Siswa SDN 2 Sarongan Sukamade Naik Bukit Cari Sinyal Demi Try Out TKA, Perjuangan di Tengah Hutan Banyuwangi Jadi Sorotan

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Selasa, 14 April 2026 | 13:28 WIB
Siswa SDN 2 Sarongan Sukamade Banyuwangi rela naik bukit dan masuk hutan demi sinyal untuk try out TKA online Radar Banyuwangi. (Gerda Sukarno/Radar Banyuwangi)
Siswa SDN 2 Sarongan Sukamade Banyuwangi rela naik bukit dan masuk hutan demi sinyal untuk try out TKA online Radar Banyuwangi. (Gerda Sukarno/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Di saat ribuan siswa sekolah dasar di Banyuwangi mengerjakan try out Tes Kemampuan Akademik (TKA) secara daring dari ruang kelas masing-masing, siswa SDN 2 Sarongan Sukamade, Pesanggaran, justru harus bertaruh dengan medan alam.

Mereka bukan sekadar duduk di bangku kelas dan menatap layar gawai. Sejumlah siswa terpaksa naik ke perbukitan, menyusuri area hutan, hingga mencari titik tertinggi di sekitar sekolah demi mendapatkan sinyal internet yang stabil agar bisa mengikuti try out online tanpa gangguan.

Potret perjuangan siswa di wilayah terpencil ini menjadi gambaran nyata ketimpangan akses digital pendidikan yang masih terjadi di Banyuwangi bagian selatan.

Bukan karena sekolah tidak memiliki ruang kelas atau fasilitas dasar.

Masalah utama justru ada pada satu hal yang kini menjadi kebutuhan utama pendidikan digital: sinyal internet.

Di SDN 2 Sarongan Sukamade, sinyal yang lemah memaksa siswa mencari lokasi alternatif di sekitar sekolah agar ujian daring yang digelar Jawa Pos Radar Banyuwangi, Dinas Pendidikan Banyuwangi, dan Neutron dapat diikuti dengan lancar.

Beberapa siswa bahkan harus naik ke area perbukitan dan hutan di sekitar sekolah untuk menemukan titik dengan jaringan paling kuat.

Perjuangan itu sontak menjadi perhatian karena memperlihatkan semangat belajar siswa yang tetap tinggi di tengah keterbatasan infrastruktur.

Siswa SDN 2 Sarongan Jadi Simbol Perjuangan Pendidikan di Wilayah Terpencil

Di tengah antusiasme hampir 8.000 siswa SD se-Banyuwangi yang mengikuti try out TKA tahun ini, kisah siswa SDN 2 Sarongan menjadi salah satu yang paling menyentuh.

Jika mayoritas peserta bisa mengerjakan dari ruang kelas, siswa di kawasan Sukamade harus lebih dulu “berburu sinyal” sebelum menjawab soal.

Situasi ini menegaskan bahwa pelaksanaan ujian online masih menyisakan tantangan serius di wilayah pelosok.

Namun di balik itu, semangat para siswa justru menjadi nilai lebih.

Mereka tidak menyerah hanya karena keterbatasan jaringan.

Dengan perangkat seadanya, siswa tetap berusaha agar bisa ikut simulasi TKA yang menjadi bagian penting persiapan menuju jenjang pendidikan berikutnya.

Perjuangan siswa SDN 2 Sarongan ini sekaligus menjadi potret nyata bagaimana akses pendidikan digital belum sepenuhnya merata.

Try Out TKA Diikuti Hampir 8.000 Siswa, Dua Kali Lipat dari Target

Secara umum, pelaksanaan try out TKA tingkat SD di Kabupaten Banyuwangi mencatat angka partisipasi yang luar biasa.

Jumlah peserta mencapai hampir 8.000 siswa, melonjak jauh dari target awal yang dipatok sekitar 4.000 peserta.

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara:

Ketua K3S Banyuwangi Ali Muhtadi menyebut tingginya partisipasi ini menjadi indikator bahwa kebutuhan simulasi TKA sangat besar.

“Antusias sekolah mengikuti try out sangat tinggi. Dari 4.000 yang ditargetkan, hampir 8.000 siswa ikut serta,” ujarnya.

Angka ini menunjukkan bahwa sekolah-sekolah mulai serius membangun kesiapan siswa menghadapi model evaluasi akademik terbaru.

Digelar Serentak Lima Hari di Seluruh Banyuwangi

Try out TKA ini menjadi pelaksanaan perdana yang dilakukan serentak di seluruh wilayah Banyuwangi.

Kegiatan berlangsung selama lima hari, mulai Jumat (10/4) hingga Selasa (14/4).

Pelaksanaan dilakukan di sekolah masing-masing dengan konsep yang dibuat menyerupai ujian sebenarnya.

Mulai dari suasana ruang ujian, tata tertib, hingga keseragaman teknis pengerjaan dibuat semirip mungkin dengan pelaksanaan TKA resmi.

Namun bagi SDN 2 Sarongan, simulasi itu tidak hanya soal ujian.

Ada tantangan tambahan berupa kondisi geografis yang memaksa siswa mencari titik sinyal terbaik.

Inilah yang membuat perjuangan siswa di sekolah tersebut menjadi sorotan tersendiri.

Try Out Bukan Sekadar Latihan Soal

Ketua pelaksana Try Out TKA SD 2026, Gerda Sukarno Prayudha, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar latihan teknis.

Menurutnya, try out juga menjadi alat ukur kesiapan sekolah dan orang tua.

“Try out ini tidak hanya berfungsi sebagai latihan teknis pengerjaan soal, tetapi juga menjadi instrumen evaluasi bagi sekolah dan orang tua dalam melihat tingkat kesiapan siswa,” jelasnya.

Selain kemampuan akademik, siswa juga dilatih untuk:

Hal ini penting karena banyak siswa sebenarnya menguasai materi, tetapi belum terbiasa dengan tekanan waktu.

SDN 2 Sarongan Ungkap Ketimpangan Akses Digital

Kisah siswa SDN 2 Sarongan Sukamade juga membuka ruang evaluasi lebih luas bagi dunia pendidikan.

Di satu sisi, digitalisasi ujian menjadi langkah maju.

Namun di sisi lain, wilayah terpencil masih menghadapi persoalan infrastruktur yang mendasar.

Try out ini sekaligus memperlihatkan bahwa kesiapan pendidikan digital tidak hanya ditentukan oleh soal dan perangkat, tetapi juga akses internet yang merata.

Semangat siswa yang rela naik bukit demi sinyal menjadi simbol kuat bahwa kemauan belajar tidak pernah kalah oleh keterbatasan.

Justru kondisi inilah yang memperlihatkan bahwa anak-anak di pelosok memiliki daya juang luar biasa.

Komitmen Tingkatkan Kualitas Pendidikan Banyuwangi

Kesuksesan try out ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Banyuwangi.

Kolaborasi media, pemerintah daerah, forum kepala sekolah, dan lembaga bimbingan belajar dinilai menjadi kekuatan utama program.

Ke depan, try out serupa direncanakan kembali digelar dengan jangkauan peserta yang lebih luas.

Namun kisah dari SDN 2 Sarongan Sukamade kemungkinan akan menjadi catatan paling kuat dari pelaksanaan tahun ini.

Di tengah kemajuan teknologi, para siswa di ujung selatan Banyuwangi itu mengingatkan bahwa pendidikan bukan hanya soal fasilitas, tetapi tentang tekad dan perjuangan.

Mereka naik bukit, menembus area hutan, demi satu tujuan: tetap bisa belajar dan bersaing. (*)

Editor : Ali Sodiqin
SDN 2 Sarongan siswa cari sinyal radar banyuwangi Sukamade Try Out TKA Banyuwangi