Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

PicII-503: Kunci Memahami Generasi Pertama Bintang di Alam Semesta

Lugas Rumpakaadi • Jumat, 20 Maret 2026 | 03:15 WIB

Ilustrasi mengamati langit.
Ilustrasi mengamati langit.

RADARBANYUWANGI.ID - Para astronom kembali membuka jendela baru menuju masa awal alam semesta melalui penemuan sebuah bintang purba di pinggiran galaksi katai Pictor II. Bintang yang diberi nama PicII-503 ini menyimpan jejak kimia yang diyakini berasal dari generasi pertama bintang setelah Big Bang.

Pictor II sendiri merupakan galaksi ultra redup yang berjarak sekitar 150.000 tahun cahaya di rasi Pictor. Galaksi ini hanya dihuni oleh beberapa ribu bintang dan diperkirakan berusia lebih dari 10 miliar tahun. Usia tersebut menjadikannya rumah bagi bintang-bintang purba yang terbentuk pada masa awal alam semesta.

Meski penemuan bintang di galaksi bukan hal yang luar biasa, PicII-503 menjadi pengecualian. Bintang ini menunjukkan komposisi kimia unik, sangat miskin besi, namun kaya karbon. Bahkan, rasio karbon terhadap besinya lebih dari 1.500 kali dibandingkan Matahari.

Pada awal pembentukan alam semesta, unsur yang tersedia hanya hidrogen, helium, dan sedikit litium. Bintang generasi pertama, dikenal sebagai Populasi III, terbentuk dari materi primordial ini. Melalui proses fusi nuklir, bintang-bintang tersebut kemudian menciptakan unsur berat seperti karbon dan besi sebelum akhirnya meledak sebagai supernova.

PicII-503 diyakini sebagai bintang generasi kedua yang terbentuk dari sisa ledakan tersebut. Ia bertindak sebagai “kapsul waktu” yang menyimpan rekaman kimia dari proses awal pembentukan unsur di alam semesta.

Para ilmuwan menduga bintang ini terbentuk dari supernova berenergi rendah. Dalam skenario ini, unsur berat seperti besi jatuh kembali ke inti sisa ledakan, sementara unsur ringan seperti karbon terlontar ke ruang antarbintang dan menjadi bahan baku bintang generasi berikutnya.

Penemuan PicII-503 juga memberikan jawaban atas misteri lama tentang bintang-bintang miskin logam namun kaya karbon di halo Bimasakti. Selama ini, asal-usul bintang-bintang tersebut belum sepenuhnya dipahami.

Kini, bukti menunjukkan bahwa bintang-bintang tersebut kemungkinan berasal dari galaksi katai purba seperti Pictor II yang kemudian “ditelan” oleh Bimasakti dalam proses evolusinya.

Salah satu peneliti, Anirudh Chiti, menegaskan pentingnya temuan ini. Ia menyatakan, “Yang paling membuat saya bersemangat adalah kita telah mengamati hasil dari produksi unsur paling awal di galaksi purba, yang merupakan pengamatan mendasar.”

PicII-503 berhasil diidentifikasi menggunakan Dark Energy Camera (DECam) yang terpasang pada Teleskop Víctor M. Blanco di Observatorium Cerro Tololo, Chile. Kamera ini awalnya dirancang untuk mempelajari energi gelap, namun kini terbukti efektif dalam survei bintang purba.

Data awal berasal dari program survei MAGIC (Mapping the Ancient Galaxy in CaHK), yang kemudian dikonfirmasi melalui pengamatan lanjutan menggunakan teleskop Magellan/Baade dan Very Large Telescope milik European Southern Observatory.

Penemuan PicII-503 menjadi bagian dari “arkeologi kosmik” yang membantu ilmuwan memahami bagaimana unsur-unsur pertama terbentuk. Tahap awal evolusi kimia ini menjadi fondasi bagi pembentukan planet, reaksi kimia kompleks, hingga munculnya kehidupan.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#bintang #Bimasakti