Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Demi TKA Lancar, Siswa SD di Banyuwangi Ujian di Resort Sukamade, Berangkat Subuh Naik Truk

Ali Sodiqin • Senin, 20 April 2026 | 13:25 WIB
TKA SD Banyuwangi dipindah ke Resort Sukamade akibat listrik padam dan internet lemah. Siswa berangkat subuh demi ujian lancar. (Puji for Radar Banyuwangi)
TKA SD Banyuwangi dipindah ke Resort Sukamade akibat listrik padam dan internet lemah. Siswa berangkat subuh demi ujian lancar. (Puji for Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di wilayah terpencil Banyuwangi berubah menjadi perjuangan ekstra.

Bukan hanya soal mengerjakan soal, siswa harus berpindah lokasi hingga berangkat subuh demi memastikan ujian tetap berjalan.

Di SD Negeri 2 Sarongan, pelaksanaan TKA pada Senin (20/4/2026) terpaksa dipindahkan ke kawasan Pantai Sukamade.

Baca Juga: Jatim Mulai “Panaskan Mesin” SPMB 2026/2027, Ini Jadwal Lengkap yang Wajib Dicermati

Keputusan ini diambil setelah listrik padam berjam-jam dan jaringan internet di sekolah tidak stabil.


Ujian Dipindah, Demi Hindari Gangguan Teknis

Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Alfian, memastikan pelaksanaan TKA tetap berjalan meski harus berpindah lokasi.

“Aman dan lancar. Tempat sudah diantisipasi pindah ke aula Resort Sukamade, dibantu kepolisian, Babinsa, dan jaringan Starlink,” ujarnya.

Langkah ini menjadi solusi cepat untuk menghindari kegagalan sistem dalam ujian berbasis daring yang sangat bergantung pada listrik dan koneksi internet.


Pemadaman Listrik Berulang Jadi Pemicu

Kepala sekolah, Angga Setiawan, mengungkapkan bahwa pemadaman listrik terjadi sejak pagi hingga sore sehari sebelum pelaksanaan.

Baca Juga: Harga Emas Antam 20 April 2026 Anjlok Rp44.000, Konflik Timur Tengah Picu Tekanan Ganda

Tak hanya itu, jaringan internet juga tidak dapat diandalkan.

“Sejak pagi sampai sekitar pukul 16.00 WIB listrik padam dan wifi tidak stabil. Kami akhirnya memutuskan pindah ke Sukamade,” jelasnya.

Menurutnya, pemadaman listrik di wilayah tersebut sering terjadi secara tiba-tiba, bahkan dalam sehari bisa lebih dari sekali.


Andalkan Internet Satelit

Pemilihan lokasi di kawasan resort bukan tanpa alasan. Di sana tersedia jaringan internet berbasis satelit Starlink yang dinilai lebih stabil.

“Dengan Starlink, pelaksanaan ujian daring lebih terjamin,” tambah Angga.

Langkah ini menegaskan kesenjangan infrastruktur digital di wilayah terpencil yang masih menjadi tantangan besar dalam pelaksanaan ujian berbasis teknologi.


Berangkat Subuh, Naik Truk

Perjuangan siswa tidak berhenti pada perpindahan lokasi. Untuk mencapai tempat ujian, mereka harus berangkat sejak subuh.

Baca Juga: Hari Pertama TKA SD Digelar, Kemendikdasmen Siapkan Susulan 11–17 Mei 2026

Sekitar pukul 05.30 WIB, siswa diberangkatkan menggunakan kendaraan bak terbuka menuju Sukamade.

Jarak tempuh sekitar 5 kilometer dengan medan yang tidak mudah menjadi tantangan tersendiri bagi siswa sekolah dasar.


Peralatan Dipindah Total

Sekolah juga harus memindahkan seluruh perlengkapan ujian ke lokasi baru, mulai dari meja, perangkat Chromebook pinjaman, hingga laptop milik proktor dan teknisi.

“Semua sudah kami siapkan di lokasi agar pelaksanaan berjalan lancar,” kata Angga.

Koordinasi juga dilakukan dengan Babinsa dan pengawas untuk memastikan kesiapan tempat ujian.


Potret Kesenjangan Pendidikan

Kisah siswa SDN 2 Sarongan menjadi gambaran nyata ketimpangan akses pendidikan di daerah terpencil.

Baca Juga: 225 Pelatih Tari Serbu Banyuwangi, Gandrung Sewu 2026 Dipacu Lebih Dini: Perebutan Standar Kualitas Dimulai

Sebelumnya, para siswa bahkan harus berburu sinyal ke dataran tinggi hanya untuk mengikuti try out.

Kini, mereka kembali harus berjuang ekstra demi mengikuti ujian resmi.


Semangat di Tengah Keterbatasan

Di tengah segala keterbatasan, semangat belajar para siswa tetap menyala.

Perpindahan lokasi, perjalanan subuh, hingga keterbatasan fasilitas tidak menyurutkan tekad mereka untuk mengikuti TKA.

Kondisi ini sekaligus menjadi pengingat: di balik transformasi digital pendidikan, masih ada daerah yang berjuang mengejar koneksi—secara harfiah.

Dan di Banyuwangi, perjuangan itu dimulai sejak matahari belum terbit. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#starlink #TKA Banyuwangi #SDN 2 Sarongan #ujian online #Sukamade