Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Studi Ungkap Kombinasi Panel Surya dan Lobak Bisa Hasilkan Miliaran Dolar dan Tingkatkan Produksi Pangan

Lugas Rumpakaadi • Selasa, 14 April 2026 | 10:15 WIB
Studi terbaru mengungkap kombinasi panel surya dan tanaman lobak mampu meningkatkan hasil panen dan energi bersih. (Gemini AI)
Studi terbaru mengungkap kombinasi panel surya dan tanaman lobak mampu meningkatkan hasil panen dan energi bersih. (Gemini AI)

RADARBANYUWANGI.ID - Sebuah studi terbaru dari Western University mengungkap bahwa pendekatan agrivoltaik, yang menggabungkan pertanian dan panel surya, tidak memiliki formula tunggal, namun kombinasi yang tepat dapat secara signifikan meningkatkan hasil panen sekaligus produksi energi bersih.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Cleaner Production ini meneliti budidaya lobak di bawah 13 jenis modul fotovoltaik dengan berbagai karakteristik transparansi dan spektral. Hasilnya menunjukkan bahwa pemilihan kombinasi yang tepat mampu menghasilkan manfaat ekonomi hingga hampir 36 miliar dolar AS selama masa pakai sistem 25 tahun.

Penulis utama studi, Joshua M. Pearce, menjelaskan bahwa eksperimen tersebut menemukan beberapa perlakuan semi-transparan yang secara signifikan meningkatkan produksi pangan sekaligus menghasilkan energi surya.

“Kami meneliti secara mendalam agrivoltaik pada lobak dan menemukan beberapa perlakuan semi-transparan yang menghasilkan lebih banyak pangan sambil tetap menyediakan energi surya,” ujarnya, dikutip TCD.

Penelitian ini juga menemukan adanya variasi produktivitas baik dalam produksi energi maupun dalam keberhasilan budidaya tanaman, tergantung pada tingkat transparansi dan sifat spektral panel. Para peneliti mengamati berbagai variabel pertumbuhan, seperti tinggi tanaman dan jumlah daun.

Selain itu, panel yang dimodifikasi terbukti mampu membantu mengatur suhu, sehingga menciptakan kondisi tumbuh yang lebih optimal. Menariknya, model panel yang paling efektif untuk pertumbuhan tanaman tidak selalu menjadi yang terbaik dalam menghasilkan energi, menegaskan pentingnya keseimbangan dalam desain sistem agrivoltaik.

Para peneliti menekankan bahwa pemilihan modul tidak boleh hanya didasarkan pada output energi atau tingkat transparansi semata.

“Desainer sistem juga harus mempertimbangkan bagaimana cahaya didistribusikan ke kanopi tanaman, secara merata atau tidak, serta bagaimana hal ini berinteraksi dengan morfologi tanaman dan toleransi terhadap stres,” tulis tim peneliti.

Temuan ini semakin memperkuat bahwa integrasi pertanian dan energi surya bukan hanya layak, tetapi juga menguntungkan. Studi sebelumnya menunjukkan bahwa pendekatan ini dapat meningkatkan hasil panen pada berbagai komoditas, termasuk zaitun, serta memberikan manfaat tambahan bagi peternak dan pekerja pertanian.

Selain menghasilkan energi bersih, sistem ini juga membuka peluang pendapatan pasif bagi petani dan memaksimalkan pemanfaatan lahan secara efisien. Energi yang dihasilkan turut membantu mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil seperti minyak dan gas.

Tim peneliti menyimpulkan bahwa penerapan agrivoltaik pada tanaman lobak sangat potensial, khususnya di negara seperti Kanada yang menghadapi tantangan perubahan iklim.

“Seiring pemanasan iklim yang memberi tekanan bahkan pada tanaman yang relatif kuat seperti lobak, agrivoltaik menawarkan jalur realistis menuju sistem pangan yang berkelanjutan,” pungkas Pearce.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#lobak #produksi pangan #miliaran dolar #panel surya #studi