Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bukan seperti Tata Surya Kita, Peneliti Warwick Ungkap Sistem Planet yang Tak Lazim

Lugas Rumpakaadi • Kamis, 5 Maret 2026 | 12:05 WIB

Ilustrasi sistem planet terbalik di bintang LHS 1903.
Ilustrasi sistem planet terbalik di bintang LHS 1903.

RADARBANYUWANGI.ID - Pemahaman manusia tentang susunan planet dalam sebuah sistem tata surya kembali diuji.

Tim peneliti yang dipimpin Thomas Wilson dari Universitas Warwick berhasil menemukan sistem planet dengan susunan yang berlawanan dari pola umum yang selama ini dikenal, termasuk dari pengamatan terhadap tata surya kita sendiri.

Menggunakan teleskop milik Badan Antariksa Eropa (ESA), para peneliti mengamati sebuah bintang bernama LHS 1903 dan mendapati sesuatu yang tak lazim.

Tiga planet pertama dalam sistem itu memiliki pola yang mirip dengan tata surya kita, planet berbatu di posisi paling dekat bintang, diikuti dua planet gas di luarnya.

Namun ketika pengamatan diperluas, planet keempat yang berada di tepi terluar sistem ternyata berjenis batuan, bukan gas.

"Gangguan aneh ini jadi sistem unik yang terbalik. Planet berbatu biasanya tidak berbentuk jauh dari bintang induknya, di bagian luar planet gas," jelas Wilson seperti dikutip dari Phys, Kamis (5/3/2026).

Penelitian lebih lanjut mengungkap bahwa keempat planet tersebut tidak terbentuk secara bersamaan, melainkan satu per satu secara berurutan dari dalam ke luar.

Hal ini membuat setiap planet berevolusi dalam kondisi lingkungan yang berbeda.

Wilson menduga planet terluar terbentuk justru saat cadangan gas di sistem tersebut sudah habis.

"Saat planet terakhir terbentuk, sistem mungkin sudah kehabisan gas, yang dianggap vital untuk pembentukan planet. Namun di sini ada sebuah dunia berbatu kecil yang menentang dugaan," ungkapnya.

Temuan ini turut mendorong peneliti ESA, Isabel Rebollido, untuk menyerukan peninjauan ulang teori-teori pembentukan planet yang selama ini bertumpu pada pengamatan tata surya kita.

"Karena kita semakin sering melihat sistem eksoplanet yang berbeda, kita mulai meninjau kembali teori-teori ini," ujarnya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Sistem planet