Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pahala di Bulan Syawal yang Sering Terlewat: 10 Amalan Sunnah Penyempurna Ramadan yang Jarang Dilakukan

Ali Sodiqin • Minggu, 22 Maret 2026 | 04:45 WIB

5 Amalan yang bisa dilakukan wanita haid pada malam 1 muharram agar tetap mendapatkan pahala dan keberkahan dari Allah SWT..
5 Amalan yang bisa dilakukan wanita haid pada malam 1 muharram agar tetap mendapatkan pahala dan keberkahan dari Allah SWT..

RADARBANYUWANGI.ID – Bulan suci Ramadan telah berlalu, berganti dengan gegap gempita perayaan Idul Fitri. Suasana kemenangan terasa di mana-mana—takbir berkumandang, hidangan tersaji, dan silaturahmi terjalin.

Namun di balik euforia tersebut, ada satu fenomena yang kerap luput dari perhatian: meredupnya semangat ibadah.

Tak sedikit umat Islam yang tanpa sadar meninggalkan amalan-amalan penting di bulan Syawal.

Padahal, bulan ini bukan sekadar perpanjangan suasana Lebaran, melainkan ladang pahala yang sangat besar sebagai penyempurna ibadah Ramadan.

Merujuk ebook Panduan Amalan Syawal Sepanjang Aidilfitri terbitan Qur’an Pro Academy, Syawal justru menjadi indikator keberhasilan ibadah Ramadan.

Konsistensi amal setelah Ramadan menjadi bukti nyata diterimanya ibadah seorang hamba.

Lantas, apa saja pahala di bulan Syawal yang sering terlewat? Berikut ulasan lengkapnya.

  1. Puasa Enam Hari Syawal: Pahala Setara Setahun

Puasa enam hari di bulan Syawal menjadi amalan utama yang paling sering diabaikan. Banyak yang mengira “musim ibadah” telah usai setelah Ramadan.

Padahal, Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ، كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barang siapa berpuasa Ramadan kemudian mengikutkannya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun.” (HR. Muslim)

Para ulama menjelaskan, pahala ini berasal dari kelipatan sepuluh setiap amal. Ramadan (30 hari × 10) = 300 hari, ditambah Syawal (6 × 10) = 60 hari. Total 360 hari, setara satu tahun hijriah.

Fakta penting:

  1. Qiyamullail yang Mulai Ditinggalkan

Setelah Ramadan, banyak yang meninggalkan shalat malam. Padahal qiyamullail tetap menjadi amalan utama di Syawal.

Rasulullah SAW bersabda:

عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ، فَإِنَّهُ دَأْبُ الصَّالِحِينَ قَبْلَكُمْ

“Lakukanlah qiyamullail, karena itu adalah kebiasaan orang-orang saleh sebelum kalian.” (HR. Tirmidzi)

Tips sederhana:

  1. Membaca Al-Qur’an Tak Lagi Rutin

Selama Ramadan, Al-Qur’an begitu dekat. Namun setelahnya, kebiasaan ini sering terhenti.

Allah SWT berfirman (QS. Fatir: 29):

إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah, mendirikan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi maupun terang-terangan, mereka mengharapkan perdagangan yang tidak akan merugi.”

Langkah menjaga konsistensi:

  1. Puasa Senin-Kamis dan Ayyamul Bidh

Selain puasa Syawal, ada puasa sunnah lain yang sering dilupakan:

Rasulullah SAW dikenal sangat rutin menjalankannya.

Keutamaannya:
Puasa 3 hari tiap bulan setara puasa sepanjang tahun (HR. Bukhari).

  1. Silaturahmi yang Hanya Seremonial

Syawal identik dengan silaturahmi, tetapi sering hanya sebatas formalitas.

Padahal Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

“Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Adab penting:

  1. Sedekah yang Menurun Setelah Ramadan

Semangat berbagi sering menurun drastis pasca Ramadan. Padahal sedekah adalah amalan berkelanjutan.

Allah SWT berfirman (QS. Al-Baqarah: 261):

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir; pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki.”

Sedekah diibaratkan benih yang berlipat ganda hingga 700 kali.

Tips praktis:

  1. Menjaga Lisan dan Akhlak

Ramadan melatih kesabaran dan menjaga lisan. Syawal menjadi ujian nyata apakah latihan itu berhasil.

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari)

  1. Mengqadha Puasa dan Ibadah

Bagi yang memiliki utang puasa, Syawal adalah waktu terbaik untuk menggantinya.

Selain itu:

Ini menunjukkan ibadah tidak terbatas pada Ramadan saja.

  1. Menikah di Bulan Syawal

Tak banyak yang tahu, menikah di bulan Syawal termasuk sunnah.

Aisyah RA menikah dengan Rasulullah SAW di bulan ini, menjadi dalil bahwa Syawal adalah waktu yang baik untuk memulai rumah tangga.

  1. Berbelanja Secara Bijak

Euforia Lebaran sering berujung pemborosan. Padahal Islam melarang sikap berlebih-lebihan.

Allah SWT berfirman (QS. Al-Isra: 27):

إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ ۖ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا

“Sesungguhnya orang-orang yang boros itu adalah saudara-saudara setan, dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.”

Syawal: Ujian Konsistensi, Bukan Akhir Ibadah

Syawal bukan penutup, melainkan awal perjalanan spiritual setelah Ramadan. Para ulama menegaskan, tanda diterimanya amal adalah keberlanjutan dalam kebaikan.

Jika Ramadan adalah “madrasah”, maka Syawal adalah “ujian kelulusan”.

Kini, pertanyaannya bukan lagi seberapa baik ibadah kita di Ramadan, tetapi seberapa konsisten kita menjaganya setelahnya.

Jangan sampai pahala besar di bulan Syawal justru terlewat tanpa disadari. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#ibadah setelah ramadan #pahala bulan syawal #amalan syawal #silaturrahmi #puasa syawal #sedekah