Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Gerakan Pramuka Situbondo Dihidupkan Lagi, Mbak Ulfi Perluas Program Hingga Desa dan Beasiswa Kuliah Gratis

Ahmad Rifa'ie • Rabu, 29 April 2026 | 15:00 WIB
PEDULI SOSIAL: Ketua Kwarcab Pramuka Situbondo, Kak Ulfiyah, didampingi anggota Pramuka melakukan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi masyarakat Situbondo. (Ahmad Rifa
PEDULI SOSIAL: Ketua Kwarcab Pramuka Situbondo, Kak Ulfiyah, didampingi anggota Pramuka melakukan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi masyarakat Situbondo. (Ahmad Rifa'ie/Radar SItubondo)

RADARBANYUWANGI.ID - Gerakan Pramuka di Kabupaten Situbondo kembali digelorakan dengan arah baru yang lebih progresif. Tidak sekadar kegiatan ekstrakurikuler, Pramuka kini diperluas hingga ke pelosok desa dengan fokus pada penguatan karakter, kegiatan sosial, hingga pembukaan akses beasiswa pendidikan tinggi bagi anggota berprestasi maupun kurang mampu.

Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Situbondo, Ulfiyah atau yang akrab disapa Mbak Ulfi, menegaskan bahwa revitalisasi gerakan Pramuka menjadi salah satu prioritas utama kepengurusannya saat ini. Ia menekankan bahwa Pramuka harus kembali aktif di seluruh tingkatan pendidikan sebagai bagian dari sistem pembentukan karakter generasi muda.

“Pramuka harus aktif kembali. Ini bukan sekadar kegiatan tambahan, tetapi bagian penting dalam pembentukan karakter generasi muda,” ujar Mbak Ulfi yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Situbondo.

Menurutnya, Pramuka tidak boleh hanya dipandang sebagai kegiatan formalitas di sekolah, melainkan harus menjadi ruang pembinaan yang hidup dan berdampak langsung bagi masyarakat. Karena itu, Kwarcab Situbondo mulai menggerakkan berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan sosial di lapangan.

Salah satu program unggulan yang mulai dijalankan adalah Perkemahan Wirakarya, yang difokuskan untuk membantu pemerintah daerah dalam penanganan rumah tidak layak huni (RTLH). Program ini dijalankan dengan menggandeng Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Timur hingga Kwartir Nasional (Kwarnas).

“Memang belum besar, tetapi kami sudah mulai berkontribusi membantu masyarakat, khususnya dalam program RTLH,” jelasnya.

Di sektor pendidikan, Kwarcab Situbondo juga membuka peluang besar bagi anggota Pramuka untuk melanjutkan pendidikan tinggi melalui skema beasiswa. Program ini merupakan hasil kerja sama antara Kwarda Jawa Timur dengan Universitas Negeri Surabaya (UNESA), yang memberikan kesempatan kuliah gratis bagi anggota Pramuka aktif.

Program tersebut juga selaras dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Situbondo melalui inisiatif “Sibon Melenting”, yang mendorong peningkatan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat kurang mampu.

“Iya, sudah ada MoU dengan Kwarda. Alhamdulillah, ini hasil inisiasi bersama dalam rapat kerja,” ungkap Mbak Ulfi.

Tidak hanya fokus pada pendidikan formal, Pramuka Situbondo juga menghadirkan inovasi khas daerah dengan menggelar Perkemahan Santri dalam rangka Hari Santri. Kegiatan ini menjadi terobosan pertama di tingkat Kwarcab Situbondo, bahkan disebut sebagai satu-satunya di Jawa Timur.

“Ini menunjukkan bahwa tidak ada lagi perbedaan. Santri juga bagian dari Pramuka dan harus mendapat ruang yang sama,” tegasnya.

Selain program pengembangan, Pramuka Situbondo juga mencatat sejumlah capaian prestasi di tingkat regional Tapal Kuda sebagai bukti keberhasilan pembinaan yang telah dilakukan. Di sisi lain, kepedulian sosial terus diperkuat melalui gerakan swadaya antaranggota.

Kwarcab bersama Kwartir Ranting (Kwaran) secara aktif menggalang donasi untuk membantu anggota Pramuka yang kurang mampu, mulai dari pengadaan seragam, sepatu, hingga perlengkapan sekolah.

“Kami sering menemukan adik-adik yang tidak memiliki seragam. Itu langsung kami bantu di lapangan,” katanya.

Kepedulian tersebut tidak berhenti pada sektor pendidikan. Saat terjadi bencana seperti banjir dan musibah lainnya, Pramuka Situbondo turut hadir membantu proses evakuasi dan penanganan korban bersama tim SAR. Bahkan, sejumlah anggota Pramuka ikut terlibat dalam misi kemanusiaan di lapangan.

Sedikitnya 300 paket bantuan berupa seragam, tas, dan alat tulis telah disalurkan kepada siswa terdampak bencana, disertai pembagian paket sembako melalui kolaborasi Kwarcab dan Kwaran.

“Pramuka juga terlibat dalam kegiatan kemanusiaan lainnya, termasuk membantu evakuasi bersama SAR. Ini bagian dari pengabdian,” tegasnya.

Ke depan, Kwarcab Situbondo berkomitmen memperluas jangkauan pembinaan hingga ke wilayah pedesaan terpencil. Fokus utama adalah menjangkau generasi muda dari keluarga kurang mampu yang memiliki semangat untuk berkembang melalui kegiatan kepramukaan.

“Kami ingin Pramuka tidak hanya berkembang di sekolah favorit, tetapi juga di daerah terpencil. Siapa pun yang punya kemauan, kami siap memfasilitasi,” ujarnya.

Mbak Ulfi berharap, melalui penguatan gerakan ini, Pramuka dapat menjadi benteng moral generasi muda Situbondo. Nilai-nilai Dasa Darma Pramuka diyakini mampu membentuk karakter disiplin, mandiri, dan berjiwa sosial di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

“Pramuka adalah wadah pembinaan karakter. Dengan kegiatan positif, anak-anak bisa terhindar dari hal-hal negatif dan lebih fokus mengembangkan diri,” pungkasnya. (rif/pri/adv)

Editor : Ali Sodiqin
#Pramuka Situbondo #Kwarcab Situbondo Mbak Ulfi #beasiswa Pramuka UNESA #program RTLH Pramuka #Perkemahan Santri Situbondo