RADARBANYUWANGI.ID – Hari pertama masuk sekolah pasca libur panjang Idul Fitri 1447 Hijriah di Banyuwangi tidak hanya diwarnai kembalinya aktivitas belajar mengajar. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah juga belum langsung berjalan.
Distribusi MBG baru dijadwalkan berlangsung mulai Selasa (31/3), mengikuti surat edaran dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Kepala dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kelurahan Kebalenan 1 Banyuwangi, Gibran Nashif, menjelaskan bahwa penyaluran MBG memang ditunda sehari setelah awal masuk sekolah.
“Untuk MBG sendiri baru didistribusikan besok, menyesuaikan dengan surat edaran dari BGN,” ujarnya.
Namun, kondisi berbeda terjadi di SMPN 1 Banyuwangi. Para siswa di sekolah tersebut dipastikan belum dapat menikmati program MBG karena dapur penyedia masih berstatus suspend.
Humas SMPN 1 Banyuwangi, Mazwin Mukaromah, menyampaikan bahwa tidak ada distribusi MBG ke sekolahnya lantaran dapur SPPG di Kelurahan Tamanbaru belum dapat beroperasi.
“Para siswa tidak menerima menu MBG karena SPPG Tamanbaru yang mendistribusikan masih terkena suspend,” jelasnya.
Diketahui, SPPG Kelurahan Tamanbaru telah dihentikan sementara operasionalnya sejak Rabu (11/3). Kebijakan tersebut mengacu pada surat resmi dari BGN nomor 841/D.TWS/03/2026.
Tidak hanya Tamanbaru, total terdapat enam SPPG di Banyuwangi yang mengalami penghentian sementara. Selain Tamanbaru, dapur MBG yang disuspend antara lain berada di Bulurejo, Setail 4, Tamansari, Kedungrejo 2, dan Sumbersewu.
Penghentian operasional tersebut disebabkan sejumlah faktor, seperti belum terpenuhinya Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), tidak adanya sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), serta belum tersedianya fasilitas mess bagi petugas dapur.
Dalam pemberitahuan resmi kepada pihak sekolah, SPPG Tamanbaru menyatakan bahwa distribusi MBG belum dapat dilakukan karena masih dalam tahap perbaikan fasilitas.
“Izin menginformasikan bahwa pendistribusian MBG dari SPPG Tamanbaru sementara belum dapat dilaksanakan karena masih dalam tahap pemenuhan kelengkapan perbaikan dapur,” tulis pihak SPPG dalam surat tersebut.
Pihak pengelola berharap, setelah seluruh persyaratan terpenuhi, status suspend dapat segera dicabut sehingga program MBG bisa kembali berjalan normal.
Sementara itu, sekolah-sekolah yang belum menerima MBG tetap menjalankan kegiatan belajar mengajar seperti biasa sambil menunggu kepastian distribusi program tersebut kembali normal.
Program MBG sendiri menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan asupan gizi siswa sekaligus mendukung proses belajar yang lebih optimal di lingkungan sekolah. (ray/aif)
Editor : Ali Sodiqin