RADARBANYUWANGI.ID - Perayaan Hari Buku Sedunia menjadi panggung bagi beragam tradisi lokal yang khas di berbagai negara. Dari pertukaran mawar di Spanyol hingga maraton membaca di Meksiko, tiap negara menghadirkan cara unik untuk mendekatkan masyarakat dengan buku.
Di wilayah Catalunya, Spanyol, Hari Buku Sedunia identik dengan Diada de Sant Jordi. Tradisi ini mempertemukan cinta dan literasi dalam satu perayaan. Jalanan utama seperti La Rambla di Barcelona berubah menjadi lautan stan buku dan mawar. Masyarakat saling bertukar hadiah: pria memberikan mawar, sementara wanita membalas dengan buku.
Sementara itu, Inggris dan Irlandia memilih merayakan Hari Buku Sedunia pada Kamis pertama bulan Maret. Penyesuaian ini dilakukan untuk menghindari benturan dengan libur Paskah. Di sana, anak-anak sekolah mengenakan kostum karakter buku favorit mereka, dari tokoh klasik hingga karakter modern seperti Harry Potter.
Tak hanya itu, jutaan anak menerima token buku senilai 1 poundsterling yang dapat ditukarkan dengan buku khusus secara gratis di toko buku setempat. Program ini dinilai efektif dalam mendorong kebiasaan membaca sejak dini.
Di Amerika Latin, Meksiko menghadirkan pendekatan berbeda melalui maraton membaca selama 12 jam tanpa henti. Kegiatan ini digelar di ruang publik dan melibatkan masyarakat luas. Tujuannya sederhana, untuk menghadirkan sastra langsung ke telinga masyarakat.
Berpindah ke Eropa Utara, Swedia menitikberatkan perayaan pada keterlibatan generasi muda. Sekolah-sekolah menggelar kontes pemilihan buku terbaik serta lomba menulis. Puluhan ribu pelajar setiap tahun berpartisipasi, memberikan suara untuk buku favorit mereka.
Di Jerman, kampanye nasional bertajuk “Ich schenk dir eine Geschichte” atau “Aku memberimu sebuah cerita” menjadi ciri khas perayaan. Sekitar satu juta siswa sekolah dasar menerima buku gratis yang disesuaikan dengan usia mereka.
Sementara itu, di Asia Tenggara, Malaysia mengusung pendekatan kreatif. Anak-anak diajak menirukan atau memerankan karakter buku favorit mereka di sekolah. Aktivitas ini bertujuan menghidupkan cerita sekaligus meningkatkan pemahaman terhadap isi buku.
Editor : Lugas Rumpakaadi