RADARBANYUWANGI.ID - Ledakan supernova selama ini dikenal sebagai salah satu peristiwa paling terang di alam semesta. Namun, para ilmuwan kini menyadari bahwa cahaya yang terlihat dari Bumi hanya menyimpan sebagian kecil dari kisah sebenarnya. Sebagian besar energi dari ledakan bintang justru dilepaskan dalam bentuk neutrino, partikel nyaris tak terlihat yang kini menjadi kunci untuk memahami sejarah kosmik.
Supernova inti-runtuh terjadi ketika bintang masif kehabisan bahan bakar dan inti bintangnya kolaps akibat gravitasi. Proses ini memicu ledakan dahsyat yang melempar lapisan luar bintang ke angkasa. Meski tampak sangat terang, cahaya yang terdeteksi hanya merepresentasikan sekitar 1 persen energi total ledakan.
Sebaliknya, sekitar 99 persen energi dilepaskan dalam bentuk neutrino. Partikel ini memiliki massa sangat kecil, tidak bermuatan listrik, dan hampir tidak berinteraksi dengan materi. Karena sifatnya tersebut, neutrino mampu menembus berbagai objek kosmik tanpa terhalang, sekaligus membawa informasi langsung dari inti ledakan bintang.
Seorang peneliti dalam studi ini menyatakan, “Neutrino memberi kita akses langsung ke pusat supernova, wilayah yang tidak bisa dijangkau oleh cahaya biasa.”
Untuk menangkap jejak partikel ini, ilmuwan mengandalkan detektor bawah tanah berukuran besar yang dirancang khusus untuk meminimalkan gangguan dari partikel lain. Salah satu instrumen utama adalah Super-Kamiokande di Jepang, yang menggunakan air dalam jumlah besar untuk mendeteksi kilatan cahaya akibat interaksi neutrino.
Kemampuan detektor ini semakin ditingkatkan dengan penambahan unsur gadolinium. Unsur tersebut membantu ilmuwan mengidentifikasi neutron yang dihasilkan dari interaksi neutrino, sehingga sinyal yang dicari dapat dibedakan dari kebisingan latar.
Tidak hanya memburu neutrino dari satu peristiwa supernova, para peneliti kini juga menargetkan diffuse supernova neutrino background, yakni sinyal kolektif dari banyak ledakan bintang sepanjang sejarah alam semesta. Pendekatan ini memungkinkan ilmuwan untuk membaca semacam “arsip total” supernova yang pernah terjadi.
Melalui analisis sinyal ini, para ilmuwan berharap dapat memetakan laju supernova inti-runtuh, memahami siklus hidup bintang masif, serta menentukan apakah sisa ledakan menjadi bintang neutron atau lubang hitam. Selain itu, data neutrino juga berpotensi mengungkap sifat dasar partikel tersebut, termasuk bagaimana ia berubah saat melintasi ruang angkasa.
Meski menjanjikan, proses deteksi neutrino tetap penuh tantangan. Gangguan dari neutrino atmosfer, reaktor, hingga sumber kosmik lain dapat menyerupai sinyal yang dicari. Oleh karena itu, diperlukan detektor yang sangat sensitif serta analisis data yang cermat.
Namun, dengan kemajuan teknologi dan metode penelitian, peluang untuk mendeteksi sinyal latar neutrino kini semakin besar. Jika berhasil, penemuan ini akan membuka cara baru dalam memahami evolusi alam semesta, bukan hanya melalui cahaya, tetapi melalui partikel yang selama ini hampir selalu luput dari pengamatan.
Editor : Lugas Rumpakaadi