berbasis dukungan keluarga dan lingkungan dinilai menjadi kunci agar korban dapat kembali menjalani aktivitas secara bertahap dan berkelanjutan.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#kesehatan mental perempuan #pemulihan trauma #peran keluarga #psikologi sosial #kecelakaan kereta api