RADARBANYUWANGI.ID - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-49 SMAN 2 Situbondo tak sekadar seremoni. Ribuan warga tumpah ruah memadati lapangan sekolah dalam gelaran “Smada Prima Bershalawat”, Senin malam (13/4/2026).
Di tengah hiruk-pikuk perayaan sekolah, kegiatan religius ini justru menjadi magnet utama—menguatkan identitas sekaligus menjawab tantangan moral generasi muda.
Dengan menghadirkan ulama kharismatik Achmad Azaim Ibrahimy bersama Jam’iyah Sholawat Bhenning Sokarajjeh, acara berlangsung khidmat sekaligus penuh energi spiritual.
Baca Juga: Geger Penemuan Mayat di Sungai Singojuruh Banyuwangi, Polisi Pastikan Tanpa Tanda Kekerasan
Tema yang diusung, “Satukan Semangat Raih Keberkahan Bersama Smada Prima Bershalawat”, menjadi pesan kuat di tengah arus modernisasi pendidikan.
Antusiasme Membludak, Lapangan Penuh
Sejak petang, warga dari berbagai penjuru Kabupaten Situbondo mulai berdatangan. Lapangan sekolah berubah menjadi lautan manusia. Tak hanya siswa dan alumni, masyarakat umum turut larut dalam lantunan sholawat.
Fenomena ini menunjukkan satu hal: kegiatan berbasis spiritual masih memiliki daya tarik kuat, bahkan di tengah era digital yang serba cepat.
Kepala Sekolah Tekankan Makna Syukur
Kepala sekolah, Nikmatil Hasanah, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan refleksi perjalanan panjang institusi pendidikan tersebut.
Baca Juga: Latihan SNBT 2026: TPS - Tes Potensi Skolastik Model Terbaru, Fokus Logika Bukan Hafalan
“Melalui lantunan sholawat, kita memohon keberkahan agar SMAN 2 Situbondo tetap menjadi sekolah yang dicintai, dipercaya, dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya, Selasa (14/4/2026), seperti dilansir dari laman situbondokab.go.id.
Ia juga menekankan komitmen sekolah untuk terus berbenah dan berinovasi di tengah dinamika pendidikan yang semakin kompetitif.
Hadirnya Tokoh dan Pejabat
Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah. Selain itu, tampak pula perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Bondowoso, para kepala SMA/SMK se-Situbondo, Forkopimka, hingga pengurus komite sekolah.
Baca Juga: Diperiksa 7 Jam di Polresta Banyuwangi, WNA Rusia Andrew Fadeev Bantah Lakukan Penganiayaan
Kehadiran para pejabat ini mempertegas posisi SMAN 2 Situbondo sebagai salah satu institusi pendidikan yang memiliki pengaruh kuat di daerah.
Antara Tradisi dan Tantangan Zaman
Di tengah derasnya tantangan globalisasi, kegiatan seperti Smada Prima Bershalawat menjadi ruang penting untuk menjaga keseimbangan antara intelektualitas dan spiritualitas.
Sekolah tidak hanya dituntut mencetak siswa berprestasi akademik, tetapi juga berkarakter kuat. Di sinilah nilai religius menjadi fondasi yang tak tergantikan.
Momentum Perkuat Identitas Sekolah
Memasuki usia ke-49, SMAN 2 Situbondo berada di persimpangan: mempertahankan tradisi atau beradaptasi dengan perubahan zaman.
Melalui kegiatan ini, sekolah memilih keduanya—menguatkan akar spiritual sambil terus mendorong inovasi pendidikan.
Lebih dari Sekadar Perayaan
“Smada Prima Bershalawat” bukan hanya peringatan ulang tahun. Ini adalah pernyataan sikap—bahwa pendidikan tidak boleh tercerabut dari nilai-nilai moral dan kebersamaan.
Di tengah sorotan publik terhadap krisis karakter generasi muda, langkah ini menjadi relevan, bahkan mendesak.
Kini, tantangannya adalah menjaga konsistensi. Sebab, satu malam penuh sholawat mungkin menggetarkan, tetapi keberlanjutan nilai itulah yang akan menentukan masa depan. (*)
Editor : Ali Sodiqin