Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Wisuda Untag Banyuwangi 2026: 113 Sarjana Lulus, Rektor Tekankan Jadi “Insan Solusi” di Tengah Perubahan

M Ksatria Raya • Sabtu, 25 April 2026 | 19:23 WIB
SARJANA BARU: Ratusan sarjana Untag 1945 Banyuwangi menjalani wisuda di auditorium setempat, Sabtu (25/4). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
SARJANA BARU: Ratusan sarjana Untag 1945 Banyuwangi menjalani wisuda di auditorium setempat, Sabtu (25/4). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Kampus Universitas 17 Agustus (Untag) 1945 Banyuwangi menggelar wisuda akbar, kemarin (25/4), dengan meluluskan 113 sarjana dari berbagai program studi.

Prosesi yang berlangsung khidmat di auditorium kampus Jalan Adi Sucipto Nomor 26 itu tak sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum penegasan peran lulusan di tengah perubahan zaman yang kian dinamis.

Lewat sidang senat terbuka, ratusan wisudawan resmi menyandang gelar akademik. Namun, pesan yang mengemuka menegaskan bahwa capaian tersebut bukanlah garis akhir, melainkan titik awal perjalanan baru sebagai insan pembelajar sekaligus pemberi makna di masyarakat.

Rektor Untag Banyuwangi, Dr. Yovita Vivianty Indriadewi Atmadjaja, SE, M.Com, menekankan pentingnya keseimbangan antara keterampilan, karakter, dan nilai-nilai luhur. Menurutnya, lulusan perguruan tinggi harus mampu menjawab tantangan zaman dengan kontribusi nyata.

“Jadilah insan solusi. Dunia membutuhkan kontribusi nyata, bukan sekadar penonton,” tegasnya di hadapan para wisudawan dan keluarga yang hadir.

Ketua Perpenas Banyuwangi Yunita Iliana (tengah) bersama pengurus Perpenas lainnya turut hadir dalam acara wisuda. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
Ketua Perpenas Banyuwangi Yunita Iliana (tengah) bersama pengurus Perpenas lainnya turut hadir dalam acara wisuda. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

 

Yovita juga mengingatkan bahwa perjalanan ke depan tidak selalu mulus. Kegagalan, menurutnya, merupakan bagian penting dari proses pendewasaan yang tidak bisa dihindari.

“Kegagalan bukan untuk ditakuti, tetapi dijalani sebagai proses menuju keberhasilan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua Perpenas Banyuwangi, Yunita Iliana, menyebut wisuda sebagai penanda perjalanan panjang yang penuh perjuangan, ketekunan, dan harapan. Ia menilai, makna wisuda jauh melampaui sekadar perolehan gelar akademik.

“Hari ini bukan hanya tentang gelar, tetapi tentang siapa Anda telah menjadi,” katanya.

Yunita menambahkan, tantangan ke depan menuntut lulusan memiliki kemampuan adaptasi tinggi, kolaboratif, serta berintegritas kuat. Ia mendorong para wisudawan untuk terus belajar sepanjang hayat dan berani menghadapi ketidakpastian.

“Keberhasilan sejati bukan hanya diukur dari capaian pribadi, tetapi dari dampak yang diberikan kepada sekitar,” imbuhnya.

Ia pun mengajak para lulusan untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

“Pada akhirnya, yang dikenang bukan hanya apa yang kita raih, tetapi apa yang kita beri,” tuturnya.

Di sisi lain, kisah perjuangan juga datang dari salah satu wisudawan, Prayoga Airlangga, lulusan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Ia mengaku perjalanan kuliahnya sejak 2021 tidaklah mudah, penuh tantangan dan rintangan.

“Dari awal kuliah memang penuh rintangan. Tapi alhamdulillah, semua terbayar hingga sampai di titik wisuda ini,” ungkapnya.

Wisuda kali ini menegaskan komitmen Untag Banyuwangi dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi realitas dunia kerja dan sosial.

Dengan bekal ilmu, karakter, dan semangat kebangsaan, para sarjana baru diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang memberi dampak nyata bagi lingkungan sekitarnya. (ray/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#pendidikan Banyuwangi #wisuda Untag Banyuwangi #sarjana baru 2026 #rektor Untag Banyuwangi #lulusan adaptif