RADARBANYUWANGI.ID – Pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) jenjang SMP di Banyuwangi berlangsung dengan pengawasan ketat berbasis teknologi.
Selain diawasi langsung di dalam ruang kelas, pelaksanaan ujian juga dimonitor secara jarak jauh oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi melalui sistem kamera yang terpasang di setiap ruang ujian.
Sistem pengawasan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan transparansi serta mencegah potensi kecurangan selama pelaksanaan ujian berlangsung.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispendik Banyuwangi, Alfian, menjelaskan bahwa TKA kini telah menggunakan sistem komputerisasi yang memungkinkan pemantauan secara real-time dari pusat kontrol.
“Pelaksanaan TKA jenjang SMP pengawasannya dilakukan dengan komputerisasi. Monitoring tidak hanya di dalam kelas, tetapi juga ada penyelia yang memantau langsung dari kantor Dispendik Banyuwangi,” ujarnya.
Menurut Alfian, setiap ruang ujian dilengkapi kamera yang terhubung langsung dengan pusat pemantauan. Dengan teknologi tersebut, aktivitas siswa selama ujian dapat diawasi secara menyeluruh.
Tak hanya itu, pengawasan juga diperkuat dengan keterlibatan belasan penyelia yang melakukan pemantauan secara daring melalui platform Zoom.
“Ada belasan penyelia yang mengawasi melalui Zoom. Jadi setiap ruang ujian terpantau dari kantor Dispendik Banyuwangi,” tambahnya.
Melalui sistem ini, jika ditemukan indikasi pelanggaran atau hal yang tidak sesuai selama ujian berlangsung, pengawas dapat segera memberikan peringatan secara langsung kepada siswa.
“Sehingga jika ada sesuatu yang tidak benar, siswa bisa langsung diingatkan oleh pengawas. Ini sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi kecurangan saat TKA,” jelas Alfian.
Ia menambahkan, penyelia yang dilibatkan dalam pengawasan berasal dari berbagai unsur, termasuk cabang dinas pendidikan jenjang SMA serta pengawas SMP.
Hal ini dilakukan untuk menjaga objektivitas dan profesionalitas dalam pelaksanaan pengawasan.
Dengan kombinasi pengawasan langsung dan digital, Dispendik Banyuwangi berupaya memastikan bahwa pelaksanaan TKA berjalan jujur, adil, dan transparan.
Alfian juga mengimbau para siswa untuk mengikuti ujian dengan santai namun tetap menjunjung tinggi nilai kejujuran.
“Saya minta siswa melaksanakan TKA dengan enjoy, tanpa mengorbankan integritas dengan cara yang tidak benar,” tegasnya.
Pelaksanaan TKA di Banyuwangi diharapkan tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga mampu menghasilkan capaian yang benar-benar mencerminkan kemampuan akademik siswa secara objektif.
Dengan dukungan teknologi dan sistem pengawasan yang ketat, Banyuwangi terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan serta menjaga integritas dalam setiap proses evaluasi pembelajaran. (ray)
Editor : Ali Sodiqin