TKA SMP 2026 Dimulai 6 April, Fokus pada Literasi Membaca dan Penguatan Numerasi Siswa

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Senin, 6 April 2026 | 10:02 WIB
Bupati Ipuk Fiestiandani mengecek kesiapan sarana dan prasarana TKA SMPN 2 Rogojampi, Minggu (5/4). Peninjauan juga digelar di SMPN 1 Kabat. (Dini for Radar Banyuwangi)
Bupati Ipuk Fiestiandani mengecek kesiapan sarana dan prasarana TKA SMPN 2 Rogojampi, Minggu (5/4). Peninjauan juga digelar di SMPN 1 Kabat. (Dini for Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersiap menyelenggarakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan sederajat.

Berdasarkan jadwal resmi, pelaksanaan tes ini akan berlangsung selama sepuluh hari, dimulai pada Senin (6/4/2026) hingga Kamis (16/4/2026).

Serupa dengan kebijakan di jenjang Sekolah Dasar, TKA SMP kali ini hanya akan menguji dua mata pelajaran inti, yakni Matematika dan Bahasa Indonesia.

Langkah ini diambil sebagai upaya strategis pemerintah dalam memetakan serta memperkuat kemampuan dasar siswa di seluruh Indonesia.

Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen, Rahmawati, menekankan bahwa pemilihan Bahasa Indonesia bukan sekadar pengujian tata bahasa, melainkan upaya mendalam dalam mengembangkan literasi.

"Melalui penguasaan bahasa, siswa dilatih untuk memahami bacaan, berpikir kritis, serta menyampaikan gagasan secara runtut dan logis," ujar Rahmawati, menjelaskan peran vital literasi dalam perkembangan intelektual siswa.

Lebih lanjut, TKA Bahasa Indonesia akan difokuskan pada keterampilan membaca yang dianggap sebagai fondasi utama untuk bertahan dan berkembang di era teknologi yang dinamis.

Siswa akan dihadapkan pada dua jenis teks, yakni teks informasi yang memuat fakta dan konsep dari skala lokal hingga global, serta teks fiksi berupa cerita rekaan yang menggali kedalaman karakter dan konflik.

Di sisi lain, mata pelajaran matematika diarahkan untuk memperkuat kemampuan numerasi.

Ujian ini tidak hanya mengukur penguasaan rumus, tetapi juga kemampuan murid dalam memahami fakta, konsep, dan prinsip matematika untuk menyelesaikan masalah (problem solving) dalam kehidupan nyata.

Cakupan materinya merujuk pada Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka, yang meliputi elemen bilangan, aljabar, geometri, pengukuran, hingga pengolahan data.

Logika matematika akan diintegrasikan secara langsung dalam konteks keseharian, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat sekitar.

Guna memastikan kesiapan siswa, pemerintah telah menyediakan fasilitas simulasi mandiri yang dapat diakses melalui laman resmi Pusmendik.

Bagi para siswa dan guru yang ingin mencoba, berikut adalah langkah-langkahnya:

Selain simulasi, contoh soal lengkap juga dapat diunduh untuk dipelajari lebih lanjut sebagai bahan pengayaan di sekolah maupun di rumah.

Diharapkan dengan persiapan yang matang, TKA SMP 2026 dapat menjadi potret akurat mengenai capaian kompetensi literasi dan numerasi siswa di tingkat nasional.

Editor : Lugas Rumpakaadi
tka siswa Literasi Numerasi smp