DWP Banyuwangi Tingkatkan Skill Admin Medsos Lewat Pelatihan Jurnalistik, Kolaborasi dengan Jawa Pos Radar Banyuwangi

Fredy Rizki Manunggal • Dipublikasikan Kamis, 16 April 2026 | 07:30 WIB
PEMBEKALAN: Dua narasumber asal JP-RaBa memberikan pelatihan jurnalistik dan peningkatan kualitas pengelolaan medsos kepada para anggota DWP dan admin media sosial sejumlah instansi, Rabu (15/4). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
PEMBEKALAN: Dua narasumber asal JP-RaBa memberikan pelatihan jurnalistik dan peningkatan kualitas pengelolaan medsos kepada para anggota DWP dan admin media sosial sejumlah instansi, Rabu (15/4). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Perkembangan media sosial yang semakin pesat mendorong Dharma Wanita Persatuan Banyuwangi untuk meningkatkan kapasitas anggotanya, khususnya dalam pengelolaan konten digital.

Sebagai bentuk respons terhadap kebutuhan tersebut, puluhan anggota DWP Banyuwangi mengikuti pelatihan jurnalistik dan pengelolaan media sosial yang digelar bersama Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa), Rabu (15/4).

Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat DWP Banyuwangi itu diikuti oleh para admin media sosial dari berbagai instansi pemerintah di Banyuwangi.

Diikuti Admin Medsos Berbagai Instansi

Peserta pelatihan berasal dari beragam instansi, mulai dari RSUD Blambangan, RSUD Genteng, puskesmas, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Sekretariat DPRD, hingga instansi lainnya.

Pelatihan ini menghadirkan dua pemateri dari JP-RaBa, yakni Fredy Rizki Manunggal dan Lugas Rumpakadi.

Keduanya memberikan materi seputar dasar-dasar jurnalistik, jenis karya jurnalistik, serta teknik penulisan berita yang baik dan benar.

Bekal Produksi Konten Video Pendek

Tak hanya teori jurnalistik, peserta juga dibekali kemampuan praktis dalam mengelola konten media sosial, khususnya video pendek yang kini menjadi tren di berbagai platform digital.

Materi ini dinilai penting agar admin medsos mampu menyajikan konten yang tidak hanya informatif, tetapi juga menarik dan mudah dipahami oleh masyarakat.

Tekankan Etika Jurnalistik

Ketua DWP Banyuwangi, Lina Guntur Priambodo, menegaskan bahwa pemahaman etika jurnalistik menjadi hal krusial bagi pengelola media sosial instansi.

Menurutnya, admin medsos dari berbagai lembaga seperti DPRD, rumah sakit, hingga organisasi perangkat daerah harus mampu menyajikan informasi yang sesuai kaidah jurnalistik.

“Dengan memahami etika jurnalistik, konten yang dipublikasikan bisa lebih menarik, edukatif, dan tetap kredibel,” ujarnya.

Ia berharap, melalui pelatihan ini, kualitas informasi yang disampaikan kepada masyarakat menjadi lebih jelas, terarah, dan dapat dipercaya.

“Pengelola medsos diharapkan mampu menyajikan informasi yang spesifik dan bisa dijadikan rujukan masyarakat,” tambahnya.

Medsos Jadi Wajah Organisasi

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Sosial Banyuwangi, Puguh Setyo Widodo, menilai bahwa media sosial saat ini telah menjadi representasi sebuah organisasi.

Menurutnya, pengelolaan konten yang baik akan mencerminkan citra lembaga di mata publik.

“Media sosial bukan sekadar gaya hidup, tetapi sudah menjadi wajah organisasi. Karena itu, pengelola harus bijak dalam memilih dan menyajikan konten,” ujarnya.

Puguh juga mengapresiasi berbagai kegiatan positif yang dilakukan DWP Banyuwangi. Ia berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kualitas penyampaian informasi kepada masyarakat.

“Semoga setelah pelatihan ini, kualitas konten media sosial DWP dan instansi semakin baik, menarik, bijak, dan akurat,” tandasnya.

Dorong Informasi Lebih Kredibel dan Profesional

Melalui pelatihan ini, DWP Banyuwangi menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di era digital.

Dengan penguasaan jurnalistik dan pengelolaan media sosial yang baik, diharapkan setiap informasi yang disampaikan oleh instansi pemerintah dapat lebih profesional, terpercaya, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. (fre/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
DWP Banyuwangi pengelolaan media sosial admin medsos instansi pelatihan jurnalistik Jawa Pos Radar Banyuwangi