Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Dua Karya Dari SMAN  Glagah Dinyatakan Lolos Sebagai 10 Besar pada EJIES 2026

Gerda Sukarno Prayudha • Selasa, 31 Maret 2026 | 10:12 WIB
GES : Salah satu karya guru SMAN 1 Glagah yang lolos pada 10 besar EJIES 2026 tahap penyaringan awal
GES : Salah satu karya guru SMAN 1 Glagah yang lolos pada 10 besar EJIES 2026 tahap penyaringan awal

RadarBanyuwangi – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menggelar lomba yang bergengsi yakni Esast Java Ennovative Education Summit (EJIES) 2026.

Program EJIES ini adalah tahun kedua dngan tem “Jatim Cerdas : Pendidikan Berdampak, Mewujudkan SDN Unggul dan Berdaya Saing”

Diikuti oleh ribuan peserta dari kalangan Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Sekolah Luar Biasa (SLB) di Provinsi Jawa Timur.

Untuk Banyuwangi sendiri, dibawah pengawasan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Cabdindikprovjatim) Wilayah Banyuwangi ada sekitar 1134 karya yang diterima.

Sejak dibuka pada bulan Februari lalu, tahap awal seleksi karya dilakukan di wilayah masing-masing dengan koordinir Jawa Pos Radar Banyuwangi.

Setelah melakukan penyaringan, seleksi secara cermat dan maraton, akhirnya dipilih 10 karya terpilih yang akan mengikuti babak selanjutnya pada EJIES 2026.

Yang membanggakan adalah dua karya dari SMAN 1 Glagah dinyatakan lolos pada 10 besar EJIES wilayah Banyuwangi.

Yang Pertama adalah mengambil topik dan judul inovasi Transformasi Digital dan Teknologi Pendidikan, Abdullah selaku Kepala SMAN 1 Glagah mengunggulkan Pengembangan Platform Ganesha Digital Shop (Gadish).

Abdullah mengangkat kesenjangan yang terjadi antara teori bisnis di sekolah dengan ralitas pasar digital.

Serta didorong oleh keinginan sekolah untuk menciptakakn eksistem digitak internal. Maka terciptalah Gadish (Ganesha Digital Shop).

Gadish bukan sebatas platform jual-beli, tetapi juga sebagai laboratorium hidup bagi siswa untuk menempa mentalitas kewirausahaan di era teknologi dan ditigal saat ini.

Sedangkan satu karya lain adalah GES “ Kantin Plus-plus Solusi Atasi Lesu Ekskul” karya Anang Basarodin, S.Pd beserta Devia Dwi Riki Wardani, S.PD dan Citra Chairunnisa, S.Pd.

GES ini melatarbelakangi fenomena penurunan minat siswa dalam kegiatan ektrakulikuler di SMAN 1 Glagah.

Tidak sekedar disebabkan oleh perubahan kebijakan tetapi juga masa transisi pembelajran dari enam hari menjadi lima hari di sekolah.

Dan lahirlah GES (Ganesha Expression Stage) sebagai wahana pementasan hasil kreatifitas siswa dari berbagai ekstrakulikuler.

GES ini dikonsep pada sebuah pementasan yang bergaya café.

Sehingga sangat dekat dengan siswa dan dilaksanakan secara rutin di area strategis sekita Food Court lingkungan sekolah.

Dengan demikian dua karya ini berhak mewakili Cabdindikprovjatim wilayah Banyuwangi menuju 250 besar tingkat provinsi pada bulan depan mendatang.

Abdullah menyatakan sangat mengapresiasi guru-guru maupun staf SMAN 1 Glagah yang sudah berpartisipasi mengirimkan seluruh karya-karyanya dalam EJIES 2026.

"Dan sangat bersyukur dua karya dinyatakan lolos 10 besar untul wilayah Banyuwangi,"

Dengan demikian pihaknya akan lebih mempersiapkan pada tahap selanjutnya, ujar Abdullah

Editor : Gerda Sukarno Prayudha
#ejies 2026 #sman 1 glagah #jawa timur #banyuwangi