Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pondok Ramadan SMPN 1 Banyuwangi Ajarkan Literasi Digital, Siswa Diajak Bijak Gunakan Internet dan Medsos

Bagus Rio Rohman • Kamis, 12 Maret 2026 | 02:30 WIB

Plt Kepala Dispendik Alfian menyampaikan pengarahan kepada para siswa SMPN 1 Banyuwangi pada rangkaian kegiatan Pondok Ramadan, Rabu (11/3).
Plt Kepala Dispendik Alfian menyampaikan pengarahan kepada para siswa SMPN 1 Banyuwangi pada rangkaian kegiatan Pondok Ramadan, Rabu (11/3).

RADARBANYUWANGI.ID – Pelajar di SMP Negeri 1 Banyuwangi kini semakin melek teknologi digital. Mereka tidak hanya menggunakan internet untuk hiburan, tetapi juga didorong memanfaatkannya sebagai sarana belajar, berbagi informasi, hingga media promosi.

Hal tersebut terlihat dalam kegiatan Pondok Ramadan yang digelar di aula sekolah setempat pada Rabu (11/3). Kegiatan tersebut menghadirkan materi literasi digital yang dikemas secara interaktif sehingga mampu menarik perhatian para siswa.

Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa) sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman siswa tentang penggunaan internet secara bijak.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa tampak antusias mengikuti paparan materi yang disampaikan oleh narasumber, Bagus Rio.

Photo
Photo

Ia mengajak para siswa untuk memahami manfaat internet dan media sosial secara lebih luas, tidak hanya sebagai sarana hiburan tetapi juga sebagai media yang memiliki nilai edukatif dan produktif.

Menurut Rio, internet dapat dimanfaatkan oleh pelajar untuk berbagai kegiatan positif. Mulai dari mencari referensi pembelajaran, berbagi informasi, hingga mempromosikan potensi daerah maupun usaha keluarga.

“Manfaat internet dan media sosial tentu sangat banyak. Karena itu sebaiknya digunakan untuk hal-hal positif,” ujarnya di hadapan para siswa.

Dalam pemaparannya, Rio juga mencontohkan bagaimana media sosial dapat dimanfaatkan untuk mempromosikan potensi wisata di Kabupaten Banyuwangi.

Selain itu, siswa juga diajak memanfaatkan platform digital untuk membantu mempromosikan usaha kecil milik orang tua mereka, seperti usaha kuliner atau kerajinan lokal.

Materi literasi digital tersebut disambut baik oleh pihak sekolah dan pemerintah daerah.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Alfian, menilai kegiatan tersebut sangat relevan dengan perkembangan dunia digital yang semakin pesat.

Menurutnya, siswa saat ini harus dibekali pemahaman yang baik agar mampu menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.

“Kerja sama dengan JP-RaBa ini tentu sangat baik karena memberikan pengetahuan tambahan di luar pembelajaran sekolah, sehingga para siswa semakin bijak dalam bermedia sosial,” ujarnya.

Alfian menambahkan, kegiatan seperti ini sangat penting untuk terus dikembangkan di masa mendatang.

Ia berharap materi yang disampaikan dapat terus mengikuti perkembangan zaman serta kebutuhan generasi muda yang hidup di era digital.

“Kami berharap ke depan bukan hanya mengajarkan bijak bermedia sosial, tetapi juga membantu anak-anak memilih informasi yang baik dan sesuai dengan usia mereka,” katanya.

Menurut Alfian, kemampuan memilah informasi menjadi hal yang sangat penting saat ini karena tidak semua informasi yang beredar di internet merupakan fakta.

Sebagian informasi bahkan berupa opini atau interpretasi tertentu yang belum tentu sesuai dengan kenyataan.

Karena itu, siswa perlu diajarkan untuk membedakan mana informasi berbasis fakta dan mana yang hanya berupa opini.

“Tidak semua berita itu fakta. Ada juga yang berupa opini. Anak-anak perlu belajar membedakan keduanya,” jelasnya.

Ia juga menyinggung adanya regulasi baru dari pemerintah terkait penggunaan media sosial oleh anak-anak.

Melalui Kementerian Komunikasi dan Digital, pemerintah telah menerbitkan aturan terbaru mengenai penggunaan layanan digital oleh anak-anak.

Regulasi tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026 yang mengatur pembatasan penggunaan layanan jejaring sosial bagi anak-anak di bawah usia 16 tahun.

“Dalam aturan tersebut jelas disebutkan bahwa anak-anak di bawah usia 16 tahun tidak diperbolehkan menggunakan layanan jejaring sosial,” ungkap Alfian.

Menurutnya, aturan tersebut bertujuan melindungi anak-anak dari berbagai risiko di dunia digital, termasuk paparan informasi yang tidak sesuai dengan usia mereka.

Karena itu, kegiatan literasi digital seperti yang dilakukan dalam Pondok Ramadan di SMPN 1 Banyuwangi dinilai sangat penting untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap penggunaan teknologi secara sehat.

Alfian juga berharap pada kegiatan Pondok Ramadan di masa mendatang, materi literasi digital dapat lebih diperdalam, khususnya terkait kemampuan memilah informasi yang benar dan terpercaya.

Sementara itu, Humas SMP Negeri 1 Banyuwangi, Mazwin Mukaromah, mengapresiasi partisipasi JP-RaBa dalam kegiatan Pondok Ramadan yang hampir setiap tahun digelar oleh sekolah tersebut.

Menurutnya, materi yang disampaikan selalu relevan dengan kondisi dan kebutuhan siswa.

“Materi yang diberikan cukup kontekstual dan membantu siswa memahami bagaimana menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Salah satu nilai yang ditekankan dalam kegiatan tersebut adalah pentingnya bersikap santun dalam berkomunikasi di media sosial.

Hal tersebut sejalan dengan upaya sekolah dalam membentuk karakter siswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki etika dalam berinteraksi di ruang digital.

“Materi tentang bijak bermedia sosial sangat sinergis dengan arahan dari dinas pendidikan agar anak-anak mampu menggunakan media sosial dengan santun,” jelasnya.

Mukaromah berharap ilmu yang diperoleh para siswa dalam kegiatan Pondok Ramadan tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, para siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan nilai-nilai positif dalam penggunaan teknologi digital.

“Kami berharap setelah kegiatan ini anak-anak bisa menerapkan materi yang mereka dapatkan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (rio/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#edukasi media sosial siswa Banyuwangi #Literasi Digital Pelajar #Jawa Pos Radar Banyuwangi #Pondok Ramadan Banyuwangi #SMPN 1 Banyuwangi