Hampir 8.000 Siswa se-Banyuwangi Ikuti Try Out TKA Perdana, Antusiasme Melonjak Dua Kali Lipat

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Selasa, 14 April 2026 | 08:29 WIB
Ali Muhtadi, Ketua K3S Banyuwangi. (Gerda Sukarno/Radar Banyuwangi)
Ali Muhtadi, Ketua K3S Banyuwangi. (Gerda Sukarno/Radar Banyuwangi)

BANYUWANGI – Pelaksanaan Try Out Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat SD di Kabupaten Banyuwangi mencatat antusiasme luar biasa.

Tak kurang dari hampir 8.000 siswa dari berbagai sekolah dasar di seluruh wilayah Banyuwangi turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Jumlah ini melonjak jauh dari target awal yang hanya dipatok sekitar 4.000 peserta.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Jawa Pos Radar Banyuwangi, Dinas Pendidikan Banyuwangi, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), Satuan Koordinator Wilayah (Satkorwil), serta lembaga bimbingan belajar Neutron.

Ketua K3S Banyuwangi, Ali Muhtadi, mengungkapkan tingginya partisipasi tersebut menjadi indikator kuat bahwa kebutuhan akan simulasi TKA sangat tinggi di kalangan sekolah.

“Antusias sekolah mengikuti try out sangat tinggi. Dari 4.000 yang ditargetkan, hampir 8.000 siswa ikut serta,” ujarnya.

Try Out Perdana Digelar Serentak se-Kabupaten

Ali Muhtadi menjelaskan, kegiatan ini menjadi momen perdana pelaksanaan try out TKA yang digelar secara serentak di seluruh wilayah Banyuwangi.

Pelaksanaan berlangsung selama lima hari, mulai Jumat (10/4) hingga Selasa (14/4), dengan lokasi di sekolah masing-masing.

Konsep pelaksanaan dibuat menyerupai ujian sesungguhnya, baik dari sisi teknis maupun suasana.

Bahkan, detail kecil seperti keseragaman perlengkapan hingga tata tertib ujian turut diperhatikan, seperti yang diterapkan di SDN 2 Kesilir.

“Karena ini perdana, ada beberapa hal yang harus diperbaiki ke depannya. Namun hal itu tidak memengaruhi secara mendasar,” tambahnya.

Evaluasi dan Perbaikan untuk Tahun Mendatang

Meski berjalan sukses, pelaksanaan try out ini tetap menjadi bahan evaluasi bagi panitia dan seluruh pihak terkait.

Beberapa aspek teknis dan koordinasi menjadi catatan penting untuk penyempurnaan kegiatan serupa di masa mendatang.

Ali Muhtadi menegaskan, ke depan try out TKA akan kembali digelar dengan persiapan yang lebih matang dan jangkauan peserta yang lebih luas.

“Tahun depan rencananya akan diselenggarakan lagi dengan peserta lebih banyak dan persiapan yang lebih matang,” tegasnya.

Ia juga berharap melalui kegiatan ini, sekolah dapat mulai membiasakan diri dalam mengondisikan pelaksanaan TKA yang sebenarnya, baik dari sisi sarana, prasarana, hingga kenyamanan siswa saat ujian.

Latih Mental dan Strategi Siswa

Try out TKA bukan sekadar ajang latihan soal, melainkan sarana penting dalam membangun kesiapan mental dan strategi siswa.

Melalui simulasi yang mendekati kondisi riil, siswa dilatih menghadapi tekanan ujian sekaligus mengasah kemampuan mengelola waktu.

Ketua pelaksana Try Out TKA SD 2026, Gerda Sukarno Prayudha, menyebut bahwa kegiatan ini juga berfungsi sebagai alat evaluasi menyeluruh.

“Try out ini tidak hanya berfungsi sebagai latihan teknis pengerjaan soal, tetapi juga menjadi instrumen evaluasi bagi sekolah dan orang tua dalam melihat tingkat kesiapan siswa,” jelasnya.

Banyak siswa yang sebenarnya menguasai materi pelajaran, namun belum mampu mencapai hasil optimal karena kurang terbiasa dengan batasan waktu.

Oleh karena itu, try out menjadi media efektif untuk melatih kecepatan, ketelitian, dan strategi menjawab soal.

TKA Jadi Penentu Lanjutan Pendidikan

Dalam beberapa tahun terakhir, TKA menjadi salah satu indikator penting dalam proses melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

Hal ini membuat kesiapan siswa menjadi perhatian utama, tidak hanya dari sisi akademik tetapi juga psikologis.

Melalui kegiatan try out ini, siswa diharapkan mampu:

Kolaborasi Kunci Sukses Program

Kesuksesan pelaksanaan try out TKA ini tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak. Sinergi antara media, pemerintah daerah, forum kepala sekolah, hingga lembaga bimbingan belajar menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan program ini.

Dengan dukungan yang terus berlanjut, kegiatan serupa diharapkan dapat menjangkau lebih banyak siswa dan menjadi bagian dari strategi peningkatan mutu pendidikan di Banyuwangi.

Komitmen Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Try out TKA ini sekaligus menjadi bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Banyuwangi. Pembiasaan sejak dini dinilai menjadi kunci agar siswa lebih siap menghadapi ujian sesungguhnya.

Dengan pengalaman yang diperoleh dari simulasi ini, siswa diharapkan tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga memiliki mental yang kuat dan rasa percaya diri tinggi saat menghadapi TKA resmi. (*)

Editor : Ali Sodiqin
pendidikan Banyuwangi persiapan TKA 2026 siswa SD Banyuwangi K3S Banyuwangi Try Out TKA Banyuwangi