RADARBANYUWANGI.ID – Mengisi bulan suci Ramadan dengan kegiatan edukatif yang relevan dengan perkembangan zaman, SMPN 5 Banyuwangi menggelar kegiatan Pondok Ramadan bertema “Cerdas Bermedia Sosial”.
Kegiatan ini diselenggarakan bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Banyuwangi pada Sabtu (7/3).
Melalui kegiatan ini, para siswa diajak memahami cara menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.
Tidak hanya sebagai sarana komunikasi, media sosial juga didorong menjadi ruang untuk menyebarkan pesan-pesan positif dan inspiratif, terutama di bulan penuh berkah seperti Ramadan.
Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah tersebut diikuti ratusan siswa dengan antusias. Para peserta mendapatkan pembekalan terkait etika bermedia sosial, literasi digital, hingga pentingnya keamanan dalam aktivitas daring.
Hadirkan Praktisi Media sebagai Narasumber
Dalam kegiatan tersebut, SMPN 5 Banyuwangi menghadirkan narasumber dari Jawa Pos Radar Banyuwangi, yakni Lugas Rumpakaadi.
Ia memberikan materi mengenai etika, keamanan digital, serta tantangan yang dihadapi generasi muda dalam menggunakan media sosial di era informasi yang serba cepat.
Para siswa terlihat aktif mengikuti sesi pemaparan materi hingga diskusi. Banyak di antara mereka yang mengajukan pertanyaan seputar penggunaan media sosial yang aman serta cara membedakan informasi yang benar dan yang menyesatkan.
Kepala SMPN 5 Banyuwangi Akhmad Tamami mengatakan bahwa kegiatan Pondok Ramadan tahun ini tidak hanya berfokus pada kegiatan keagamaan semata, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat karakter siswa di era digital.
“Kami tetap bersinergi dengan Radar Banyuwangi, sehingga kegiatan yang luar biasa ini dapat terus terjalin dan akan membentuk karakter pribadi siswa dari sisi keagamaan dan ketaqwaannya,” ujar Tamami.
Literasi Digital di Tengah Banjir Informasi
Dalam sesi materinya, Lugas menekankan pentingnya kemampuan literasi digital, khususnya disiplin dalam melakukan verifikasi informasi sebelum membagikannya di media sosial.
Menurutnya, perkembangan teknologi informasi saat ini membuat setiap orang dapat dengan mudah memproduksi dan menyebarkan konten.
Namun, jika tidak disertai dengan pemahaman yang baik, hal tersebut justru berpotensi menimbulkan masalah.
Ia menjelaskan bahwa media sosial ibarat pedang bermata dua. Di satu sisi, platform digital dapat menjadi sarana komunikasi yang efektif dan memperluas jaringan pertemanan.
Namun di sisi lain, penggunaan yang tidak bijak dapat menjerumuskan seseorang ke persoalan hukum.
Dalam pemaparannya, Lugas juga mengulas beberapa topik penting yang perlu dipahami generasi muda.
Mulai dari keberadaan media sosial di kehidupan sehari-hari, manfaatnya sebagai media komunikasi dan pembelajaran, hingga cara menyebarkan informasi secara bertanggung jawab.
Selain itu, ia juga menyampaikan sejumlah contoh kasus terkait penyalahgunaan media sosial yang berujung pada masalah hukum.
Hal ini menjadi pengingat bagi para siswa bahwa aktivitas digital memiliki konsekuensi nyata di dunia nyata.
Media Sosial sebagai Ladang Pahala
Momentum Ramadan dinilai sangat tepat untuk mengajak generasi muda memanfaatkan media sosial secara positif.
Lugas mengingatkan bahwa setiap konten yang dibagikan di dunia digital dapat memberikan dampak luas bagi masyarakat.
Karena itu, para siswa diajak menjadikan media sosial sebagai sarana menyebarkan kebaikan, inspirasi, serta pesan-pesan positif yang bermanfaat bagi banyak orang.
“Dunia digital adalah cerminan karakter kita. Di bulan yang penuh berkah ini, mari kita jadikan media sosial sebagai ladang pahala dengan menyebarkan konten positif dan inspiratif, bukan sebaliknya,” tutur Lugas di hadapan ratusan siswa.
Para siswa pun tampak antusias mengikuti sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif.
Banyak di antara mereka yang berbagi pengalaman terkait penggunaan media sosial serta meminta tips agar tetap aman dan bijak saat beraktivitas di dunia digital.
Bangun Karakter Siswa di Era Digital
Kegiatan Pondok Ramadan ini diharapkan dapat menjadi bekal penting bagi para siswa dalam menghadapi tantangan era digital.
Selain memperkuat nilai-nilai religius, kegiatan ini juga membangun kesadaran generasi muda untuk lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi.
Melalui sinergi antara dunia pendidikan dan media, SMPN 5 Banyuwangi berharap para siswa mampu tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, beretika, dan bertanggung jawab dalam bermedia sosial.
Dengan demikian, media sosial tidak lagi sekadar ruang hiburan, melainkan juga menjadi sarana untuk menyebarkan inspirasi dan kebaikan bagi masyarakat luas. (gas/aif)
Editor : Ali Sodiqin