RADARBANYUWANGI.ID – Pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) di Banyuwangi tidak hanya diikuti oleh siswa jenjang SMP dan MTs. Peserta didik program kesetaraan kejar paket B yang berada di berbagai Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) juga turut ambil bagian dalam ujian tersebut.
Pelaksanaan TKA bagi peserta kejar paket B ini dimulai sejak Sabtu (11/4) hingga Kamis (16/4). Jadwal tersebut memang berbeda dengan pelaksanaan TKA untuk siswa SMP dan MTs yang telah lebih dulu berlangsung sejak Senin (6/4).
Kepala Bidang Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Dinas Pendidikan Banyuwangi, Lina Kamalin, menjelaskan bahwa perbedaan jadwal ini disesuaikan dengan mekanisme pelaksanaan di masing-masing jenjang pendidikan.
“Untuk kejar paket B dimulai tanggal 11 April hingga 16 April. Ini memang berbeda dengan jadwal TKA SMP yang sudah lebih dulu berjalan,” ujarnya.
Lina menambahkan, pelaksanaan TKA untuk program kesetaraan tidak dilakukan secara serentak seperti di sekolah formal. Setiap lembaga PKBM diberikan waktu pelaksanaan selama dua hari, sehingga jadwal antar lembaga bisa berbeda sesuai kesiapan masing-masing.
“Setiap lembaga melaksanakan ujian selama dua hari, jadi tidak bersamaan. Disesuaikan dengan kesiapan masing-masing lembaga,” jelasnya.
Selain itu, dalam pelaksanaannya, setiap hari disediakan tiga sesi ujian yang bisa dipilih oleh masing-masing PKBM. Sistem ini memberikan fleksibilitas bagi lembaga dalam mengatur waktu pelaksanaan TKA bagi peserta didiknya.
“Dalam satu hari ada tiga sesi yang disediakan. Lembaga bisa memilih akan menggunakan sesi yang mana untuk melakukan TKA,” tambah Lina.
Meski berasal dari jalur pendidikan nonformal, Lina menegaskan bahwa standar ujian yang diterapkan tetap sama dengan siswa SMP formal. Materi yang diujikan identik, sehingga hasilnya dapat mencerminkan kompetensi akademik yang setara.
“Untuk materi yang diujikan untuk TKA sama persis dengan SMP, serta pelaksanaannya juga sama yaitu berbasis komputer,” tegasnya.
Pelaksanaan TKA berbasis komputer ini juga menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan kesetaraan. Dengan sistem yang setara, peserta kejar paket B diharapkan memiliki kompetensi yang tidak kalah dengan lulusan pendidikan formal.
Program kejar paket B sendiri selama ini menjadi alternatif pendidikan bagi masyarakat yang tidak dapat menempuh jalur sekolah formal. Dengan adanya TKA, peserta didik dari jalur ini tetap mendapatkan pengakuan kompetensi akademik secara nasional.
Dinas Pendidikan Banyuwangi berharap pelaksanaan TKA untuk program kesetaraan ini dapat berjalan lancar serta memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah. (ray/aif)
Editor : Ali Sodiqin