RADARBANYUWANGI.ID – Kolaborasi tiga pihak ini tak sekadar seremonial. Sinergi antara Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, Neutron Banyuwangi, dan Jawa Pos Radar Banyuwangi berhasil menggelar Try Out Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat SD dengan skala besar—hampir 8.000 siswa terlibat.
Di tengah tuntutan peningkatan kualitas pendidikan dan kesiapan menghadapi sistem seleksi berbasis kompetensi, try out ini menjadi jawaban konkret. Namun, di balik keberhasilan itu, muncul tantangan klasik: kesenjangan kesiapan siswa dalam menghadapi model ujian modern berbasis digital.
Try out yang digelar serentak pada 13–14 April 2026 ini diikuti siswa dari 17 kecamatan dan 385 sekolah. Pelaksanaan berbasis online menjadi langkah maju, sekaligus ujian kesiapan infrastruktur dan literasi digital siswa.
Baca Juga: Dua Puluh Besar Siswa Peraih Nilai Tertinggi Try Out TKA SD Se Banyuwangi
Mengusung standar nasional, soal-soal disusun oleh tentor berpengalaman Neutron dengan pendekatan HOTS (Higher Order Thinking Skills). Artinya, siswa dituntut tidak sekadar menghafal, tetapi mampu memahami, menganalisis, dan memecahkan masalah secara logis.
Keunggulan try out ini tidak berhenti di situ.
Sistem ujian menggunakan Computer Based Test (CBT) yang dipadukan dengan metode penilaian Item Response Theory (IRT). Skema ini membuat hasil lebih objektif dan mencerminkan kemampuan riil siswa—mirip dengan sistem ujian nasional modern hingga seleksi berbasis komputer seperti UTBK.
Dengan sistem tersebut, siswa tidak hanya mengerjakan soal, tetapi juga belajar beradaptasi dengan tekanan waktu, akurasi jawaban, dan strategi pengerjaan.
Hasilnya pun lebih dari sekadar nilai.
Melalui evaluasi komprehensif, siswa dapat mengetahui kelemahan materi, mengukur kemampuan dibanding peserta lain, hingga memetakan peluang dalam jalur prestasi menuju jenjang pendidikan lebih tinggi.
Di sinilah peran kolaborasi menjadi krusial.
Dinas Pendidikan memastikan keterlibatan sekolah secara luas. Neutron menghadirkan kualitas akademik dan sistem evaluasi. Sementara Radar Banyuwangi memperkuat diseminasi informasi dan literasi publik.
Baca Juga: Untuk Kalian Pejuang Kelas 6 Yang Akan Menghadapi TKA, Pahami Hal- Hal Berikut
Kombinasi ini menjadikan try out bukan sekadar latihan, tetapi bagian dari ekosistem pembelajaran yang terintegrasi.
Meski sukses dari sisi partisipasi, pelaksanaan juga memunculkan dinamika di lapangan. Tidak semua siswa siap menghadapi sistem digital dan soal berbasis analisis tinggi. Ini menjadi catatan penting bagi sekolah untuk memperkuat pembinaan ke depan.
Namun demikian, tingginya partisipasi menunjukkan antusiasme besar terhadap peningkatan kualitas pendidikan.
Try out ini juga membuka peluang kompetisi sehat. Dengan sistem peringkat, siswa bisa melihat posisi mereka tidak hanya di tingkat sekolah, tetapi juga secara lebih luas.
Lebih jauh, hasil try out dapat dimanfaatkan sebagai tolok ukur kesiapan mengikuti seleksi masuk SMP favorit melalui jalur prestasi maupun beasiswa.
Neutron Banyuwangi menegaskan bahwa try out seperti ini penting untuk membangun mentalitas ujian sejak dini.
Latihan berbasis soal berkualitas tinggi, manajemen waktu, serta simulasi tekanan ujian menjadi kunci keberhasilan siswa di masa depan.
Di tengah perubahan sistem pendidikan yang semakin kompetitif, langkah kolaboratif ini menjadi sinyal kuat: peningkatan kualitas tidak bisa berjalan sendiri.
Ke depan, tantangannya bukan hanya mempertahankan skala besar kegiatan, tetapi juga memastikan seluruh siswa memiliki kesiapan yang setara—baik dari sisi akademik maupun mental.
Satu hal yang jelas, try out ini bukan sekadar uji coba. Ini adalah peta awal menuju persaingan sesungguhnya. (*)
Editor : Ali Sodiqin