RADARBANYUWANGI.ID - Kabar baik bagi kalangan jurnalis di Indonesia. IPB University membuka peluang beasiswa program magister (S2) khusus bagi wartawan pada tahun 2026.
Program tersebut tidak hanya menanggung biaya kuliah, tetapi juga menyediakan pendanaan penelitian guna mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor agromaritim.
Informasi mengenai program beasiswa ini disampaikan langsung oleh Rektor IPB, Alim Setiawan Slamet, dalam kegiatan panen anggur sekaligus buka puasa bersama wartawan yang digelar di Pendopo Agribusiness and Technology Park Cikarawang, kawasan Dramaga, Bogor, Jumat (6/3/2026).
Menurut Alim, program tersebut dirancang sebagai langkah strategis untuk memperkuat pemahaman jurnalis terhadap berbagai isu penting di bidang pertanian, pangan, dan kelautan yang menjadi fokus pembangunan nasional.
“Tahun ini akan ada beasiswa program S2 bagi wartawan, termasuk research grant-nya. Jika masuk tahun ini, penelitian bisa dilakukan tahun depan. Tujuannya meningkatkan kapasitas SDM di bidang agromaritim,” kata Alim.
Pendaftaran Direncanakan Mulai Agustus 2026
Penjelasan lebih rinci mengenai program ini disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan IPB, Deni Noviana.
Ia mengatakan bahwa program beasiswa magister bagi wartawan tersebut direncanakan mulai berjalan pada semester ganjil tahun akademik 2026.
IPB menargetkan penerimaan mahasiswa dari jalur khusus wartawan dimulai sekitar minggu kedua Agustus 2026.
Saat ini pihak universitas tengah menyusun berbagai kriteria dan persyaratan bagi para jurnalis yang berminat mengikuti program tersebut.
“Kami sedang menyiapkan kriteria dan mekanisme seleksi bagi wartawan yang ingin mengikuti program ini,” ujar Deni.
UKT Ditanggung dan Ada Dana Penelitian
Program beasiswa yang disiapkan IPB tidak hanya mencakup pembiayaan pendidikan, tetapi juga dukungan penelitian.
Mahasiswa yang diterima melalui jalur ini akan mendapatkan pembiayaan Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama masa studi.
Selain itu, peserta juga akan memperoleh research grant atau dana penelitian untuk mendukung kegiatan akademik mereka.
Dengan adanya dukungan tersebut, mahasiswa tidak hanya fokus pada proses perkuliahan, tetapi juga diharapkan mampu menghasilkan penelitian ilmiah yang relevan dengan berbagai persoalan strategis di sektor agromaritim.
Topik penelitian nantinya akan diarahkan pada isu-isu penting seperti ketahanan pangan, pengelolaan sumber daya laut, hingga pengembangan teknologi pertanian modern.
Masa Studi Lebih Singkat
Menariknya, program magister ini dirancang dengan masa studi yang lebih singkat dibandingkan program S2 pada umumnya.
IPB menargetkan mahasiswa dapat menyelesaikan pendidikan dalam waktu sekitar 18 bulan atau satu setengah tahun.
Selain itu, sistem pembimbingan penelitian juga akan disiapkan secara khusus oleh pihak sekolah pascasarjana.
“Tesisnya akan disediakan topiknya dan pembimbingnya akan diatur oleh pihak pascasarjana. Karena ini jalur khusus, tidak ada batasan usia bagi peserta,” jelas Deni.
Dengan skema tersebut, wartawan diharapkan dapat menyelesaikan studi secara lebih efektif tanpa harus meninggalkan profesinya terlalu lama.
Dorong Jurnalisme Berbasis Riset
Melalui program ini, IPB berharap jurnalis dapat memperkuat kapasitas keilmuan sekaligus meningkatkan kualitas pemberitaan di media.
Selama ini isu-isu terkait pertanian, pangan, dan kelautan sering kali membutuhkan pemahaman ilmiah yang mendalam agar dapat disampaikan kepada publik secara akurat.
Dengan latar belakang akademik yang lebih kuat, wartawan diharapkan mampu menyajikan liputan yang lebih komprehensif dan berbasis data.
Selain itu, program ini juga diharapkan dapat mendorong lahirnya jurnalisme berbasis riset, khususnya dalam mengangkat berbagai isu pembangunan agromaritim di Indonesia.
Sebagai negara kepulauan dengan potensi sumber daya alam yang besar, Indonesia membutuhkan peran media yang kuat untuk menyampaikan berbagai informasi strategis kepada masyarakat.
Melalui kolaborasi antara dunia akademik dan jurnalisme, IPB berharap program beasiswa ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan sektor pertanian, pangan, dan kelautan nasional sekaligus meningkatkan kualitas informasi publik di tanah air. (*)
Editor : Ali Sodiqin