TKA SMP Banyuwangi 2026 Berjalan Lancar, Dispendik Pastikan IT dan Jaringan Optimal

M Ksatria Raya • Dipublikasikan Rabu, 8 April 2026 | 08:30 WIB
DILARANG MASUK: Plt Kadispendik Alfian dan Kepala SMPN 2 Glagah Dardiri melihat denah pengaturan ruang TKA, Senin (6/4). (Dardiri for Radar Banyuwangi)
DILARANG MASUK: Plt Kadispendik Alfian dan Kepala SMPN 2 Glagah Dardiri melihat denah pengaturan ruang TKA, Senin (6/4). (Dardiri for Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) jenjang SMP di Banyuwangi yang dimulai sejak Senin (6/4/2026) berlangsung lancar tanpa kendala berarti.

Dinas Pendidikan setempat memastikan seluruh proses berjalan optimal, mulai dari kesiapan perangkat teknologi informasi hingga kestabilan jaringan internet di sekolah.

Pada hari kedua pelaksanaan, Selasa (7/4), Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispendik Banyuwangi Alfian melakukan peninjauan langsung ke SMPN 2 Banyuwangi.

Dalam kunjungannya, Alfian tidak hanya mengecek kesiapan teknis, tetapi juga memberikan motivasi kepada para siswa yang tengah mengikuti ujian.

Dua Indikator Sukses TKA

Alfian menegaskan, sesuai arahan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, terdapat dua indikator utama keberhasilan pelaksanaan TKA, yakni sukses pelaksanaan dan sukses hasil.

“Sukses pelaksanaan mencakup kesiapan perangkat IT di sekolah serta jaringan yang mendukung jalannya TKA. Semua sudah kita siapkan, termasuk pengawasannya,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan teknis menjadi fondasi penting agar siswa dapat mengerjakan ujian dengan nyaman tanpa hambatan.

Jadi Penilaian Jalur Prestasi SPMB 2026

Sebagai informasi, TKA menjadi salah satu komponen penilaian dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, khususnya untuk jalur prestasi.

Hal ini sebelumnya disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti saat meninjau persiapan TKA di Kabupaten Bireuen, Aceh.

“Hasil TKA nanti menjadi salah satu aspek penilaian dalam SPMB 2026 jalur prestasi,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan agar pelaksanaan TKA berjalan lancar, jujur, dan menyenangkan.

Fokus pada Literasi dan Numerasi

Pelaksanaan TKA tahun ini membawa perubahan signifikan dalam pendekatan pembelajaran. Alfian menjelaskan, fokus utama kini terletak pada kemampuan literasi dan numerasi siswa.

Untuk literasi, siswa diuji melalui pemahaman bahasa Indonesia dan kemampuan mengaplikasikan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari. Sementara numerasi menuntut siswa mampu menyelesaikan persoalan dengan cara berpikir logis dan mandiri.

“Pembelajaran sekarang merupakan kombinasi antara literasi dan numerasi. Siswa dituntut tidak hanya hafal, tetapi juga mampu memahami dan menerapkan,” jelasnya.

Tidak Menentukan Kelulusan

Berbeda dengan ujian sebelumnya, TKA kali ini tidak menjadi penentu kelulusan siswa. Hasilnya akan digunakan sebagai tolok ukur awal (baseline) untuk evaluasi sistem pendidikan ke depan.

Selain itu, TKA juga dilengkapi dengan survei karakter dan lingkungan belajar yang hasilnya akan tercantum dalam rapor siswa.

“Ini menjadi refleksi awal untuk perbaikan ke depan, bukan penentu lulus atau tidak,” tambah Alfian.

Sekolah Siapkan Tryout dan Adaptasi Pembelajaran

Kepala SMPN 2 Banyuwangi Dewi Astuti menyampaikan bahwa pihak sekolah telah melakukan berbagai persiapan, termasuk menggelar tryout dan menyesuaikan metode pembelajaran.

“Persiapan sudah kami lakukan agar siswa terbiasa dengan soal berbasis literasi dan numerasi,” ujarnya.

Sementara itu, pelaksanaan hari pertama di SMPN 1 Glagah juga berjalan lancar. Kepala sekolah Dardiri memastikan tidak ada kendala teknis maupun non-teknis selama ujian berlangsung.

Siswa Diminta Tetap Santai dan Jujur

Alfian juga berpesan kepada para siswa untuk mengerjakan ujian dengan santai namun tetap menjunjung tinggi kejujuran.

“Saya minta siswa enjoy dalam mengerjakan TKA tanpa mengorbankan integritas, apalagi sampai menyontek,” tegasnya.

Salah satu siswa kelas IX, Naufal, mengaku tidak mengalami kesulitan berarti saat mengikuti TKA.

“Tidak ada kendala, karena sebelumnya sudah ada uji coba dan tryout,” ungkapnya.

Dengan pelaksanaan yang lancar dan dukungan penuh dari berbagai pihak, TKA SMP di Banyuwangi diharapkan mampu menjadi pijakan penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya dalam penguatan literasi dan numerasi siswa di masa depan. (ray/aif)

Editor : Ali Sodiqin
TKA SMP Banyuwangi ujian TKA 2026 literasi numerasi siswa Dispendik banyuwangi SPMB 2026