Hampir 98 Persen Siswa SD-SMP Siap Ikut TKA 2026, Kemendikdasmen Ungkap Alasan Tingginya Peminat

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Jumat, 3 April 2026 | 13:30 WIB
TKA bukan sekadar ujian biasa. Ada survei karakter dan lingkungan belajar yang ikut dinilai. Simak semua detailnya di sini. (Radar Semarang/AI)
TKA bukan sekadar ujian biasa. Ada survei karakter dan lingkungan belajar yang ikut dinilai. Simak semua detailnya di sini. (Radar Semarang/AI)

RADARBANYUWANGI.ID – Antusiasme siswa mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 melonjak signifikan. Hampir 98 persen murid jenjang SD hingga SMP di seluruh Indonesia tercatat siap mengikuti asesmen nasional tersebut.

Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Toni Toharudin, mengungkapkan tingginya partisipasi ini menjadi sinyal positif terhadap peningkatan kesadaran dunia pendidikan.

Menurutnya, sekolah, guru, hingga siswa kini mulai memahami pentingnya asesmen terstandar dalam mengukur capaian akademik sekaligus kualitas pembelajaran.

“Saya berpikir positif, bahwa kesadaran budaya belajar siswa, guru, dan sekolah semakin baik. Ini yang kita harapkan,” ujarnya usai acara halalbihalal di Gedung A Kemendikdasmen, Senayan, Jakarta, Senin (30/3).

TKA sendiri merupakan bagian dari sistem evaluasi pendidikan nasional yang terintegrasi dengan Asesmen Nasional (AN). Selain mengukur kemampuan akademik siswa, hasilnya juga digunakan untuk memetakan mutu pendidikan di setiap satuan pendidikan dan daerah.

Dengan semakin tingginya partisipasi, Kemendikdasmen berharap TKA tidak sekadar menjadi kewajiban, tetapi berkembang menjadi budaya evaluasi yang berkelanjutan.

“Kalau budaya belajar sudah terbentuk, peningkatan kualitas akan lebih mudah. Kita bisa mengetahui kelemahan dan melakukan refleksi,” tambah Toni.

Data terbaru menunjukkan jumlah pendaftar TKA jenjang SD dan SMP pada Maret 2026 mencapai sekitar 8,6 juta peserta. Rinciannya, sebanyak 4.452.973 siswa dari jenjang SD/MI/sederajat dan 4.207.509 siswa dari SMP/MTs/sederajat.

Pelaksanaan TKA dijadwalkan berlangsung pada April 2026. Untuk jenjang SMP, ujian akan digelar pada 6–16 April. Sedangkan untuk SD, pelaksanaan dimulai pada 20–30 April.

Selain faktor kesadaran, tingginya minat siswa juga dipengaruhi kebijakan baru dalam sistem penerimaan murid baru. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, sebelumnya menegaskan bahwa hasil TKA akan menjadi salah satu indikator dalam jalur prestasi pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.

Dalam skema tersebut, nilai TKA akan dikombinasikan dengan nilai rapor serta prestasi nonakademik seperti olahraga, seni, dan kepemimpinan.

Menanggapi hal itu, Toni mengakui bahwa kebijakan tersebut turut menjadi pendorong meningkatnya minat siswa mengikuti TKA. Namun, ia menegaskan bahwa tujuan utama tetap pada pembentukan budaya belajar.

“Itu memang menjadi salah satu pendorong, tetapi yang paling penting adalah bagaimana budaya belajar siswa bisa meningkat,” tegasnya.

Untuk memastikan pelaksanaan berjalan lancar, Kemendikdasmen juga menyiapkan posko pemantauan TKA secara real-time. Posko untuk jenjang SMP akan berlokasi di Bekasi, Jawa Barat, sedangkan posko SD berada di Serpong, Tangerang Selatan.

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kendala teknis sekaligus memastikan integritas pelaksanaan ujian di seluruh daerah.

Dengan partisipasi yang hampir menyentuh angka maksimal, TKA 2026 diharapkan menjadi momentum penting dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan nasional.

Pemerintah optimistis, melalui asesmen yang terukur dan partisipasi luas, peta mutu pendidikan Indonesia akan semakin jelas sehingga kebijakan yang diambil ke depan bisa lebih tepat sasaran. (*)

Editor : Ali Sodiqin
pendidikan Indonesia Tes Kemampuan Akademik TKA 2026 SPMB 2026 kemendikdasmen