RADARBANYUWANGI.ID – Sebanyak 218 siswa SMAN 2 Taruna Bhayangkara (Smadatara) Genteng resmi dinyatakan lulus setelah menempuh pendidikan selama tiga tahun.
Momen membanggakan itu dirayakan dalam acara pelepasan bertajuk Prespati Arutala Taruna Bhayangkara 2026, Sabtu (4/4), yang berlangsung khidmat dan penuh haru di lingkungan sekolah.
Kegiatan yang digelar di sekolah berasrama yang berlokasi di Dusun Pandan, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi tersebut menjadi penanda berakhirnya masa pendidikan bagi Taruna Bhayangkara (TB) V, sekaligus awal perjalanan baru menuju cita-cita yang lebih tinggi.
Acara tahunan ini diikuti seluruh siswa kelas akhir bersama orang tua, dewan guru, dan jajaran komite sekolah.
Pelepasan Taruna Berlangsung Khidmat dan Penuh Kebanggaan
Suasana pelepasan terasa emosional sejak awal acara. Ratusan siswa tampak mengikuti prosesi dengan tertib dan penuh rasa bangga atas capaian yang telah diraih selama tiga tahun terakhir.
Hadir dalam kegiatan tersebut Plt Kepala Smadatara I Ketut Renen, mantan kepala sekolah H. Mujib, serta Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Banyuwangi Henik Setyorini yang juga menjabat sebagai Ketua Komite sekolah.
Kehadiran para tokoh tersebut menambah makna acara, terutama sebagai bentuk dukungan terhadap lulusan yang akan melangkah ke jenjang berikutnya.
Jadi Awal Perjalanan Menuju Cita-cita
Plt Kepala Smadatara I Ketut Renen menegaskan bahwa pelepasan ini bukan akhir, melainkan langkah awal menuju perjuangan yang sesungguhnya.
Menurut dia, pengalaman selama tiga tahun di sekolah taruna harus menjadi bekal penting dalam membangun karakter dan masa depan.
“Ini merupakan proses awal untuk mencapai cita-cita yang sesungguhnya,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, pihak sekolah juga memberikan penghargaan kepada siswa berprestasi dari berbagai kategori.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, kedisiplinan, dan prestasi akademik maupun nonakademik para siswa selama menempuh pendidikan.
Siswa Diajak Merefleksikan Perjalanan Tiga Tahun
Renen yang juga merangkap sebagai Kepala SMAN 1 Giri menyampaikan bahwa momentum Prespati Arutala menjadi ruang refleksi bagi seluruh taruna dan taruni.
Ia berharap para siswa mampu mengingat seluruh proses yang telah mereka jalani, mulai dari kehidupan asrama, kedisiplinan, hingga tantangan akademik.
“Apa yang sudah dilalui di sekolah ini harus diingat sebagai pembelajaran yang tidak mudah,” katanya.
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi modal besar untuk menghadapi persaingan di dunia pendidikan tinggi maupun sekolah kedinasan.
Sekolah Siapkan Pendampingan Masuk TNI, Polri, dan PTN
Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap lulusan, pihak sekolah memastikan akan memberikan pendampingan intensif kepada siswa yang ingin melanjutkan pendidikan.
Pendampingan tersebut mencakup persiapan seleksi TNI, Polri, sekolah kedinasan, hingga perguruan tinggi negeri.
“Kami akan bentuk tim pendampingan bagi siswa yang akan melanjutkan ke sekolah kedinasan seperti PDN, STAN, dan lainnya, termasuk yang ingin masuk universitas,” tegasnya.
Langkah ini menjadi salah satu keunggulan Smadatara dalam mendampingi alumni agar mampu bersaing di jenjang berikutnya.
Pesan Jaga Nama Baik Sekolah
Di akhir sambutannya, Renen berpesan agar seluruh lulusan tetap menjaga nama baik almamater.
Ia juga meminta para siswa meneruskan kebiasaan baik yang telah terbentuk selama tinggal di asrama, seperti disiplin, tanggung jawab, dan semangat belajar.
“Semangat belajar terus, anak-anak tidak boleh patah semangat dalam mengejar impiannya,” pungkasnya.
Kelulusan 218 siswa ini menjadi bukti konsistensi SMAN 2 Taruna Bhayangkara Genteng sebagai salah satu sekolah unggulan di Jawa Timur dalam mencetak lulusan berkarakter, disiplin, dan siap bersaing di tingkat nasional. (sas/sgt)
Editor : Ali Sodiqin