RADARBANYUWANGI.ID - Pengamat keselamatan berkendara sekaligus Direktur Pelatihan Safety Defensive Consultant Indonesia, Sony Susmana, menegaskan pentingnya etika dan disiplin pengemudi saat melintasi perlintasan sebidang. Hal ini menyusul insiden kecelakaan yang melibatkan taksi listrik dan kereta di Bekasi, Jawa Barat.
Menurut Sony, faktor utama yang harus dibenahi bukan semata aspek teknis kendaraan, melainkan perilaku pengemudi di lapangan. Ia menyoroti masih banyaknya pelanggaran berupa menerobos palang pintu atau mengabaikan sinyal peringatan.
“Justru yang harus diperbaiki adalah cara atau etika melintas rel dan tidak menerobos palang,” ujarnya, Selasa (28/4/2026), dikutip Antara.
Ia menilai, penyebab kendaraan mogok dalam kasus tersebut tidak bisa serta-merta dikaitkan dengan gangguan teknis, seperti masalah kelistrikan atau roda selip di rel. Penyelidikan oleh otoritas terkait masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.
Sony menekankan bahwa kedisiplinan pengemudi merupakan faktor krusial dalam keselamatan di perlintasan sebidang. Kepatuhan terhadap rambu lalu lintas, tidak memaksakan diri saat kondisi tidak aman, serta kewaspadaan terhadap sinyal peringatan menjadi prinsip dasar yang tidak boleh diabaikan.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa pengemudi juga harus memahami karakter kendaraan yang dikemudikan, terutama di era kendaraan listrik yang semakin berkembang di Indonesia. Teknologi canggih pada kendaraan modern menuntut pemahaman yang lebih baik agar tidak terjadi kesalahan operasional.
“Kurangnya pemahaman terhadap sistem kendaraan, khususnya pada aspek kelistrikan, juga dapat memicu kesalahan dalam pengoperasian,” tambahnya.
Di sisi lain, Sony mendorong perusahaan penyedia jasa transportasi untuk lebih aktif dalam memberikan edukasi kepada para pengemudi. Ia menilai, pembekalan tidak cukup hanya melalui buku manual, tetapi perlu dilengkapi pelatihan komprehensif, termasuk simulasi kondisi darurat di jalan.
Editor : Lugas Rumpakaadi