Hebat! SMPN 3 Banyuwangi Sulap Sampah Jadi Cuan, Jadi Role Model Pengelolaan Sampah Sirkular Sekolah

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Rabu, 8 April 2026 | 19:30 WIB
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani berkunjung ke SMPN 3 Banyuwangi yang sukses kelola sampah jadi produk bernilai ekonomis. (banyuwangikab.go.id)
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani berkunjung ke SMPN 3 Banyuwangi yang sukses kelola sampah jadi produk bernilai ekonomis. (banyuwangikab.go.id)

RADARBANYUWANGI.ID – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi dalam mendorong pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular kini mulai membuahkan hasil nyata hingga ke tingkat sekolah.

Salah satu contoh sukses datang dari SMP Negeri 3 Banyuwangi yang berhasil mengelola sampah secara terstruktur, berkelanjutan, bahkan menghasilkan nilai ekonomi.

Sekolah ini tidak hanya mampu mengurangi timbulan sampah, tetapi juga menjadikannya sebagai sumber pembelajaran dan penghasilan melalui sistem bank sampah yang dikelola langsung oleh para siswa.

Sekolah Hijau Layaknya Hutan Kota

Memasuki area SMPN 3 Banyuwangi, suasana asri langsung terasa. Pohon-pohon besar dan rindang menjulang tinggi, menciptakan nuansa seperti berada di tengah hutan kota.

Daun dan ranting yang sebelumnya dianggap limbah kini justru dimanfaatkan sebagai bahan baku utama pengolahan sampah organik.

Di tangan para siswa dan guru, sampah tersebut diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomis.

Diolah Bertahap Jadi Produk Bernilai

Proses pengolahan sampah dilakukan secara sistematis di area khusus di belakang sekolah. Tahapannya dimulai dari pengumpulan daun kering, kemudian diolah menjadi kompos setengah matang, hingga akhirnya menjadi kompos siap panen.

Produk kompos tersebut dikemas dengan rapi dan dipasarkan sebagai pupuk organik premium dengan harga sekitar Rp7.500 per kemasan.

Tak hanya kompos, siswa juga memproduksi eco enzyme dan pupuk organik cair (POC) yang dimanfaatkan untuk mendukung penghijauan di lingkungan sekolah.

Sisa Makanan Jadi Pakan Maggot

Inovasi pengelolaan sampah di SMPN 3 Banyuwangi juga mencakup pemanfaatan limbah makanan. Sisa makanan dari program makan bergizi (MBG) dikumpulkan untuk dijadikan pakan maggot.

Hasil budidaya maggot tersebut kemudian digunakan sebagai pakan ikan nila yang dipelihara di kolam sekolah.

“Sisa makanan kami kelola jadi pakan maggot, lalu maggotnya untuk pakan ikan nila,” ujar M. Fadil, siswa kelas 8 yang aktif dalam pengelolaan sampah saat bertemu Bupati Banyuwangi.

Fadil mengaku telah terlibat dalam kegiatan ini sejak kelas 7 karena memiliki minat di bidang pertanian.

“Di rumah juga suka tanam-tanam, jadi senang bisa praktik langsung di sekolah,” katanya.

Apresiasi Bupati Banyuwangi

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi yang dilakukan SMPN 3 Banyuwangi.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga membentuk karakter siswa agar peduli terhadap pengelolaan sampah sejak dini.

“Ini sangat bagus, anak-anak sudah belajar mengelola sampah dengan benar dan bisa menghasilkan produk yang bermanfaat,” ujar Ipuk saat mengunjungi sekolah tersebut, Selasa (7/4/2026).

Ia berharap model pengelolaan sampah ini dapat direplikasi oleh sekolah lain di Banyuwangi maupun daerah lain.

“Ini bisa menjadi role model. Sekolah lain bisa meniru dan menyesuaikan dengan kondisi masing-masing,” tambahnya.

Sekolah Berprestasi dan Berwawasan Lingkungan

SMPN 3 Banyuwangi memang dikenal sebagai sekolah dengan segudang prestasi. Salah satu pencapaian tertingginya adalah meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri, predikat tertinggi dalam program sekolah berbudaya lingkungan.

Kepala Sekolah Holilik menjelaskan bahwa pihaknya juga mengintegrasikan edukasi Geopark Ijen ke dalam kurikulum pembelajaran.

Sekolah ini bahkan memiliki fasilitas khusus seperti Geopark Corner, Duta Geopark, serta modul pembelajaran yang mendukung edukasi lingkungan.

“Sekolah kami menjadi pelopor integrasi edukasi Geopark Ijen. Kami juga pernah dikunjungi asesor UNESCO dan Badan Geologi,” jelas Holilik.

Edukasi Lingkungan Sejak Dini

Program pengelolaan sampah di SMPN 3 Banyuwangi tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga pada proses pembelajaran.

Para siswa dilibatkan secara aktif mulai dari pengumpulan, pengolahan, hingga pemasaran produk. Hal ini menjadi bekal penting bagi mereka untuk memahami konsep ekonomi sirkular secara langsung.

Ke depan, Pemkab Banyuwangi berharap inovasi seperti ini dapat terus dikembangkan sehingga mampu menciptakan generasi yang peduli lingkungan sekaligus mandiri secara ekonomi. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Sumber : banyuwangikab.go.id
ekonomi sirkular pengelolaan sampah sekolah bank sampah siswa kompos organik SMPN 3 Banyuwangi