Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Rahasia Air di Kegelapan Bulan Terungkap, Ilmuwan Sebut Potensi Besar untuk Misi Antariksa

Lugas Rumpakaadi • Jumat, 24 April 2026 | 08:06 WIB
Ilustrasi bulan di kegelapan malam. (Pexels/Vladislovas Sketerskis)
Ilustrasi bulan di kegelapan malam. (Pexels/Vladislovas Sketerskis)

RADARBANYUWANGI.ID - Selama puluhan tahun, Bulan kerap dipandang sebagai benda langit yang kering, sunyi, dan tandus. Namun, temuan ilmiah terbaru mulai mengubah persepsi tersebut. Di balik bayang-bayang abadi kawah-kawahnya, satelit alami Bumi ini diduga menyimpan cadangan air dalam jumlah signifikan.

Penelitian mengungkap keberadaan apa yang disebut sebagai cold traps atau perangkap dingin. Area ini merupakan bagian permukaan Bulan yang tidak pernah tersentuh sinar Matahari, terutama di wilayah kutub selatan. Kondisi ini terjadi karena kemiringan poros Bulan yang sangat kecil, sehingga membuat dasar kawah tetap berada dalam kegelapan selama miliaran tahun.

Dalam kondisi suhu yang sangat rendah, es air diyakini dapat bertahan tanpa menguap ke ruang angkasa. Para ilmuwan memperkirakan luas wilayah bayangan permanen ini mencapai sekitar 40.000 kilometer persegi. Menariknya, ukurannya bervariasi, mulai dari kawah raksasa hingga kantong kecil seukuran koin.

Temuan ini menjadi kabar menggembirakan bagi pengembangan misi antariksa jangka panjang. Air di Bulan bukan hanya penting untuk kebutuhan konsumsi, tetapi juga memiliki nilai strategis sebagai sumber energi.

“Air tersebut merupakan sumber daya yang tak ternilai. Selain bisa digunakan untuk minum, air dapat diolah menjadi bahan bakar roket melalui pemisahan hidrogen dan oksigen,” ungkap narator dalam laporan ilmiah Bright Side Space.

Meski demikian, para peneliti mengingatkan bahwa bukti langsung masih diperlukan. Selama ini, indikasi keberadaan air diperoleh melalui data penginderaan jauh. Untuk memastikan volume serta kemudahan aksesnya, diperlukan misi lanjutan berupa pendaratan manusia atau pengiriman robot penjelajah yang mampu menggali permukaan Bulan.

Jika cadangan air ini terbukti melimpah dan mudah dimanfaatkan, peluang membangun pangkalan permanen di Bulan kian terbuka lebar. Ambisi yang dulu hanya menghuni ranah fiksi ilmiah kini perlahan bergerak menuju kenyataan.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#misi antariksa #pangkalan permanen #bulan #Cadangan air