Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Si 'Beruang Air' Pun Takluk, Tanah Simulasi Mars Terbukti Merusak Tardigrada dalam Dua Hari

Lugas Rumpakaadi • Jumat, 6 Maret 2026 | 14:13 WIB

Tardigrada takluk oleh tanah simulasi Mars dalam 2 hari.
Tardigrada takluk oleh tanah simulasi Mars dalam 2 hari.

RADARBANYUWANGI.ID - Tardigrada, makhluk mikroskopis yang dijuluki water bear dan dikenal sebagai salah satu organisme paling tangguh di Bumi, ternyata memiliki batas kemampuan bertahan yang tidak terduga.

Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa tanah simulasi Mars mampu melumpuhkan aktivitas hewan mungil ini hanya dalam waktu dua hari, sebuah temuan yang mengejutkan para ilmuwan.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal International Journal of Astrobiology ini dipimpin oleh Corien Bakermans, mikrobiolog dari Penn State University.

Timnya menggunakan dua jenis simulasi regolith Mars berdasarkan data dari rover Curiosity milik NASA yang menjelajahi Kawah Gale.

Sampel pertama bernama MGS-1 mewakili komposisi tanah Mars secara umum, sementara sampel kedua OUCM-1 dibuat dengan komposisi mineral yang lebih spesifik.

Hasil percobaan menunjukkan bahwa tanah tipe MGS-1 menyebabkan aktivitas tardigrada turun drastis, bahkan sebagian individu menjadi tidak aktif hanya dalam dua hari.

Temuan ini sangat mengejutkan mengingat tardigrada dikenal mampu bertahan dari suhu ekstrem, radiasi tinggi, kekeringan, hingga kondisi vakum luar angkasa.

"Kami sedikit terkejut melihat seberapa merusaknya MGS-1. Kami menduga ada sesuatu yang spesifik dalam simulant itu yang bisa hilang jika dicuci," jelas Bakermans, seperti dikutip dari Gizmodo.

Petunjuk menarik muncul ketika tanah MGS-1 dibilas dengan air terlebih dahulu sebelum digunakan, tardigrada yang dimasukkan kemudian mampu bertahan lebih lama.

Ini mengindikasikan adanya senyawa tertentu dalam tanah simulasi Mars yang bersifat merusak dan dapat dihilangkan melalui proses pencucian sederhana.

Temuan ini memiliki implikasi penting bagi konsep planetary protection, upaya mencegah organisme Bumi mencemari planet lain.

Meski demikian, para peneliti menekankan perlunya studi lanjutan yang mempertimbangkan kondisi Mars sesungguhnya, termasuk suhu ekstrem dan tekanan atmosfer yang jauh berbeda dari laboratorium.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#mars #tardigrade #beruang air