Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Keutamaan Puasa Hari ke-17 Ramadhan: Momentum Nuzulul Quran, Ampunan Allah hingga Leluhur

Ali Sodiqin • Jumat, 6 Maret 2026 | 20:52 WIB

Ilustrasi keutamaan puasa Ramadhan.
Ilustrasi keutamaan puasa Ramadhan.

RADARBANYUWANGI.ID - Memasuki hari ke-17 bulan suci Ramadan menjadi salah satu momen yang sangat istimewa bagi umat Islam.

Selain berada di pertengahan bulan penuh berkah, hari ini juga sering dikaitkan dengan peristiwa besar dalam sejarah Islam, yakni turunnya Al-Qur’an atau Nuzulul Quran.

Hari ke-17 Ramadhan tidak hanya diperingati sebagai peristiwa turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW, tetapi juga diyakini memiliki berbagai keutamaan bagi umat Islam yang menjalankan ibadah puasa dengan penuh keikhlasan.

Momentum ini menjadi pengingat pentingnya meningkatkan kualitas ibadah serta memperbanyak amal saleh selama bulan Ramadhan.

Keutamaan Puasa Hari ke-17 Ramadhan

Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa puasa pada hari ke-17 Ramadhan memiliki keutamaan yang besar.

Umat Islam dianjurkan untuk memaksimalkan ibadah pada hari ini karena terdapat sejumlah keutamaan yang dijanjikan Allah SWT.

Beberapa keutamaan puasa hari ke-17 Ramadhan antara lain:

  1. Ampunan Allah Meluas Hingga Leluhur

Salah satu keutamaan besar puasa pada hari ke-17 Ramadhan adalah luasnya ampunan Allah SWT.

Disebutkan bahwa Allah SWT tidak hanya mengampuni dosa orang yang berpuasa, tetapi juga meliputi orang tua hingga leluhur mereka.

Hal ini menjadi motivasi bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah dan memohon ampunan kepada Allah SWT selama bulan Ramadhan.

  1. Dilindungi dari Azab Hari Kiamat

Keutamaan lainnya adalah perlindungan dari azab pada hari kiamat. Umat Islam yang menjalankan ibadah dengan penuh keimanan dan keikhlasan diyakini akan mendapatkan perlindungan dari Allah SWT.

Nilai spiritual ini mengingatkan bahwa Ramadhan bukan hanya tentang ibadah ritual, tetapi juga tentang upaya memperbaiki diri dan memperkuat keimanan.

  1. Amal Baik Diterima dan Doa Dikabulkan

Hari ke-17 Ramadhan juga diyakini sebagai waktu yang baik untuk memanjatkan doa.

Banyak ulama menyebutkan bahwa amal kebaikan yang dilakukan pada hari ini memiliki peluang besar untuk diterima oleh Allah SWT.

Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa serta memohon segala hajat kepada Allah SWT.

  1. Momentum Memperbanyak Ibadah

Memasuki pertengahan Ramadhan menjadi pengingat bagi umat Islam untuk menjaga semangat ibadah.

Jika pada awal Ramadhan semangat masih tinggi, maka pada pertengahan bulan sering kali menjadi momen evaluasi untuk meningkatkan kualitas ibadah.

Amalan yang Dianjurkan pada Hari ke-17 Ramadhan

Agar keutamaan tersebut dapat diraih secara maksimal, umat Islam dianjurkan melakukan berbagai amalan ibadah pada hari ke-17 Ramadhan.

Beberapa amalan yang dianjurkan antara lain:

Dengan melakukan berbagai amalan tersebut, umat Islam diharapkan dapat semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT serta memperoleh keberkahan Ramadhan.

Makna Penting Hari ke-17 Ramadhan dalam Sejarah Islam

Hari ke-17 Ramadhan juga memiliki makna penting dalam perjalanan sejarah Islam. Beberapa peristiwa besar yang sering dikaitkan dengan tanggal ini antara lain:

Turunnya Wahyu Pertama

Peristiwa Nuzulul Quran menandai turunnya wahyu pertama kepada Muhammad.

Wahyu tersebut berupa ayat pertama dalam Surah Al-Alaq yang diterima Nabi Muhammad SAW saat berkhalwat di Gua Hira.

Ayat tersebut berbunyi:

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ
خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ
اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ
الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ
عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

Artinya:

“Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar manusia dengan perantaraan pena. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”

Peristiwa Perang Badar

Hari ke-17 Ramadhan juga dikenal sebagai hari terjadinya Battle of Badr, yaitu pertempuran pertama antara kaum Muslimin dengan kaum Quraisy dari Makkah.

Dalam peristiwa tersebut, pasukan Muslim yang hanya berjumlah sekitar 313 orang berhasil mengalahkan pasukan Quraisy yang mencapai sekitar 1.000 orang.

Kemenangan ini diyakini terjadi berkat pertolongan Allah SWT serta kekuatan iman para sahabat Nabi.

Peristiwa ini menjadi simbol bahwa keyakinan dan keteguhan iman mampu mengalahkan keterbatasan.

Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar

Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa kitab suci diturunkan pada malam kemuliaan atau Laylat al-Qadr.

Hal ini dijelaskan dalam Surah Al-Qadr ayat 1–5 yang menyebutkan bahwa malam tersebut lebih baik dari seribu bulan.

Sebagian ulama berpendapat bahwa pada malam Lailatul Qadar, Al-Qur’an diturunkan secara keseluruhan dari Lauhul Mahfudz ke langit dunia.

Setelah itu, wahyu diturunkan secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW selama sekitar 23 tahun.

Karena itulah, peringatan Nuzulul Quran yang jatuh pada 17 Ramadhan lebih dimaknai sebagai peringatan turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW.

Momentum Refleksi dan Peningkatan Ibadah

Memasuki hari ke-17 Ramadhan, umat Islam diingatkan untuk terus meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak amal kebaikan.

Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi waktu untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

Dengan memanfaatkan momentum hari ke-17 Ramadhan ini, umat Islam diharapkan dapat meraih keberkahan yang lebih besar serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dalam menjalani kehidupan sehari-hari. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#keutamaan puasa hari ke 17 ramadhan #perang badar 17 ramadhan #nuzulul quran 17 ramadhan #sejarah nuzulul quran #amalan malam 17 ramadhan