Hampir 98 Persen Murid SD-SMP Ikut TKA 2026, Kemendikdasmen Ungkap Alasan Minat Melonjak

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Rabu, 1 April 2026 | 20:30 WIB
TKA bukan sekadar ujian biasa. Ada survei karakter dan lingkungan belajar yang ikut dinilai. Simak semua detailnya di sini. (Radar Semarang/AI)
TKA bukan sekadar ujian biasa. Ada survei karakter dan lingkungan belajar yang ikut dinilai. Simak semua detailnya di sini. (Radar Semarang/AI)

RADARBANYUWANGI.ID – Minat siswa mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 jenjang SD dan SMP tercatat sangat tinggi.

Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen Toni Toharudin mengungkapkan bahwa hampir 98 persen murid pada jenjang SD dan SMP siap mengikuti TKA tahun ini.

Angka tersebut mencerminkan meningkatnya kesadaran sekolah, guru, dan peserta didik terhadap pentingnya asesmen akademik yang terstandarisasi secara nasional.

Berdasarkan data Kemendikdasmen, jumlah peserta TKA SD-SMP 2026 telah mencapai 8,6 juta siswa, terdiri dari 4.452.973 murid SD/MI/sederajat dan 4.207.509 murid SMP/MTs/sederajat.

Kesadaran Sekolah dan Guru Meningkat

Toni Toharudin menilai tingginya jumlah peserta tidak lepas dari semakin baiknya budaya akademik di sekolah.

Menurutnya, TKA kini mulai dipahami bukan sekadar tes, tetapi instrumen penting untuk memetakan kualitas pembelajaran.

“Kalau saya berpikiran positif, bahwa setiap sekolah, bahkan setiap guru, murid, itu kesadaran budaya muridnya semakin baik dan itu yang kita harapkan,” ujar Toni usai acara halalbihalal Kemendikdasmen di Gedung A Kemendikdasmen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (30/3/2026).

Ia menegaskan, ketika budaya belajar murid sudah terbentuk dengan baik, maka peningkatan mutu pendidikan akan lebih mudah dilakukan.

Melalui hasil TKA, sekolah dapat melakukan refleksi atas kelemahan peserta didik, lalu menyusun strategi pembelajaran yang lebih tepat.

TKA Jadi Instrumen Pemetaan Mutu Pendidikan

TKA tahun 2026 menjadi bagian penting dalam sistem evaluasi pendidikan nasional.

Asesmen ini tidak hanya digunakan untuk mengukur capaian akademik siswa, tetapi juga digabungkan dengan Asesmen Nasional (AN) guna memetakan mutu pendidikan di seluruh satuan pendidikan dan daerah.

Kemendikdasmen berharap TKA menjadi budaya evaluasi yang berkelanjutan.

Jika hal tersebut berhasil dibangun, peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia diyakini akan berjalan lebih sistematis dan terukur.

Faktor SPMB Ikut Dongkrak Minat

Selain kesadaran akademik, faktor lain yang dinilai turut mendorong tingginya minat adalah kebijakan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menegaskan bahwa hasil TKA akan menjadi salah satu indikator dalam jalur prestasi.

Jalur ini nantinya tidak hanya mempertimbangkan nilai rapor, tetapi juga:

·         hasil TKA

·         prestasi olahraga

·         prestasi seni

·         kepemimpinan di sekolah

Toni tidak membantah bahwa kebijakan tersebut menjadi salah satu pendorong tingginya minat siswa.

Namun, ia menegaskan pihaknya tidak ingin menonjolkan TKA semata-mata sebagai syarat masuk sekolah.

“Yang penting budaya muridnya naik, itu yang kita harapkan,” tandasnya.

Total Peserta Capai 8,6 Juta Siswa

Jumlah pendaftar TKA tahun ini menjadi salah satu yang terbesar dalam evaluasi pendidikan dasar.

Berikut rinciannya:

·         SD/MI/sederajat: 4.452.973 siswa

·         SMP/MTs/sederajat: 4.207.509 siswa

Total: 8.660.482 peserta

Capaian ini dinilai sesuai dengan target awal Kemendikdasmen.

Jadwal Pelaksanaan April 2026

Pelaksanaan utama TKA akan dimulai pada April 2026.

Jadwalnya sebagai berikut:

·         TKA SMP: 6–16 April 2026

·         TKA SD: 20–30 April 2026

Kemendikdasmen juga menyiapkan posko pemantauan realtime untuk memastikan pelaksanaan berjalan lancar.

Posko yang disiapkan yaitu:

·         Posko TKA SMP: Bekasi, Jawa Barat

·         Posko TKA SD: Serpong, Tangerang Selatan, Banten

Momentum Perbaikan Pendidikan Nasional

Tingginya partisipasi siswa dalam TKA 2026 menjadi sinyal positif bagi dunia pendidikan nasional.

Kemendikdasmen melihat hal ini sebagai momentum penting untuk membangun budaya evaluasi, refleksi, dan peningkatan kualitas pembelajaran secara menyeluruh.

Dengan hampir 98 persen murid siap mengikuti TKA, pemerintah optimistis mutu pendidikan dasar akan semakin mudah dipetakan dan diperbaiki. (*)

Editor : Ali Sodiqin
murid SD SMP Toni Toharudin TKA 2026 SPMB 2026 kemendikdasmen